
Mereka tiba di mansion Xander. Dua bayi kembar itu tidur terlelap di box bayi dan Ibunya juga tidur di ranjang.
Javier keluar dari kamar mandi melihat si kembar terlebih dahulu. Senyuman terlihat di wajahnya lalu berjalan menghampiri Sky.
Ia menarik selimut untuk istrinya itu, mengelus kepala Sky dan menciumnya.
"Kau pasti kelelahan Mommy ..."
Perlahan ia beranjak keluar kamar membiarkan istri dan anak-anaknya tertidur.
Di bawah Athes and the geng sedang membersihkan beberapa mainan yang baru saja mereka beli atas perintah Javier. Ada mobil-mobilan, robot, pesawat, boneka, alat masak mainan dan masih banyak lagi.
"Anakmu belum ada satu minggu tapi lihatlah mainan yang kau beli, banyak sekali!!" ucap Sekretaris Han.
"Bersihkan sajalah!! gaji kalian aku naikkan tiga kali lipat hanya membersihkan mainan anakku. Untung bukan?"
"Dan nanti tolong jemur baju anak-anakku. Aku ingin memastikan bajunya bersih."
"Itu sudah di cuci Javier, berapa kali kita harus mencuci baju anakmu," kesal Thomas.
Javier berjalan menghampiri Xander di dapur.
Philip berdecak. "Gajih naik, tapi harga diri kita yang turun. Bukan nya main senapan malah di suruh jemur baju."
"Kalau bukan karena gajih yang naik aku juga tidak akan mau," ucap Thomas.
Mereka pun dengan pasrahnya membersihkan semua mainan itu. Athes and the geng membersihkan mainan seraya bercanda sementara Keenan terlihat sibuk dengan berkas-berkas perusahaan.
Sekretaris Han yang melihat itu menghampiri Keenan dan duduk di sampingnya.
"Gantian, biar aku saja. Kau bersihkan bus itu." Sekretaris Han menunjuk bus mainan berwarna biru di dekat Philip.
Keenan menggeleng. "Tidak, aku tidak mau!!
"Cepatlah, biar aku saja. Aku juga seorang Sekretaris, mengerjakan semua berkas sial*n ini aku juga mengerti!!"
Sekretaris Han sebenarnya sudah muak membersihkan semua mainan itu, bosan sekali.
"Masalahnya ini perusahaan Valaric, bukan De Willson!! jadi kau tidak bisa sembarang mengurus perusahaan orang lain!! atau kau ingin menjatuhkan Valaric group ya?!!"
"Cih, untuk apa menjatuhkan perusahaan yang berada di bawah De Willson group!!"
__ADS_1
"Hei, Valaric lebih besar!!" kesal Keenan.
"Besar darimana, Valaric tetap berada di bawah De Willson!!"
"De Willson pernah hampir bangkrut karena pemimpin nya bod*h!!"
Keenan membahas Javier yang hampir menghancurkan perusahaan nya sendiri karena di tinggalkan oleh Sky.
"Hanya karena di tinggalkan wanita saja perusahaan sampai berada di ujung tanduk. Lihatlah Xander, di tinggal mati saja perusahaan nya tetap berjaya!!"
"Itu karena Xander cinta nya tidak terbalaskan, berbeda dengan Javier yang awalnya saling mencintai!!" kesal Sekretaris Han.
Semua orang tampak mengerutkan dahi nya menatap bingung dua Sekretaris yang suka bertengkar itu.
Termasuk yang menjadi topik pembahasan pun hanya bisa mendengarkan ocehan mereka. Xander dan Javier sedang memasak di dapur, tapi suasana ricuh yang di akibatkan Keenan dan Sekretaris Han membuat mereka penasaran. Ada apa sebenarnya.
"Tapi itu artinya Javier lemah!! tidak profesional dalam bekerja!!"
"Kau sepertinya tidak pernah merasakan bagaimana rasanya di tinggalkan seseorang yang kau cintai, itu sebabnya kau tidak akan mengerti!!" kata Sekretaris Han menatap tajam Keenan.
"Terus kau pernah merasakan nya? kau pernah di tinggalkan sampai membela Javier hah?!!"
Sekretaris Han tak mampu menjawab lagi, karena sebenarnya ia juga pernah merasakan di tinggalkan seseorang.
"Kenapa kau diam?!! teriak Keenan.
"Pernah kau merasakan nya?!!"
Sekretaris Han hanya berdecak lalu pergi meninggalkan Keenan tidak mau membahasnya lagi.
Semua orang semakin bingung melihat mereka. Awalnya membahas perusahaan kenapa malah membahas pernah saling di tinggalkan atau tidak.
Javier mengikuti arah pandang kepergian Sekretaris Han. Pria itu keluar mansion.
"Setiap hari ribut terus," keluh Xander yang tidak mendapatkan ketenangan setelah kehadiran anak buah Yakuza.
Javier menyimpan pisau di meja, tadi ia sedang memotong-motong kentang. Pria itu segera menyusul Sekretaris Han dan yang lain memilih kembali ke kegiatan nya masing-masing. Yaitu, membersihkan mainan.
Sekretaris Han menyalakan rokok di tangan nya, menghembuskan asap rokok itu di udara lalu mengeluarkan ponsel dari saku nya.
Ia menggulir layar ponsel dengan jari nya, membuka galeri foto. Dan menatap foto seorang gadis yang saat itu berusia empat belas tahun.
__ADS_1
Gadis itu bernama Kara, adik kelas Javier dan Sekretaris Han saat sekolah dulu.
Kara berusia empat belas tahun saat sering bermain dengan Javier dan Sekretaris Han. Mereka hanya berbeda dua tahun dengan Kara.
Tapi karena di usia Javier dan Sekretaris Han yang ke enam belas tahun di tinggalkan oleh Ataric, mereka pun jarang bertemu lagi dengan Kara dan jarang main bersama karena kedua pria itu sibuk belajar bela diri.
Keduanya pun tidak tahu dimana Kara sekarang.
"Kau masih memikirkan nya?" tanya Javier dari belakang tubuh Sekretaris Han.
Sekretaris Han tidak tahu kalau sedari tadi Javier berdiri memperhatikan dirinya yang memandang foto Kara.
Sekretaris Han langsung memasukan ponselnya ke saku.
"Tidak ... aku tidak memikirkan nya."
"Cih, bohong sekali!!" Javier pun berjalan selangkah lebih dekat dengan Sekretaris Han.
"Sekarang dia sudah dua puluh delapan tahun mungkin, dia pasti sudah menikah dan punya anak," ucap Javier.
"Hmm."
Hanya deheman dari Sekretaris Han walaupun sebenarnya ucapan Javier sedikit menganggu pikiran nya.
Javier yang paling tahu, kalau Kara pernah menyukai Sekretaris Han saat kecil dulu.
"Bagaimana kalau dia benar sudah menikah?" tanya Javier lagi.
"Bukan urusanku!!" jawab Sekretaris Han datar.
Javier menghela nafas. "Bukan urusanmu tapi kau masih melihat fotonya."
Dan tiba-tiba alarm berbunyi di dalam mansion.
"Apa itu?" tanya Sekretaris Han sedikit terlonjak dengan suara alarm itu.
"Anakku menangis, aku masuk dulu. Berhentilah memikirkan seseorang yang mungkin sudah menikah dengan orang lain sekarang." Javier menepuk pundak Sekretaris Han sebelum masuk ke mansion.
Javier sengaja menyimpan alarm pendeteksi suara agar semua orang bisa mendengar jika si kembar menangis.
Bersambung
__ADS_1