Menikahi Mafia Kejam

Menikahi Mafia Kejam
#132


__ADS_3

Sky menangis di pelukan Javier di depan makam Elsa. Aleza dan Aliandra begitu histeris melihat kepergian Ibunya. Dan Herry berusaha menenangkan anak-anaknya.


"Bagaimana?" tanya Javier kepada Sekretaris Han.


Sekretaris Han menggeleng. "Sebelum masuk ke ruangan itu, dia menghancurkan semua cctv."


Javier menghela nafas. "Apa tidak ada cctv di jalan menuju RSJ?"


"Ada, dia memakai motor besar tanpa plat nomor. Dia juga memakai helm, sedikit sulit untuk mengenali pelaku," sahut Sekretaris Han.


Aleza kini menatap geram Sky dan menarik perempuan itu dari pelukan Javier.


"Ini semua salahmu!!" teriak Aleza. "Ibuku mati karena kau!!"


Javier melindungi istrinya. "Hentikan!! Jangan sekali-kali kau menyentuh istriku!!"


"Aleza cukup!!" Herry menahan Aleza.


"Untukku itu impas, Alexa mati karena Ibumu dan Ibumu mati karena di bunuh seseorang!!" ucap Javier.


"Tapi kau harus tahu, bukan kami yang membunuh Elsa!!" lanjut Javier.


Aleza kembali menangis di pelukan Herry.


"Aku akan mencari pelaku itu," ucap Javier yang kemudian membawa Sky pergi dari makam Elsa.


Javier dan yang lain kembali ke mansion. Ketika di halaman seorang satpam mendatanginya.


"Maaf Tuan, ada surat untuk anda."


"Dari siapa?"


"Saya tidak tahu, Tuan."


Javier mengambil surat itu lalu menoleh ke arah Sky. "Masuklah dulu. Aku harus berbicara dengan yang lain."


Sky mengangguk, Javier menepuk pundak Sky sebelum gadis itu pergi ke kamar.


Mereka semua berkumpul di lantai tiga, ada Sekretaris Han, Philip, Thomas dan Athes and the geng.


Javier membuka surat yang bertuliskan.


Kau tidak membunuh Elsa dan Hanna. Biarkan aku yang membunuh mereka dan membalas kematian Alexa. Jaga putriku baik-baik, aku akan segera menemui putriku.


^^^Xander^^^


Javier melebarkan matanya.


"Ada apa?" tanya Sekretaris Han.


"Ayah kandung Sky yang membunuh Elsa dan Hanna."


Mereka saling menoleh heran, bagaimana bisa Ayah kandung Sky membunuh Elsa.


"Itu artinya Ayah kandung Sky bukan orang biasa?" ucap Thomas yang di beri anggukan kepala oleh Javier.

__ADS_1


"Ayah kandung Sky berani membunuh seseorang seperti kita," bisik Aiden kepada Jonathan.


"Iya, dia lebih parah. Karena membunuh perempuan," sahut Jonathan tak kalah berbisik.


"Itu artinya Ayahnya jauh lebih kejam dari pada Javier." Sergio ikut menimbrung.


Jonathan dan Aiden menganggukan kepala tak percaya gadis polos seperti Sky bisa mempunyai Ayah kandung sekejam itu.


"Cari tahu tentang Xander," ucap Javier menoleh ke arah Thomas.


"Kalau dia pernah melakukan tindak kriminal seharusnya namanya tercatat di kantor polisi," lanjut Javier.


"Akan lebih sulit jika ternyata dia sama seperti kita," ujar Sekretaris Han.


"Ya, kalau dia mafia juga bagaimana? Adakah pemimpin mafia masuk sel?" hardik Philip. "Kau saja pernah membunuh tidak ada yang berani menangkapmu."


"Benar juga." Javier memijit-mijit keningnya frustasi.


"Kalau pun dia mafia, identitas nya juga pasti sulit di cari, identitasmu saja tidak banyak tersebar di internet bukan?" ujar Sekretaris Han.


Dan tiba-tiba ponselnya bergetar, sebuah pesan masuk.


Kau sedang mencari ku, Javier? tenang saja, identitas ku bukan sebuah rahasia. Kau bisa mencari nya di internet. Tapi jangan kaget jika kau tiba-tiba mengenalku. Aku titip putriku ...


...💥💥💥...


