Menikahi Mafia Kejam

Menikahi Mafia Kejam
#65


__ADS_3

Mereka sedang di dapur sekarang, Javier meminta Sky memasak nasi goreng yang rasa nya sama persis dengan yang dibuat Ataric beberapa tahun silam.


Javier tidak membantu istrinya itu, ia hanya merecoki nya dengan memeluk tubuh kecil Sky dari belakang dan menguntit kemanapun Sky melangkah.


"Aku tidak bisa memasak kalau kau terus memeluk ku seperti ini."


"Kenapa tidak? aku hanya memelukmu bukan memborgol tanganmu."


Hari ini tidak ada sarapan bersama Athes and the geng dan yang lain karena Javier hanya ingin sarapan berdua bersama Sky.


"Pakai sayur."


"Tidak. Aku tidak suka sayur."


"Sedikit saja."


"Aku tidak mau. Aku bukan kambing sepertimu."


Javier menghembuskan nafas, selalu sulit memaksa istrinya itu makan sayur.


Javier melepaskan pelukan nya dan membawa cherry dari kulkas.


"Sky kau tahu cara makan cherry yang paling enak?" tanya Javier yang menyenderkan tubuhnya di pantri dengan memegang mangkuk kecil berisi cherry.


Sky menggeleng dengan pertanyaan Javier.


"Begini, Sky." Javier memakan cherry itu mengunyah lalu mencium Sky. Pria itu memberikan cherry untuk istrinya lewat mulutnya sendiri.


"Bagaimana? enak kan?" Sky masih mematung seraya membulatkan mata lalu ia menutup mulut dengan tangan nya.


"Kau!!" Javier tertawa melihat wajah Sky dan ia kembali makan cherry kesukaannya.


Nasi goreng pun jadi, Sky menyimpan nya di meja. Javier duduk di samping istrinya dengan tangan nya yang tidak bisa diam. Sesekali mengusap rambutnya, sesekali mengusap punggung nya.


"Javier!!" Sky menatapnya horror kala merasakan tangan Javier hendak menyentuh bok*ngnya. Dan Javier hanya tertawa melihat tatapan tajam dari istrinya itu.


"Suapi aku," perintah Javier.


Sky pun menyuapi suaminya dengan sesekali tubuhnya bergerak menjauhi tangan Javier yang tidak bisa diam.


"Diamlah ..." pinta Javier.

__ADS_1


"Seharusnya aku yang bilang seperti itu, tanganmu yang harusnya diam," sahut Sky.


"Tanganmu sibuk menyuapi ku dan aku kasihan dengan tanganku yang tidak ada kerjaan ini. Jadi aku memainkan nya di punggungmu saja."


"Iya ... tapi jangan ke bawah juga!!" Sky menepis tangan Javier yang semakin turun ke bawah. Javier hanya tersenyum.


"Sky dimana cherry ku?" Javier mencari cherry nya yang tidak ada di atas meja.


"Di kulkas," sahut Sky.


"Bisa kau ambilkan." Sky mengangguk, menyimpan sendok di piring dan beranjak mengambil Cherry tapi tiba-tiba.


PLAK


Sky terperanjat kaget dan Javier tertawa tanpa dosa karena pria itu baru saja menampar bok*ng Sky.


"Javier!!" Tawa Javier malah semakin keras melihat kemarahan Sky.


Javier mengangkat kedua tangan nya ke udara. "Maaf ... maaf tidak sengaja," ucapnya di sela-sela tawa nya.


Sky mendengus dan pergi mengambil Cherry. Dan Javier tidak tinggal diam, ia mengikuti langkah Sky dan.


Javier menarik BH Sky dari luar bajunya sampai kaitan nya terlepas. Sky yang merasa kaitan pakaian dalam nya terlepas segera menutupi d*da nya.


"JAVIERR!!" teriaknya semakin keras.


Dan Javier lebih memilih kabur ke kamar dengan tawa yang tak henti.


Sky mendengus dan berlari ke atas menyusul Javier.


Pak Liam dan Bibi Gail diam-diam mengintip mereka berdua. Mereka tersenyum melihat Javier tertawa begitu lepas. Ya, walaupun tawa nya keluar karena kejailan nya terhadap Sky.


"Bukankah mereka lucu?" ujar Bibi Gail.


"Tentu saja," jawab Pak Liam. "Sejak kapan Tuan Javier mau bermain kejar-kejaran seperti itu."


"Aku seperti melihat Tuan kecil yang bermain dengan Tuan Ataric." Bibi Gail mengingat moment dimana Javier dan Ayahnya main kejar-kejaran di mansion ini saat Javier masih kecil.


Tapi semenjak kematian Ataric, Javier berubah menjadi dingin dan murung. Javier juga lebih suka sendirian sepeninggal Ayahnya.


Sky mengedor-gedor pintu kamar karena Javier menguncinya dari dalam.

__ADS_1


"Javier buka!!"


"Tidak!!" teriak Javier dari dalam.


"Javier!!"


"Hahahaha." Pria itu malah tertawa keras.


Sky terus memainkan knop pintu. "Baiklah, kalau kau tidak mau membuka nya aku akan keluar dari mansion ini!!" ancam Sky.


Cekrek.


Pintu pun terbuka terlihat ekspresi tajam dari Javier. "Jangan harap bisa keluar dari mansion ku!!"


"Kalau begitu rasakan ini!!"


"Aaakkhhh ..."


Sky mencubit keras perut Javier. Sebenarnya tidak sakit hanya Javier pura-pura berteriak kesakitan agar Sky senang.


Javier segera menangkap kedua tangan Sky. "Oke ... oke aku minta maaf," ucapnya dengan terkekeh pelan.


"Kenapa kau terus tertawa?" Sky menekuk wajahnya tidak terima.


Javier memainkan kedua pipi istrinya. "Karena aku bahagia di dekatmu."


"Akkhh ... sakit." Sky segera menjauhkan tangan Javier dari pipi nya karena pria itu malah mencubit pipi gembul nya.


Dan lagi Javier kembali tertawa.


"Bagaimana kalau nonton kartun kesukaanmu?"


Sky menghela nafas dan akhirnya mengangguk tapi ketika ia masuk ke kamar melewati Javier.


PLAK


Pria itu kembali menampar bok*ng Sky.


"JAVIERRR!!!"


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2