
Keesokan harinya dikampus...
Aku memarkirkan motorku ditempat biasa, sebelah parkiran mobil Hanifa yang hanya dibatasi oleh pohon kersen dan pos satpam. Sembari tertatih-tatih, aku agak kesulitan berjalan normal karena kakiku masih sakit.
"Raina!!!" teriak Hanifa.
Dia sudah menungguku di parkiran, dengan wajah penasarannya langsung menarik tanganku dan berbisik
"Kaki kamu kenapa?" tanya Hanifa panik.
"Jatoh kemaren duh malu deh kalo diceritain mah hahaha" jawabku.
"Kenapa pake jeans sih? Kenapa gak pake kulot atau rok kan kalo lecet lumayan" sarannya.
"Gapapa ko aku perbanin ini fa, ayo ah sambil jalan ke kelas" ajakku.
Kamipun berjalan bersama menuju fakultas. Hanifa membawakan totebagku karena kasihan melihat cara jalanku yang kesusahan.
"Eh gimana gimana ceritain detailnya yang semalem itu?"tanya Hanifa antusias.
"Aku ditembak Gian... Bukan nembak sih, tapi dia jujur kalau dia suka sama aku" jelasku.
"Tuhkan bener!!! Apa kata aku rain, gak mungkinlah si Gian gak punya perasaan apa-apa. Lagian nihyah aku pernah mergokin dia senyum ko pas liat kamu ketawa kek gitulah aku gak bisa ngejelasin yaaa kaya orang suka aja gitu" kata Hanifa sambil memukul-mukul tanganku.
Sejenak aku mengambil nafas dan mulai memberanikan diri mengatakan perasaanku yang sebenarnya.
"Aku gak pernah ngerasa Gian menspesialkan aku fa, aku malah nganggap kita sahabatan deket dan lagi aku fikir Gian juga gak mungkin tertarik sama aku" jelasku...
"Duh rain..rain... Pertama, kamu cantik! Kedua, kamu baik! Ketiga, kamu menarik! Keempat.....
Belum selesai Hanifa berkata-kata, aku menghentikannya.
"Ssttttt....ssttttt udah ah gak penting pokoknya mending sekarang kamu pikirin ide deh nanti gimana kalau Kayi nanya-nanya tentang Gian? Aku kan udah janji mau bantuin dia?" tanyaku.
"Alah udahlah geng singkong gausah dipikirin biar dia usaha sendiri aja kalau emang dia suka sama Gian, lagipula suka gak nyadar muka mereka Gian mana mau sama dempul begitu!" ledek Hanifa.
Akupun hanya tertawa dan menerima perkataan Hanifa yang terdengar seperti ejekan itu karena melihat ekspresi Hanifa yang begitu bersemangat ketika meledek member geng singkong itu. HAHAHAHAHA...
__ADS_1
Sesampainya di fakultas...
Aku melihat kerumunan teman-teman kelasku sedang berdiri dan melingkar didepan lift seperti sedang membicarakan sesuatu. Hanifa pun langsung mengambil inisiatif untuk bergabung, sementara aku langsung duduk ketika kulihat kursi besi samping lift yang kosong.
"Ah, enaknya bisa duduk" legaku.
Tak lama Hanifa berteriak dan jingkrak-jingkrakan seperti anak ayam menemukan induknya.
"Rain!!! Kita bebas perkuliahan hari ini hahaha karena ada rapat dosen jurusan!!!" katanya.
"Serius??? Hahaha tau gitu aku bobo aja dirumah" keluhku.
"Kita nonton yu? Atau hangout kemana gitu...hmm bentar deh aku telpon Arika sama Nunu dulu ya biar mereka gak usah kekampus kasian" jelas Hanifa.
Setelah Hanifa menelpon Nunu dan Arika, kami berdua sepakat akan pergi kesalah satu mall di pusat kota.
"Arika baru mau berangkat dong haha kalo si Nunu udah di lampu merah depan kasian aku suruh pada balik lagi aja!!" kata Hanifa.
"Lah terus kita gimana?" tanyaku.
