Kuliah Atau Kuli Ah?

Kuliah Atau Kuli Ah?
Raina PMS!!


__ADS_3

Ada banyak hal memenuhi pikiranku sekarang. Ini sudah pukul 5 dan Andreas belum juga datang. Aku yakin acara pkmnya belum selesai, tapi aku juga tau bahwa ada orang yang menahannya untuk tinggal lebih lama disana.


Saat aku sedang nyaman duduk di sebuah saung kecil dekat pohon di belakang villa, Hanifa mengirimkan sebuah tangkapan layar.


Disana aku melihat ada postingan Kayi dan postingan Rani bersamaan.


"yang mulus bakalan kalah sama yang tulus" tulis Kayi. Lalu Rani membalas "Doain ya sis hehe selalu usaha nih"...


Kemudian Kayi membalas lagi "iya sis doain juga ya supaya aku bisa kaya kamu, berjuang demi seseorang"..


"Semoga kita dijauhkan dari orang-orang yang demen rebut gebetan orang ya, kita emg ga secantik mereka tp kita tulus dan baik jadi semoga cowok cowok itu sadar" pungkas Rani.


Aku semakin kesal setelah membaca postingan mereka. Meski itu mungkin saja bukan buatku, tapi situasinya memaksaku untuk menyadari bahwa itu memang ditunjukkan untukku. Dengan cerita masa lalu kami, dengan posisi kami sekarang dan segala yang mendukung.


"Rainaa, kamu gapapa? Aku samperin kamu ya?" tanya Hanifa.


"Gak usah fa, aku lagi pengen sendiri" jawabku.


Aku membaca berulang kali postingan Rani dan Kayi, tapi aku tidak merasa bahwa aku ini orang yang tidak tulus dan hanya bisa merebut gebetan orang.


Bukankah sejak awal aku memang sudah diincar Andreas? Lantas kenapa sekarang aku yang disalahkan? Toh yang mengungkapkan perasaan untuk pertama kalinya juga Andreas.. Aku merebut gebetan orang? Memangnya aku bisa memilih hatiku untuk jatuh cinta pada siapa? Memangnya aku bisa mengendalikan perasaanku?


"aaaaaah tau aaaah" gerutuku.

__ADS_1


Hanifa nampaknya mengkhawatirkanku, dia mengintipku dari balik pintu belakang villa.


"Keluar aja fa, aku udah tahu kok kamu dari tadi disitu" kataku.


"Hehe maaf deh abis aku khawatir, kamu pasti kepikiran postingan tadi ya?" tanyanya


"Hahaha lumayan sih fa, cuman yaudah lah terserah mereka mau nganggap aku gimana" jawabku.


"Aku cuma mau kamu baca biar kita gak ada yang ditutup-tutupin" katanya.


"Iya aku ngerti ko, makasih ya udah ngasih tau hahaha" jawabku.


Hanifa melirik ke arahku dan tersenyum seolah memahami apa yang belum aku jelaskan.


"Kebiasaan ya apa-apa selalu ngalah duluan, kenapa gak jelasin sih ke mereka? Toh kamu sama Andreas juga punya hak kan untuk bahagia? Terus gian, emang salah kamu kalau dia malah jadi suka sama kamu? Gila kali ya tuh si Kayi sama si Rani, pake jadiin kamu kambing hitam segala. Salahin tuh kelakuan mereka yang selalu bikin orang lain ilfeel" gerutu Hanifa.


"Udahlah fa, aku gak mau jadi panjang urusannya lagian kasian juga mereka udah cintanya bertepuk sebelah tangan eh sekarang aku jatuhin juga... jadi aku ngalah aja toh aku udah menang" jawabku.


"Savage juga ya jawaban kamu haaahahahah" katanya lega.


Aku tidak mau Hanifa khawatir jadi aku mencoba menyembunyikan kegelisahanku. Meski sebenarnya saat itu aku mau segera bertemu dengan Andreas dan menjelaskan bagaimana pandangan Rani dan Kayi yang selalu salah kepadaku.


"Masuk yu ah udah mau maghrib" ajak Hanifa.

__ADS_1


"Kamu duluan deh, aku masih mau ngadem hehe" jawabku.


"Okedeh, aku kedalem jangan lama-lama disini ya soalnya banyak nyamuk!" pungkasnya.


Aku melihat pemandangan di sekeliling villa, jejeran pepohonan asri dan villa-villa sewaan yang sepertinya sudah di booking semua.


"Dek!!" teriak seseorang dari belakang.


Andreas baru datang tepat sebelum senja menyapa. Dia duduk di sebelahku dan melihatku dengan raut wajah bersalahnya.


"Udah beres pkm nya? pasti proposal kakak lolos lagi ya?" tanyaku.


"Dek, maaf.... aku beneran....


"Gak papa, kakak kan sibuk buat ngejar target kakak juga kan? aku ngerti ko. Udah gih kakak masuk disini dingin banyak nyamuk, kakak belum makan kan? makan dulu gih!" kataku mengalihkan topik.


"Aku sama Praya dan Rani, cuma sebatas temen sekelompok aja. Itu juga bukan aku yang mau, kamu tau sendiri kelompok pkm itu diatur jurusan dan dosen pembimbingnya juga. Aku beneran gak ngapa-ngapain cuma ngasih pengarahan dan saran terus tadi pulangnya kita kumpul sambil makan karna udah tradisinya kalau proposalnya lulus kita ada makan-makannya dan aku gak enak kalau nolak" jelasnya.


"Aku kan udah bilang, aku ngerti. Sekarang aku gak mau bahas itu yang penting kan kakak udah ada disini. Kakak masuk gih, aku lagi pingin sendiri" jawabku.


Andreas terlihat kebingungan dengan perkataanku barusan, aku juga tidak tahu kenapa aku bisa berkata demikian. Entah karena ini gejala PMS ku atau memang aku sangat terganggu dengan postingan Kayi dan Rani yang kulihat tadi itu. Aku bahkan tidak paham kenapa hatiku tidak karuan, ingin marah siapa yang bisa kumarahi?


Ini bukan salahku apalagi Andreas. Mereka yang salah mempersepsikan aku sebagai orang ketiga diantara perasaan-perasaan mereka terhadap orang yang malah menyukaiku itu.

__ADS_1


Sekarang kenapa mereka berdua bisa dengan bebas mengatai aku? bahkan setelah mereka tahu bahwa aku juga sudah menang telak.


__ADS_2