
"Aku mau makan lah fa, pesen online yu?" kataku pada Hanifa yang asyik memotong canvas.
"Hah? Gak salah? Raina makan jam segini?" tanyanya keheranan.
"Iyahaha, moodku lagi gak bagus butuh asupan gula" jawabku datar.
"Oke, kita pesen yang biasa aja ya?" tanyanya lagi.
"Oke!" jawabku.
Aku dan Hanifapun membagi tugas, karena Hanifa sedang malas mendesign akhirnya akulah yang bertugas untuk membuat design angka dan quotes untuk kemudian diprinting diatas tas canvas.
"Fa temanya apa ya buat bulan ini?" tanyaku.
"Fall in love" jawabnya sambil meledek.
"Hahaha fall in love? Lagi musim hujan juga ya? Apa fall in rain aja gitu?" tanyaku.
"Terserah kamulah, ide kamu kan selalu mantul jadi terserah mau tema apa aja hahaha" katanya.
Tidak biasanya Hanifa sepasrah ini menerima konsepku, biasanya dia akan mendebat kalau konsepku tidak sesuai dengan keinginannya. Minimal dia akan mengajukan saran tambahan untuk konsep umum kami, tapi kali ini dia hanya menerima begitu saja..
"Aneh deh kamu!" gumamku.
Dia cuma senyum-senyum saja mendengar ledekanku.
Sekitar satu jam setelah aku dirumah Hanifa...
Nunu dan Arika datang, mereka menggunakan motor yang sama. Arika menjemput Nunu ke kosannya, karena motornya Nunu sedang dipinjam oleh saudaranya.
"Halooo raina hahaha maaf ya kita telat banget, abis tadi nunggu Arika jemput sih lama" kata Nunu sambil memelukku.
"Santai aja Nu, oyah tuh ada minuman di kulkas tadi dipesenin Hanifa" kataku.
"Ambil-ambil Nu, aduh kebetulan haus abis jemput Nunu ke kosannya jauh" sahut Arika.
"Potong bahannya ya bantuin Hanifa, aku nanti yang buat design" kataku.
Mereka berdua mengangguk sambil menyeruput minuman dengan lahapnya.
Setelah semua bahan selesai dipotong, designku sudah banyak yang jadi dan tinggal kuperlihatkan kepada mereka bertiga saja....
"Rainaa, ajarin aku rumus metik dong yang tugas itu 10 soal aku gak ngerti" kata Nunu merengek manja.
"Emang kamu bawa tugasnya?" tanyaku.
"Enggasih, makanya kamu ajarin aku sambil nganterin aku ke kosan sekarang jadi belajar disana hahaha gimana?" tanya Nunu sambil mengacak-acak tali bajuku.
"Ish ish ish urusan ngerayu aja jago" sahut Arika.
__ADS_1
"Emangnya kenapa? Emangnya lu udah ngerjain tugas metik?" tanya Nunu pada Arika.
"Belum haha, gue ikut ah ke kosan lu" kata Arika bersemangat.
"Hu sama aja lu mah!" sahut Nunu.
Hanifa hanya fokus saja mengecek designku.
"Bagus ko rain, gak ada yang jelek. Cetak aja semua ya? Jadi ini kan ada 8 design nah bahan bisa buat 40 tas kan? Jadi satu design untuk 5 tas aja gimana?" tanya Hanifa.
"Setuju!!!" jawab kami bertiga.
Nunu dan Arika sempat tersenyum-senyum sendiri melihat designku, katanya ini hanya bisa dibuat oleh seseorang yang sedang atau sudah jatuh cinta. Akupun sedikit merasa bersalah karena belum menceritakan statusku dengan Andreas kepada mereka.
"Maaf ya gengs, aku bakal ceritain kalo waktunya udah tepat. Lagian aku takut kalian ngerasa aku ngambil keputusan terlalu cepet buat nerima cowok" batinku.
"Aku suka design quotes yang "WHAT IS LOVE? SIMPLE, JUST NO LIE AND CHEAT!!! Hahahaha" teriak Nunu.
"Sama aku juga suka yang itu Rain hahaha sama yang sun is not warm enough than you wkwkwkwk" sahut Hanifa.
"Rain, cerita deh kenapa kamu bisa seromance ini?" tanya Hanifa penasaran.
"Aku takut mau cerita juga, takut kalian ngambek ngerasa gak diceritain" jawabku.
"Kita gak akan marah gara-gara yang begituan kali rain hahaha, lagian kan hak kamu untuk ngelakuin apapun di hidup kamu yang kamu mau!" jelas Hanifa.
"Iya rain, eh wait wait hahaha ko aku ngerasanya kaya kamu tuh seolah udah bohong sama kita hahaha maaf ya rain tapi apa kamu udah jadian ya sama Andreas?" tanya Nunu dengan matanya yang belotot saking penasarannya.
