
Malam harinya...
Aku mencoba berulang kali menelpon kak Dhika untuk menanyakan kak Andreas, tapi sepertinya mereka berdua benar-benar sedang sibuk dan tidak bisa diganggu.
Akhirnya, aku putus asa dan memutuskan untuk menonton acara tv. Selang beberapa menit, kak Andreas menelponku.
"De, maaf baru ngasih kabar hari ini aku agak ke utara jadi susah sinyal disana. Ini baru nyampe hotel" katanya dengan nada seperti kelelahan.
"Iya gapapa, maaf juga aku rewel habisnya hari ini kakak gak ada posting di sosmed haha jadinya aku khawatir" jawabku.
"Gak, aku yang minta maaf. Kamu lagi apa? Tadi jadinya kemana aja?" tanyanya.
Aku agak ragu dengan pertanyaan kak Andreas, aku harus jawab sedetail-detailnya atau bagaimana ya?...
"Hmm, aku tadi jadinya makan dulu sama mereka" jawabku.
"Mereka? Siapa lagi selain tiga temen kamu itu?" tanyanya posesif.
"Hmm, ada Nirwan sama Gian" jawabku.
"Oh pantes si Gian posting foto kaki cewek di sosmednya tuhkan gue bener yas itu kakinya Raina" celetuk kak Dhika.
"Emang Gian posting apa? Aku ga liat" jawabku.
"Liat dulu sana, abis liat aku video call kamu" kata kak Andreas sambil menutup telponnya.
Aku langsung mengecek semua sosmed Gian saat itu, dan benar saja di waktu yang bersamaan dengan saat aku dan Gian makan tadi. Gian memposting foto kakiku yang saat itu berada tepat didepannya.
"Ah ini sih waktu kita makan kan?" gumamku.
"Kenapa pake diposting segala sih?" kesalku.
__ADS_1
Beberapa menit kemudian....
"Kamu tadi pergi sama Gian? Ngapain pake makan berdua segala? Temen-temen kamu kemana?" tanya kak Andreas sesaat setelah aku menceritakan kejadian seharian tadi dalam video call.
"Ada ko, tapi karena tempat makannya rame banget jadinya aku gak bisa nemuin mereka dan yaudah aku duduk diluar sama Gian" jawabku.
"Menang banyak tuh si Gian" celetuk kak Dhika dari samping.
"Apasih kak? Aku kan sakit kaki bukannya mau cari kesempatan" jawabku.
"Ah yaudah lah de gak usah diperpanjang, aku juga gak ada waktu untuk bahas yang ginian. Aku tutup ya!" pungkasnya.
Mendengar nada bicara kak Andreas yang tegas, sepertinya dia agak kecewa dengan kejadian tadi sore.
Padahal niatku menceritakan semuanya dengan jujur, adalah untuk membuat kak Andreas percaya bahwa Gian adalah teman yang baik buatku.
Sepertinya, pandangan kak Andreas terhadap Gian belum bisa berubah. Gian masih menjadi orang yang harus kuhindari.
"Kak, marah ya sama aku? Aku gak ada maksud jalan berdua sama Gian ko beneran deh tau gitu aku gak usah cerita aja"...
Perasaanku agak lega setelah mengirimkan chat tersebut, aku harap dia akan membalasnya dengan cepat.
Sejam berlalu, masih tidak ada balasan. "Apa dia sibuk ya? Ini kan hari ketiga dia Lombok harusnya udah gak sepadet dua hari sebelumnya dong?" gumamku.
Aku meminta saran pada Hanuka, tapi mereka malah minta maaf dan merasa bersalah karena meninggalkanku berduaan dengan Gian.
"Ini orang pada kenapa sih? Emangnya salah ya berdua sama temen cowok sendiri? Lagian kan aku sama Gian gak ngapa-ngapain?"...
Pertanyaan bermunculan di benakku, semakin membuat aku pusing dan melupakan kewajibanku saat itu.
"Oh lupa, aku harus packing" jeritku saat melihat jam sudah menunjukan pukul 11 malam.
__ADS_1
Aku mencoba fokus dan merapikan barang-barang bawaanku kedalam tas jinjing dan tas gendongku.
"Hufttt, akhirnya selesai juga"...
Tanpa terasa aku mulai mengantuk, aku mematikan lampu kamarku dan tak lupa mengecas handphone dan power bankku untuk perbekalan besok.
Tiba-tiba saja hapeku berdering...
"Gian!"
"Malem na, maaf aku ganggu. Hmmm aku bisa minta tolong dadakan gak ya?" tanyanya.
"Dadakan? Minta tolong apaan?" tanyaku balik.
"Besok, aku lupa belum print nomor bis sama nomor jeep hmm baru inget bangetnih" jelasnya.
"Oh, aku da printnan ko disini... Mau aku printnin?" tanyaku.
"Gapapa?" jawabnya dengan sungkan.
"Iya gapapa, nomor 1 sampe berapa? perlunya berapa banyak?" tanyaku.
"1 sampe 12 buat jeep dan 1 sampe 3 buat bis hehe sama nama kelompoknya juga bisa kan? Aku kirim ke kamu filenya" katanya.
Akupun melupakan sejenak rasa kantukku dan membantu Gian terlebih dahulu.
Setelah selesai dengan tugas dari Gian, aku menelponnya dan bilang "udah beres nih, besok aku bawa ya" kataku.
Gianpun berterimakasih dan bilang "yaudah, oya ini udah malem tau tidur gih! Jangan begadang besok kesiangan tau rasa, awas ya jam 6 udah harus di lobby".
Sebenarnya saat itu aku mau menanyakan alasan Gian memposting foto kakiku, meski hanya sekedar foto kaki yang bahkan orang tidak akan sadar itu kakiku memang kedengarannya tidak ada masalah sama sekali. Tapi, beda halnya dengan pandangan kak Andreas. Setidaknya kami sudah mempunyai status sekarang.
__ADS_1
"Ah udah ah pusing, aku mau tidur aja" pasrahku.