Kuliah Atau Kuli Ah?

Kuliah Atau Kuli Ah?
Drama di villa.


__ADS_3

"Kak beli jagung di yang paling jauh yuk?" ajakku.


"Haha ada yang deket kenapa harus beli yang jauh sih dek?" ledeknya.


"Biar lama naek motornya" jawabku.


"Yaudah iya, mau beli kemana?" tanyanya.


"Deket tempat teropong bintang" jawabku.


"Gak salah? itu mah kamu mau ke tempat teropong bintangnya kali" katanya.


"Emang, abis ada yang pernah janji ya mau bawa aku kesana malem-malem tapi sampe sekarang janjinya belum ditepatin gitu" ledekku.


"Iya ayok janjinya aku tepatin sekarang" pungkasnya sadar.


Sepanjang perjalanan, jalanan cukup gelap dan licin karena habis terguyur hujan sore tadi.


"Turun gih awas licin" katanya sambil memegangi tanganku.


"Emangnya bisa masuk?" tanyaku keheranan.


"Yak cobalah, kalau gak dicoba mana tau" jawabnya.


Aku takut karena kondisi sekitar sangat gelap, akhirnya aku memeluknya dari belakang.


"Kamu lagi dateng manjanya ya?" ledeknya sambil memegang tanganku yang melingkari perutnya.


"Liat gelap tau, kalau ada ular gimana? atau ada binatang gak keliatan?" kataku.


"Hahaha bilang aja mau meluk" ledeknya.


"Yaudah aku lepasin nih" jawabku.


"Enggak-enggak jangan nanti aku yang susah kalau kamu beneran digigit uler soalnya berat ngangkutnya" ledeknya lagi.


Aku mencubit perutnya dengan sangat kuat.


"Ampun-ampun" katanya kesakitan.


Kami duduk-duduk di depan halaman, sampai kulihat dia akhirnya menelpon petugas untuk meminta izin masuk.


"Nih yah kamu liat keuntungan punya cowok kaya aku, aku udah kenal sama orang dalem" katanya membanggakan diri.


"Buktiin lah jangan banyak ngomong hahaha" ledekku.


Benar saja yang dikatakannya, dia menghampiri satpam dan mereka berbicara sebentar.


"Tolong ambilin kartu mahasiswa aku didalem bagasi dong" katanya sambil melemparkan kunci motor.


Akupun membuka bagasinya, mencari dompet Andreas dan mengambil kartu mahasiswanya.


"Kita ngambil foto doang kan ya? terus nanti kamu catet hal-hal penting yang ketinggalannya" tanyanya dengan serius.


Aku hanya melamun dan tak menjawab apapun, ini dia bohong sama satpam itu biar diizinin masuk?


"Yaudah masuk aja, kebetulan didalem sedang ada kunjungan dari SMA plus juga jadi kalian bisa ikut gabung. Lagian kamu kan sering kesini, saya izinin lah kalau sebentar" kata pak Satpam tersebut.


Andreas menarik tanganku, membimbingku masuk ke ruangan utama.


"Naaaah, meskipun kita gak bisa neropong bintang karena langitnya gak mendukung tapi minimal kamu bisa liat film dokumenter dan tayangan seputar galaksi disini kan?" jelasnya.


"Iya, aku mau banget liaaaat" kataku antusias.

__ADS_1


Kamipun duduk diantara puluhan murid SMA yang sedang melakukan kunjungan malam itu. Seolah tidak ada perbedaan antara kami, karena merekapun memakai pakaian bebas.


"Tuh udah mau mulai" katanya.



.....GALAKSI ANDROMEDA....


"Wah kak ternyata andromeda itu tetangga galaksi kita ya?" tanyaku antusias.


"Iya katanya kalo di galaksi kita ada ratusan juta bintang, di andromeda ada 1 triliyun bintang loh" jelasnya.


"Wow, berarti secara diameter dan banyaknya bintang kita kalah jauh ya kak?" tanyaku.


"Iyalah padahal setiap detiknya andromeda bergerak mendekati galaksi kita, tapi menurut banyak ilmuwan di andromeda juga banyak banget blackhole. Ituloh lubang hitam yang seringkali bikin orang takut karena sifatnya yang mampu menarik benda apapun disekitarnya bahkan cahaya sekalipun. Bahkan konon terdapat lubang hitam supermasif di pusat galaksi yang memiliki massa 140 juta kali dari pada matahari kita" jelasnya panjang lebar.


"Hahaha, kakak keliatan kaya dosen deh kalau lagi jelasin sesuatu serius kaya gitu" kataku.


"Oh ya aku pantes ya jadi dosen?" tanyanya.


"Pantes, nanti aku asdosnya ya?" ledekku.


"Gak panteslah kamu jadi asdos" ledeknya balik.


"Kenapa? terus aku pantesnya jadi apa?" gerutuku.


"Jadi.... ibunya anak-anak aku"....


Gombalan yang baru saja keluar dari mulutnya hampir membuatku teriak karena geli. Aku kaget seorang Andreas bisa mengeluarkan kata-kata se cringy itu. Hahahaha tapi satu sisi aku senang sih...