"Kemarin, aku ke bosscha sama kak Andreas terus dia tanpa penjelasan gitu minta aku jadi ceweknya. Aku juga gak ngerti mesti ceritain darimana awalnya, ya karna semua terjadi begitu aja..."
"Huaaaaaaa selamat rainaaaaa!!!!! Ih aku ikut seneng dengernya".... Teriak Nunu kegirangan.
"Finally rain, kamu milih Andreas juga akhirnya" teriak Hanifa.
"Rainaaa congrats ya sayang" sahut Arika.
Kami berempatpun berpelukan dan seolah larut dalam kebahagiaan.
"Maaf ya aku harusnya langsung cerita ke kalian kemarin, tapi aku takut aja kalian gimana-gimana hahaha kalau tau respon kalian bakal kaya gini hmmm aku gak akan ragu buat cerita ke kalian" jelasku.
"Rain, apapun itu keputusan kamu haha kita pasti dukung ko. Kita juga udah tau kali perasaan kamu itu berat ke siapa, cuma ya kita gak nyangka aja kalau Andreas gercep ke kamu hahaha" jawab Arika.
"Udah udah, jadi sedih deh sekarang yang jomblo gue doang!" kata Nunu seolah menangis.
"Nanti kita cariin Nunu pacar ya?" ledek Hanifa.
"Iya setuju, nanti ya Nu sabar kalau udah ada yang cocok pasti macok" tambah Arika.
"Eh kalian beneran mau ke kosan Nunu?" tanya Hanifa.
__ADS_1
"Iya" jawab kami bertiga serentak.
"Disini ajasih ngerjainnya, kan rumah aku kosong sampe besok malem. Kalian nginep juga gak apa-apa" kata Hanifa merengek.
"Iya deh disini aja Nu, nanti kalau mau pulang gue anterin deh ke kosan lu" sahut Arika.
"Bebaslah dimanapun asal sama kalian" jawabku.
"Hmmm emang raina sweetnya mendarah daging" ledek Hanifa.
"Yaudah oke disini aja, ambil gih fa soalnya liat dari buku kamu" pinta Nunu pada Hanifa.
Hanifa pun beranjak kekamarnya untuk mengambil buku metiknya.
Akupun sok mengajari mereka tentang rumus perhitungan, hahaha aku benar-benar berhati-hati kali ini karena tidak mau salah, bisa malu aku kalau salah mengajari mereka secara sekarang mereka tahu kalau aku adalah pacar dari seorang kakak tingkat yang juga asisten dosen metik.
"Rain, laper ga sih?" tanya Nunu.
"Iya laper" sahut Arika sambil mengeraskan suaranya ketelinga Hanifa.
"Iya-iya aku buatin makanan ya!" kata Hanifa sambil berdiri dan menuju dapur.
Kami bertigapun tertawa karena Hanifa begitu peka merespon pergerakan kami. Hahahahha...
Setelah tugas kami selesai, Arika pamit karena akan pulang terlebih dahulu untuk acara keluarga dirumah saudaranya. Sementara Nunu sudah janji akan menginap dirumah Hanifa.
Aku? karena aku merasa ulangtahunku membosankan akhirnya aku minta izin pada Ayah dan Ibu untuk menginap juga dirumah Hanifa.
"Rumah Hanifa dimana teh?" tanya Ibu dalam telpon.
"Di bougenville bu deket, kalau gak boleh juga gak apa-apa sih" jawabku.
"Boleh ko kata Ayah, asal jangan keluyuran malem ya anggap aja itu hadiah ulang tahun dari Ayah katanya" jawab Ibu sambil tertawa.
Haripun mulai malam, matahari sudah tenggelam.
Nunu sedang pilih-pilih baju Hanifa untuk dipinjamnya selama menginap, kalau aku sih gampang tinggal pulang dulu sebentar kerumah untuk mengambil baju ganti.
Perkuliahan esok hari juga dimulai pukul 1 siang, jadi kami tidak perlu khawatir takut terlambat datang ke kampus. Toh, tugas-tugas juga sudah selesai.
Aku memandangi langit yang memerah, teringat akan perkataan Andreas tentang jarak planet Mars.
"Udah jam 7, kakak masih gak bisa ngabarin aku?" gerutuku.
Tiba-tiba saat sedang melamun, Hanifa berlari turun dari tangga.
"Rain, kamu sama Nunu tunggu dirumah ya. Aku ada perlu sebentar ke supermarket" katanya.
"Aku sama Nunu ikut aja sih?" kataku.
__ADS_1
"Tunggu aja kasian Nunu lagi mandi" jawabnya sambil mengambil kunci mobil.
"Oke deh" jawabku pasrah.