Menikahi Mafia Kejam

Menikahi Mafia Kejam
#108


__ADS_3

Hari ini adalah hari ulang tahun Sky yang ke dua puluh satu tahun.


Sky berjalan dengan lesu di trotoar untuk sampai ke taman. Sesekali ia menendang kerikil kecil yang menghalangi jalan nya.


Tidak ada yang spesial di hari ulang tahun nya. Tidak merayakan nya bersama keluarga, tidak juga merayakan nya bersama suaminya.


Ia pikir tahun ini, tahun yang berbeda dari sebelumnya. Sky pikir ulang tahun nya akan mengesankan bersama Javier. Tapi nyatanya, masalah datang ke dalam pernikahan mereka yang membuat keduanya tak lagi banyak bicara.


Ah, bukan Javier yang tak banyak bicara, tapi dirinya sendiri yang terus menjauh.


Ponselnya bergetar, ia mengambil ponsel itu dari tas dan membuka sebuah pesan dari Liana.


*Happy birthday sahabatku yang paling cantik. Semoga kau tidak lebih cantik dariku hehehe. Aku tidak bisa merayakan ulang tahunmu yang sekarang karena aku harus pergi bersama Ibuku. Maafkan aku ya, Sky. Tapi aku sudah mengirim hadiah untukmu. Aku mengirim badut untuk menemani mu sepanjang hari.


......salam cantik dari sahabatmu ... Liana* ......


Sky menghela nafas. Lihat, tidak ada yang spesial sekarang. Liana yang selalu merayakan ulang tahun setiap tahun dengan nya juga tidak bisa untuk tahun ini.


Sky mendengus, sekarang ia menendang kerikil dengan keras dan berjalan menghampiri kursi panjang di taman.


Tak lama kemudian sebuah badut beruang coklat menghampirinya, badut ini berjalan mengendap-ngendap dan menutup mata Sky dari belakang.


"Hei siapa kau!!" Sky terus berusaha melepaskan tangan si badut sampai akhirnya ketika ia berhasil Sky membalik.


"Kau ... badut hadiah Liana?"


Si badut mengangguk seraya menggoyang-goyangkan tubuhnya. Dan itu membuat Sky tertawa seketika.


"Siapa namamu?" tanya Sky.


Badut itu menggeleng dengan masih menggerakan tubuhnya ke kanan dan ke kiri, ah lucunya.


"Jadi kau tidak punya nama?" ujar Sky.

__ADS_1


Badut itu kembali menggeleng.


Sky mengangguk-ngangguk dengan tersenyum. "Oke ... aku akan memberimu nama ... Teddy, bagaimana?"


Teddy mengangguk penuh semangat. Sky tersenyum bahagia, lalu menghampiri badut itu dengan pelukan.


"Terimakasih ... karena menemani hari ulang tahunku. Aku pikir aku merayakan nya sendirian," lirih Sky.


Teddy awalnya bergeming dengan pelukan dari Sky karena kaget gadis ini tiba-tiba memeluknya. Sampai akhirnya perlahan ia membalas pelukan Sky seraya mengusap kepalanya.


"Kemari lah ... aku ingin cerita." Sky menarik tangan Teddy untuk duduk di kursi panjang.


"Kau mau mendengarkan ceritaku?"


Teddy mengangguk.


"Kau tahu namaku?" tanya Sky.


Teddy mengangguk lalu tangan nya menunjuk ke atas dengan artian dia tahu kalau gadis di depan nya bernama Sky yang artinya langit.


"Kau tahu tidak, langit tidak akan indah tanpa bintang. Tapi bintang selalu ada bersama bulan ..." Sky menjeda ucapan nya, ia menghela nafas berat.


"Tapi sekarang bintang dan bulan itu sedang bermusuhan ..." Ia berbicara dengan nada lemah, seakan sakit dan juga rindu terhadap si bulan yang tak lain suaminya sendiri.


"Aku merindukan bulan ..."


Teddy masih diam mendengarkan.


"Kau tahu ... aku seperti langit yang mendung sekarang."


Teddy mengeluarkan sesuatu dari saku kostum badut nya. Dan memberikan nya kepada Sky.


Sky membuka kertas putih yang di berikan Teddy.

__ADS_1


Aku ingin melihatmu menjadi langit yang cerah lagi.


Sky tersenyum membaca tulisan dari Teddy.


"Kapan kau menulis ini? apa Liana memberitahu kalau aku sedang sedih?"


Teddy dengan cepat mengangguk.


Sky tersenyum. "Terimakasih ... Liana memang sahabatku yang paling baik."


Dan Sky kembali memeluk Teddy. Teddy menepuk-nepuk punggung Sky sampai akhirnya ia mendorong tubuh Sky untuk memberikan sebuah hadiah.


Teddy mengambil sebuah kalung dari saku kostum badut nya. Kalung bulan sabit itu ia berikan untuk Sky.


Sky membinarkan matanya senang.


"Hei, ini sangat indah. Apa ini dari Liana?"


Teddy mengangguk.


Sky mengambil kalung bintang dari saku nya. Ia melihat kedua kalung itu dengan tersenyum.


Teddy segera mengambil kedua kalung itu dan menempelkan nya. Kalung bulan sabit dan kalung bintang itu saling menempel karena ada magnet dari keduanya.


Sky melebarkan matanya, gadis itu semakin senang dan berakhir memeluk Teddy lagi.


"Ini sangat bagus ... aku suka, terimakasih."


Gadis itu tidak tahu kalau seseorang yang ada di balik kostum badut adalah suaminya sendiri, Javier.


Javier tidak mungkin melupakan hari ulang tahun istrinya. Pagi tadi ia datang ke cafe X untuk bertemu Liana dan membantu nya bertemu dengan Sky walaupun harus memakai kostum badut.


Tak apa, setidaknya dengan ini ia bisa merasakan lagi memeluk istri tercinta nya. Setidaknya ia juga tahu kalau masalah ini datang tidak hanya membuat Javier sedih tapi Sky juga.

__ADS_1


Ia pikir Sky begitu membencinya, nyatanya gadis itu juga merindukan nya. Dan kalimat rindu dari Sky membuat Javier semakin semangat mencari Hanna.


Bersambung


__ADS_2