Sore hari Aliandra mengunjungi rumah baru yang di belikan oleh Javier. Ia di antar Athes and the geng ke rumah ini.


"Waaaahhhh ... luas sekali." Jonathan berkeliling mengedarkan pandangan nya.


"Hey kemari-kemari." Sergio memanggil mereka semua.


"Lihat, kolam renang nya luas sekali."


BYURR


Athes mendorong Sergio sampai jatuh ke kolam renang.


"Hahahaha." Semua orang tertawa, kecuali Aliandra.


Yang lain sibuk main air sementara Nicholas memperhatikan Aliandra.


"Kau tidak senang?" tanya Nicholas.


"Senang," sahut Aliandra.


"Aku tahu, kau sedih karena kepergian Ibumu. Iya kan?"


Aliandra menghela nafas. "Aku tahu kesalahan Ibuku, aku tahu dia jahat. Tapi kenapa hukuman nya seperti ini."


"Manusia hanya ingin keadilan." Nicholas duduk di dekat kolam.


Aliandra ikut duduk di samping lelaki itu.


"Walaupun keadilan itu harus menghilangkan nyawa seseorang ... bukan Tuan Javier dan bukan juga Yakuza yang membunuh Ibumu."

__ADS_1


"Tapi ada orang lain yang mungkin sangat kehilangan Alexa sampai membunuh Ibumu hanya untuk mendapatkan keadilan itu," lanjut Nicholas.


Nicholas tidak memberitahu kalau yang membunuh Elsa adalah Ayah kandung Sky.


"Kau pernah kehilangan seseorang?" tanya Aliandra.


"Tentu saja, Ibuku mati di perk*sa padahal dia tidak pernah menganggu pelaku dan tidak mengenalnya juga," sahut Nicholas seraya menyalakan rokok di tangan nya.


Aliandra mengerutkan dahi nya, ia bingung kenapa Nicholas bisa berbicara sesantai itu.


"Kau sudah ikhlas menerima kepergian Ibumu?" tanya Aliandra.


"Aku ikhlas karena berhasil membunuh pelaku."


Aliandra melebarkan matanya.


"Kenapa? kau kaget?" tanya Nicholas.


"Aku tahu membunuh itu pembalasan yang salah. Tapi pelaku jauh lebih salah karena membunuh seseorang yang tidak bersalah, benar bukan?" lanjut Nicholas seraya tersenyum miring.


Athes datang menghampiri mereka dan mengambil sebatang rokok. Dia mendengar percakapan Aliandra dan Nicholas karena kebetulan Athes berdiri tak jauh dari mereka.


"Kita semua masuk di dunia hitam karena rasa sakit," ucap Athes.


"Yakuza adalah dunia hitam kita. Kau tahu, kenapa Tuan Javier bisa menjadi pemimpin Yakuza yang sulit di kalahkan bahkan di takuti mafia yang lain?" tanya Athes.


Aliandra menggeleng.


"Mau rokok tidak?" Nicholas menyodorkan rokok di sela-sela pembicaraan mereka.


"Aku tidak merokok."


"Oh ..."


"Orang tua nya dulu di bunuh oleh sahabatnya sendiri. Dan itu rasa sakit terbesar Tuan Javier yang membuat dia akhirnya mau belajar bela diri hanya untuk mencari si tua itu ... siapa namanya?" tanya Athes kepada Nicholas.


"Baba Yaga," sahut Nicholas.


"Ya, Baba Yaga. Dia yang membunuh Tuan Ataric."


...💥💥💥...


Sementara itu di malam hari, Javier duduk di depan laptop di ruang kerja nya. Ia hendak mencari identitas Xander.


Jari nya sedikit ragu untuk mengetik nama Xander. Mengingat di pesan itu Xander bilang untuk jangan kaget jika tiba-tiba Javier mengenal nya.


Walaupun Javier berusaha mengingat-ngingat, tetap saja ia merasa tidak kenal dengan seseorang yang bernama Xander.


Kemudian Javier mengetik nama Xander di situs internet itu. Ia menghela nafas sebelum menekan tombol pencarian.


Dan ketika ia menekan nya. Javier membulatkan mata kala melihat foto itu.


"Baba Yaga ..." gumam nya.


Jadi selama ini, Sky anak kandung dari pembunuh Ayahnya.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2