Akhirnya aku memutuskan untuk meminta saudara sepupuku yang berkuliah di kampusku juga untuk membawa motorku karena Hanifa ingin aku ikut dengannya menggunakan mobil.
"Tunggu sini bentar ya, aku mau ngasih bahan laporan dulu ke si Rani diatas" kata Hanifa sambil membuka tas dan mengambil beberapa lembar hvs penuh catatan tangannya.
Sambil menunggu Hanifa, aku membuka notebookku berniat mengetik laporan kelompok yang harus dibuat untuk ekspose nanti. Setelah semalam draf laporannya muncul di grup chat kelompokku.
"Ah lupa cas lagi!" gerutuku saat melihat batre notebook yang merah.
Aku berdiri sambil mendekatkan posisi dudukku ke arah colokan yang berada di ujung kursi besi panjang ini. Namun karena kondisi kakiku yang agak kaku, aku nyaris kesusahan.
"Eh eh eh... Raina? Kaki kamu kenapa?" dengan tiba-tiba Gian muncup dihadapanku.
"Gian! Iyanih aku jatoh kemaren di kebun teh pas pulang hehe agak lecet sedikit" jawabku.
"Lah itu dagu juga? Ini sih namanya bukan sedikit! Gimana ceritanya bisa sampe begitu?" tanya Gian sambil mengamati seluruh wajahku.
"Gian sampe notice loh dagu aku luka, padahal Hanifa aja gak ngeuh sama daguku" batinku.
__ADS_1
"Hey ditanya malah bengong!" gerutu Gian sambil membantu mencolokkan kabel casan notebookku.
"Namanya juga musibah gak ada yang tau" jawabku sambil berusaha untuk duduk kembali.
Gian juga ikut duduk, dia dihadapanku sekarang. Membuat aku agak sedikit salah tingkah karena masih teringat kejadian kemarin saat Gian mengatakan perasaannya kepadaku.
"Rain, hmmmm masalah yang kemarin.. Anggap aja aku bercandaan! Jangan diseriusin ya? Kita seperti biasa aja kan?" katanya dengan agak gugup.
"Hmmm oh iyalah pasti haha udah lupain aja" jawabku gelagapan juga.
"Eh kamu mau kemana? Bukannya pulang lagi kan gak ada kuliah hari ini"tanyaku pada Gian yang juga ikut membuka laptopnya.
"Mau nyari bahan laporan kelompok haha drafnya kan udah ada, lumayan kan disini wifinya kenceng haha. Lah kamu mau kemana?" tanya Gian.
"Hmmm tadi sih Hanifa ngajakin..... Belum selesai menjawab pertanyaan Gian, Hanifa panjang umur dan berteriak dari lantai dua.
"Rain...duh maaf deh kayanya kita gak jadi nonton dulu ya soalnya si Rani malah minta kerja kelompok aja sekarang buat ngerjain laporan penelitian kemarin... Kamu istirahat aja ya?" teriak Hanifa sambil mengelus-elus rambutnya seolah mengirim kode kekesalan yang ia rasakan.
"Iyaa gak papa haha semangat fa!" sahutku.
Gian malah tertawa melihat tingkah laku Hanifa dan aku yang berteriak-teriak di lobby dan membuat teman-teman yang berada disana keheranan.
"Hahaha kenapa ketawa?" tanyaku.
"Yah lucu aja haha kalian kan keliatannya feminim eh kalo ngobrol ternyata teriak-teriak juga" ledeknya.
"Dih aku sama Hanifa juga kan manusia"jawabku.
"Iya iya... Eh rain gimana kalo kita ke perpus aja cari bahan laporan? Ya minimal sih kita dapet referensi" ajak Gian.
"Yaudah ayo! Ajakin anak dua itu juga sih" kataku.
"Mereka kan kebagian bab 3 sama 4 jadi mereka baru bisa kerja kalau ada bahan dari aku sama kamu!" jawab Gian.
(Aku dan Gian kebagian tugas mencari bahan untuk bab 1 dan bab 2 untuk pengerjaan laporan kelompok penelitian suhu kemarin)
"Ah iya, yaudah legooo!!!" ajakku.
__ADS_1