
Sky segera mendorong Javier sampai suaminya itu jatuh tersungkur ke belakang kala matanya menangkap sosok sekretaris Han datang ke balkon.
"Akkhh!!" Javier meringis.
"Kau kenapa?!"
"Se-sekretaris Han."
Javier menoleh ke belakang, tidak ada siapapun.
"Dia sudah pergi," ujar Sky.
"Menganggu saja!!" Javier pun masuk ke dalam menyusul sekretaris Han. Karena pasti ada sesuatu yang penting jika sekretaris nya itu datang menghampirinya.
"HAN!!" teriak Javier.
Sekretaris Han pun berhenti dari lari terbirit-birit nya.
Ia membalik. "I-iya, tuan."
"Ada apa?"
"A-anu ..." Sekretaris Han menggantung kalimatnya kala melihat Sky masuk dengan pandangan menunduk ke lantai. Gadis itu sedang menyembunyikan lehernya.
"Ada apa?!" tanya Javier kembali.
"Thomas menemukan sesuatu tentang penyerangan di hotel. Kita akan membahasnya nanti malam."
"Oke, suruh mereka kesini. Aku sedang malas keluar dari mansion."
"Baik, tuan."
Sekretaris Han masih meneliti tingkah Sky yang masih saja menunduk ke bawah.
"Nyonya, apa anda baik-baik saja?" Tidak ada jawaban hanya anggukan kepala yang Sky berikan.
Javier menoleh ke arah Sky, menarik sudut bibirnya kala melihat istrinya menunduk seperti itu.
"Sky baru saja praktek sesuatu denganku," jawab Javier membuat keduanya mendongak ke arahnya.
Sekretaris Han menaikkan satu alisnya tidak mengerti tapi sedetik kemudian pandangannya turun ke leher Javier dan menemukan bekas merah di sana. Bekas merah yang masih terlihat samar, Sky belum handal sepertinya.
Kemudian Sekretaris Han hendak melihat ke arah Sky tapi gadis itu segera menunduk kembali.
"O-oh oke. Lanjutkan praktek kalian. Se-semoga hasilnya memuaskan." Sekretaris Han tersenyum tipis lalu pergi meninggalkan mereka.
Javier kembali menghampiri Sky dan memeluk gadis itu.
"Kenapa menunduk seperti itu hm? malu ya?"
Sky masih diam.
Javier mendekat kan bibirnya ke telinga Sky berbicara dengan nada sensual dan berat. "Mau praktek lagi?"
Sky menggeleng.
Javier menaikkan satu alisnya. "Kenapa hm?" Ia mengusap rambut yang menghalangi wajah istrinya.
"A-aku malu ... tadi Athes dan yang lain melihat kau menciumku ... sekarang sekretaris Han melihat aku mencium mu ...," ujar Sky dengan memajukan bibirnya cemberut.
Javier terkekeh. "Kau kan istriku ...," ucap Javier dengan meraup kedua pipi gembul istrinya.
Sky hanya diam memandang Javier.
"Sekarang, aku akan memberimu nilai. Berapa ya untuk pelajaran hari ini." Javier berjalan mendekati cermin kecil di dekat meja. Lalu ia melihat hasil maha karya istrinya itu di leher.
Sky hanya menaikkan satu alisnya tidak mengerti. Nilai apa yang akan dia dapatkan?
__ADS_1
"Eumm ... Sky." Javier kembali berbalik ke arah Sky.
"Aku memberimu nilai lima puluh. Ini masih samar, aku ingin bekas yang sangat merah. Kau gagal dan nanti malam kau remedial ya!"
Sky membulatkan mata. "Remedial apa? kau pikir kita sedang main sekolah-sekolahan?"
"Memang!! Aku kan guru nya dan kau muridku. Lihat leherku." Javier menunjuk lehernya.
"Praktek mu gagal! kau remedial, Sky Alexander!!"
Sky mendengus. "Kalau aku harus remedial apa aku juga akan mendapatkan ijazah setelah lulus?"
"Tentu saja!" Javier berjalan mendekati Sky dengan kedua tangan di saku dan ia berbicara tepat di telinga Sky dengan penuh penekanan.
"Ijazah nya bukan kertas. Tapi anak yang akan kau kandung," ucapnya seraya tersenyum miring.
Sky hanya mengigit bibir bawahnya mendengar ucapan Javier. Anak? Ia akan punya anak dari Javier. Apa itu benar-benar akan terjadi? Apa Sky benar-benar bisa mendapatkan ijazah itu?
...💥💥💥...
Sore hari Javier dan Sky duduk di sofa yang berada di kamar mereka.