"Udah selesai kan? balik yu kasian mereka nungguin jagung haha kita udah pergi satu jam loh" ajaknya.


"Iya ayo!" kataku.


"Udah semua ya?" tanyanya.


"Udah kak" jawabku.


Kamipun kembali ke villa dan mendapati Hanifa dan kak Dhika sedang berduaan didepan teras.


"Ciyeee pasangan baru" ledekku.


"Lama banget mentang mentang pasangan lama hahaha dari mana aja kalian?" kak kak Dhika.


"Habis nganter Raina nonton film di bosscha" jawab Andreas.


"Ihhhh, ko gak bilang-bilang sih? kak aku juga mau tau nonton film antariksa" rengek Hanifa.


"Diih manja hahaha" ledekku.


Saat kami berempat sedang mengupas jagung dan mengiris daging, sementara Nunu dan Arika sedang keluar untuk beli bakso. Kudengar ada suara motor yang berisik sekali diluar halaman villa.


"Na liat gih itu siapa" kata Hanifa.


Andreas dan kak Dhika sedang menyiapkan pembakaran.


Akhirnya akulah yang keluar untuk melihat siapa orang yang menyebabkan kegaduhan itu.


Kulihat ada empat orang laki-laki mungkin seusia denganku yang kelihatannya juga menginap di villa sekitaran kami.


"Tuhkan gue bilang dalemnya tuh cewe cantik, orang tadi gue liat ko ada cewek cantik masuk villa ini" kata seseorang.


"Hallo neng geulis, boleh kenalan gak?" tanyanya dengan logat sunda yang kaku.

__ADS_1


Kutebak sepertinya dia orang luar, karena pelafalannya yang kaku itu.


"Maaf, ada perlu apa ya? apa saya berisik terus ganggu kalian?" tanyaku basa basi.


"Enggak ko, justru kita kesini karena katanya yang sewa villa sebelah cakep hahaha eh kita samperin beneran cakep ternyata" kata salah satu dari mereka.


"Oh, maaf ya mas saya ada urusan kedalem" kataku ketakutan.


"Hahaha gak usah takut dong mba, kita gak ganggu ko cuma pingin kenalan. Mbanya sendirian ya di villa? saya liat tadi dua temen mbak yang cantik-cantik juga lagi keluar kan?" teriaknya.


"Enggak ko, saya sama pacar saya didalem" elakku.


Mereka malah terpancing dan turun dari motor lalu mendekati teras dan berdiri dihadapan pintuku.


"Maaf ya mas saya gak ada waktu" kataku sambil buru-buru membalikkan badan dan masuk kedalam.


Salah satu dari mereka menahan pintuku sambil berkata "duh gak bisa liat apa ya muka aku kan ganteng loh, masa ditolak mentah-mentah gini sih?" ...


Kakiku gemetaran dan takut, mereka benar-benar menyangka bahwa aku sedang sendirian.


"Kakak!!!!"


"Tolongin!!!" teriakku.


Terdengar suara langkah Andreas yang setengah berlari mendatangiku.


"Kenapa?" tanyanya sambil terlihat kaget melihat aku dikerumuni empat orang laki-laki tak dikenal itu.


"Mereka gangguin aku, ngajak kenalan tapi maksa" bisikku.


Andreas menarikku ke belakang tubuhnya.


"Maaf ada perlu apa ya ke villa saya?" katanya serius.


"Oh masnya pacarnya ya?" tanya salah satu dari mereka.


"Bukan pacar lagi, saya suaminya kita lagi honeymoon disini dan kalian ganggu waktu kami" jawabnya.


"Woooh bekas bro, kirain gadis hahaha sayang udah ada yang punya" kata mereka.


"Wah bro selamat ya, lu punya istri cantik bodynya bagus mulus waaah menarik lah pokoknya. Jagain tuh bener-bener! kita cabut ya sorry ganggu soalnya kita gak punya mainan disini"....


Andreas menepuk bahu salah satu diantara mereka dan berkata "Yaelah cupu lu, udah pergi sana"....


Sesaat setelah empat laki-laki itu pergi, aku memeluk Andreas karena masih takut dan kaget.


"Kamu kenapa gak manggil aku dari tadi?" gerutunya.


"Aku mana tau mereka niat gak bener, aku pikir mereka mau minta tolong apa nanya sesuatu" jawabku.


"Untung ajakan mereka gak ngapa-ngapain kamu" katanya sambil mengelus rambutku.


"Kan ada kakak, aku jadi gak takut" kataku.


"Sekarang aja kamu bilang gak takut, tadi kamu udah gemeteran kan?" ledeknya.


"Hahaha iyasih, tapi itu ide dari mana bilang kita lagi honeymoon hahahaha" ledekku balik.


"Mereka gak bakal berhenti kalau aku gak bilang kamu istri aku, emangnya kamu pikir aku gak tau isi pikiran mereka gimana" jawabnya.


"Hahaha iya cowok kan gitu ngeres" ledekku.


"Udah yu masuk, minta si Dhika jemputin Nunu sama Arika gih takut mereka ketemu cowok aneh itu lagi dijalan" katanya sambil mengunci pintu.

__ADS_1


__ADS_2