
Javier tak tenang menunggu kedatangan Dokter Richard karena Sky tiba-tiba pingsan begitu saja. Ia terus bolak balik seraya mengacak-ngacak rambutnya frustasi. Apa katanya? Ayahnya yang menyuruh seseorang untuk membunuh Sky saat kecil, Javier rasa itu tidak mungkin.
Sebelumnya ia sudah berusaha menjelaskan kepada istrinya jika Ataric tidak mungkin melakukan itu, ia sangat kenal Ayahnya yang sangat menghargai dan melindungi perempuan.
Bahkan di bandingkan dirinya, Ataric jauh lebih perhatian kepada para pelayan wanita di mansion nya.
Tapi sayangnya, Sky tidak percaya akan hal itu. Hanya karena tatto sayap burung garuda di leher Javier sama dengan tatto di leher perempuan yang dulu hampir membunuhnya ia berfikir itu suruhan Ayahnya.
Dan lagi, Javier belum mempunyai bukti untuk menunjukan bahwa Ataric tidak ada hubungan nya dengan trauma masa kecil Sky.
"Dimana dia?" tanya Dokter Richard yang baru datang.
"Lama sekali kau sial*n!!" Javier pun masuk ke kamar di ikuti dokter Richard.
Thomas, Sekretaris Han, Philip bahkan Athes and the geng ada di depan kamar Javier dan Sky.
Mereka kaget kala melihat Javier uring-uringan menunggu dokter Richard.
"Ada apa ini? dia kenapa?" tanya Thomas.
Sekretaris Han mengangkat kedua bahunya. "Aku tidak tahu ..."
"Apa Sky sakit?" bisik Aiden.
"Tentu saja, kalau tidak sakit tidak mungkin ada dokter," sahut Athes.
Mereka hanya menunggu dan menunggu pemeriksaan Sky oleh dokter Richard.
Sampai akhirnya mereka mendengar suara Sky berteriak.
"PERGI!! PERGI ... PERGI KAU ... AKU TIDAK MAU BERTEMU DENGANMU!!'
Semua orang menoleh satu sama lain dengan bingung.
__ADS_1
"KELUARGAMU YANG MEMBUNUH IBUKU ... IBUKU KECELAKAAN KARENA KELUARGAMU ... PERGI JAVIERR!!"
Pak Liam dan Bibi Gail berlari tergopoh-gopoh ke arah mereka mendengar jeritan Sky Alexander.
"Ada apa?" tanya Pak Liam cemas.
Semua orang melihat ke arah Pak Liam. Tapi hanya gelengan kepala yang mereka berikan sebagai jawaban.
Sampai akhirnya mereka melihat Dokter Richard dan Javier yang keluar dengan wajah tak biasa. Javier terlihat begitu frustasi sekarang.
"Jav ..." panggil Sekretaris Han.
Javier menatap sebentar Sekretaris Han sampai akhirnya ia menepis tangan Sekretaris Han dari pundaknya.
Ia menghela nafas berat lalu berteriak frustasi sampai memukul guci hiasan yang besar. Semua orang melebarkan matanya, darah keluar dari jari-jemari pria itu.
Javier terus terisak dan duduk bersimpuh di lantai. ia memukul-mukul kepalanya sendiri. Ia begitu frustasi, begitu marah, berusaha menjelaskan kepada istrinya tapi di sisi lain ia belum mempunyai bukti apapun.
Yang berani mendekati Javier di saat seperti ini hanyalah Sekretaris Han, mengingat keduanya seperti adik dan kakak.
Sekretaris Han menghela nafas. "Bicarakan dengan kami. Tidak mungkin kami membiarkan mu seperti ini sendirian."
Javier masih terisak seraya menggelengkan kepalanya pelan.
Baru kali ini Athes and the geng melihat Tuan nya begitu rapuh, menangis dengan begitu lemahnya.
"Jav ..." panggil Sekretaris Han lagi.
Bukan nya bicara Javier malah kembali berteriak frustasi.
Sekretaris Han mendengus kasar. Ia menarik tubuh Javier denga kasar dan menyeretnya ke dinding. Sekretaris Han mencengkram kerah baju pria itu.
"Kau kenapa hah? Selemah itu kau sampai menangis?! kalau ini karena Sky Alexander cerita apa yang terjadi dengan nya Javier!!"
__ADS_1
"KAMI MEMBANTUMU MELINDUNGI ISTRIMU!! KAMI MEMBANTUMU MENJAGA DIA!!"
"Apa ini ada hubungan nya lagi dengan mudork?!"
Javier menggeleng dalam isak tangisnya.
"Lalu kenapa? kenapa? KENAPA?!!"
"Ayahku ... tidak mungkin Ayahku membunuh Sky. Iyakan? Kau percaya kan? Ayahku tidak mungkin melakukan itu. IYA KAN, HAN!!"
Sekretaris Han kembali bergeming. Begitu pula dengan yang lain. Mereka masih tidak mengerti apa yang di bicarakan Javier.
Sekretaris Han menghela nafas. Ia hendak masuk ke kamar Sky tapi Javier menahan nya seraya menggelengkan kepala.
"Biarkan dia ..."
"Aku ingin meminta penjelasan darinya. Apa yang sebenarnya terjadi," ujar Sekretaris Han.
"Trauma nya kembali kambuh," pekik Dokter Richard.
"Jangan ganggu dia untuk sementara waktu, biarkan dia tenang," lanjut Dokter Richard.
"Kalau begitu, jelaskan apa yang di katakan Sky tadi!!"
Sekretaris Han menyeret tubuh Javier dengan menarik kerah belakang bajunya. Saking lemahnya Javier ia hanya menurut. Kalau pria itu sedang sadar sudah pasti Sekretaris Han terkena bogem keras dari Javier.
Yang lain hanya menatap mereka bingung. Sekretaris Han membawa Javier ke lantai tiga.
"Selain Sky, Han juga bisa menaklukan seekor macan ternyata," gumam Philip.
Pasalnya tidak pernah Philip melihat adegan dimana Sekretaris Han menyeret Javier seperti seekor anak kucing yang sedang galau.
"Apa Sky baik-baik saja di dalam sana?" gumam Jonathan.
__ADS_1
"Dia hanya butuh waktu untuk sendirian saja," jawab Dokter Richard.
Bersambung