Mereka menonton tv bersama, hanya Javier yang fokus menonton berita seraya Sky menyenderkan tubuhnya di dada milik suaminya itu.
Ting.
Ponsel Sky berbunyi, ia mengambil ponselnya dari meja dan mendapati nama Aliandra yang mengirim pesan.
Aliandra : Kakak apa kabar?
Sky tersenyum lalu membalas pesan dari adik laki lakinya itu.
Sky : Baik, Al. Kamu apa kabar?
Aliandra : Baik juga, kak. Aku rindu masakanmu, Kak.
Sky : Pasti rindu nasi goreng buatan ku. Iya kan?
Aliandra : Hari ini mama masak nasi goreng juga. Lihat.
Aliandra mengirim foto nasi goreng kepada Sky.
Sky : Uhhh ... nasi goreng kecap pasti enak.
Aliandra : Itu bukan kecap, itu gosong.
Sky membulatkan mata, ia kira itu kecap ternyata gosong.
Sky : Hahaha benarkah? bagaimana rasanya nasi goreng gosong itu, Al?
Aliandra : Sebelum aku makan aku sudah kenyang duluan melihatnya, Kak.
Sky cengengesan membuat Javier seketika merebut ponselnya.
"Kau ini kenapa tertawa sendiri." Javier melihat pesan dari Aliandra.
"Aliandra? adikmu itu kan?" Sky mengangguk.
Javier mengingat hari dimana ia mabuk dan sekretaris Han memberitahu kalau Sky pergi ke rumah ayahnya dan hendak di tampar oleh Elsa, tapi Aliandra membantunya.
"Hari itu ... kau pergi ke rumah ayahmu?" Sky mengangguk.
"Bagaimana mereka? mereka memperlakukan mu dengan baik?"
Sky mengangguk lagi. "Tentu saja."
Sky tidak tahu kalau Javier sudah tahu semuanya dari sekretaris Han. Ia hanya memandang istrinya dengan penuh arti.
__ADS_1
Kau hampir di tampar tapi masih bisa bilang mereka memperlakukan mu dengan baik. Kenapa tidak jujur saja, Sky.
Ia memeluk tubuh istrinya. "Aku tidak suka ada yang menyakitimu, Sky."
Sky membalas pelukan suaminya dengan bingung, kenapa tiba-tiba Javier berbicara seperti itu.
"Bagaimana kalau ada orang yang menyakitiku?" Sky bertanya iseng.
"Aku akan membunuhnya!"
Sky melepas pelukannya mencubit perut Javier.
"Aakkhh!! Sakit ..." Javier meringis.
"Membunuh manusia seperti membunuh kecoa, ya!"
"Aku tidak suka ada yang menganggu mu. Sekalipun itu keluargamu sendiri!!"
"Tidak ada yang menyakitiku!!" Sky mengambil remot di meja dan mengganti berita menjadi kartun.
"Kenapa kau nonton si botak itu, Sky?!"
"Aku suka. Ini seru."
Javier menghela nafas, selain polos istrinya ini seperti anak kecil. Dia malah nonton upin ipin di tv.
Terpaksa Javier ikut menonton.
Tok tok tok
"Masuk!"
Sekretaris Han masuk.
"Tuan ..."
Betul ... betul ... betul ...
Sekretaris Han menggantung ucapan nya kala mendengar suara kartun. Ia mengalihkan pandangannya ke tv dan beralih ke wajah Javier.
"Bukan aku, Sky yang menonton!" Javier sudah tahu isi pikiran sekretaris nya itu. Han pasti heran melihat dirinya menonton kartun upin ipin secara Javier dari dulu tidak suka kartun.
Sementara Sky masih fokus dengan kartun nya dengan sesekali tertawa.
Sekretaris Han menggelengkan kepala.
Kau benar-benar membawa hidup yang baru untuk tuan Javier, nyonya Sky.
"Ada apa, Han?"
"A-anu ... Thomas dan Philip sudah disini."
"Bukan kah nanti malam kita membahasnya?"
"Iya, tapi mereka sudah datang sekarang, tuan."
Javier menghela nafas, kenapa mereka datang sore hari seperti ini.
"Keluarlah, aku akan menyusul."
Sekretaris Han mengangguk lalu keluar dari kamar.
"Sky," panggil Javier. Sky menoleh.
"Aku ada urusan sebentar, kau disini jangan kemana-mana." Sky mengangguk.
"Bersiaplah untuk remedial nanti malam." Sky membulatkan mata sementara Javier tersenyum miring, mengelus rambut istrinya itu lalu keluar dari kamar.
__ADS_1
Bersambung...
Kira kira Sky bakalan dapet ijazah dari Javier ga ya kalau lulus 🤔