
"Siapa yang mendukung perempuan itu tadi?!" Tanya Sky dengan bersidekap dada menatap horror mereka semua.
Thomas segera menunjuk suporter Zivania. Tim Philip dan yang lain menggeleng dengan cepat, karena mereka yang berteriak untuk Zivania tadi.
"K-kami hanya berteriak, bukan membela." ujar Jonathan.
"Sama saja bod*h!!" ujar Sekretaris Han.
Sky mendengus ke arah Jonathan dan yang lain lalu berjalan menubruk para pria di depan nya itu.
Dengan tangan bersidekap dada ia melangkah kesal ke kamarnya dengan raut wajah yang mengkerut.
Di sepanjang jalan ia terus mendumel sendirian.
"Apan-apaan, dia bilang aku gendut padahal tubuhku sudah bagus!!"
"Lihat dirinya, kurus keremp*ng seperti itu!! seperti orang yang tidak di beri makan!!"
"Semua model tubuhnya bagus tapi tubuh dia malah lurus seperti itu, cih!!"
"Dasar model tidak punya harga diri!!"
"Dan kenapa ada orang yang mendukung dia di Mansion ini!! Aku tidak akan mau berbicara dengan orang-orang yang mendukung si model mur*han itu!!"
Saking asiknya mendumel sendirian Sky sampai mengacuhkan suaminya yang mengulurkan tangan meminta bantuan.
Gadis itu kembali ke atas dan.
BRAKH
Lagi-lagi Sky membanting pintu kamarnya dengan keras.
Semua orang menengadah menatap pintu kamar yang sudah tertutup itu tanpa berkedip.
Kemarahan Sky kali ini lebih parah dari pertengkaran dia bersama Carla dulu.
Ketika bertengkar dengan Carla, Thomas dan Philip mendukung perempuan itu dan Sky tidak marah sama sekali.
Tapi lihatlah sekarang, bukan hanya suaminya yang di tendang tapi suporter Zivania juga akan di musuhi olehnya.
__ADS_1
Thomas menggeleng melihat pintu kamar Sky. "Aku merasa Javier salah mengirim benih. Bukan benih anak yang dia kirim ke tubuh istrinya, tapi virus kekejaman nya yang dia kirim."
"Lihat, kenapa Sky semarah itu sekarang?" lanjut Thomas.
"Mati kalian kalau di musuhi macan betina di mansion ini," ujar Sekretari Han menoleh ke arah Philip, Jonathan, Samuel dan Nicholas.
"Lihat, macan jantan nya saja kalah," lanjut Sekretaris Han menoleh ke arah Javier yang sedang berusaha untuk bangun dengan memegang besi tangga.
Suporter Zivania hanya menghembuskan nafas pasrah jika setelah ini mereka akan kena bogem si gembul Sky.
Pak Liam dan Bibi Gail datang dengan tergopoh-gopoh membantu Javier berdiri.
Javier menghela nafas setelah berjuang mati-matian hanya untuk berdiri dari tendangan keras istrinya.
Ia menghela nafas lalu menatap tajam anak buah dan sahabatnya itu.
"Ini semua gara-gara kalian!! aku sudah bilang pisahkan mereka bukan malah menjadi tontonan!!"
"Kau saja yang berusaha memisahkan istrimu berakhir dengan tendangan seperti itu, Jav. Mana mau aset kami di tendang seperti itu," sahut Sekretaris Han.
Javier mendengus lalu beralih menaiki anak tangga tapi pak Liam menahan nya.
"Kenapa?" tanya Javier.
"Dulu ketika Bibi Gail marah kepadaku, dia akan lebih marah jika di dekati. Tunggu sampai nyonya tenang dulu. Kalau tidak, akan ada barang yang melayang ke wajahmu."
Plak
Bibi Gail menampar bahu Pak Liam sampai pria paruh baya itu terkejut dan mengelus bahu nya sendiri.
"Bisakah jaga aib istrimu sendiri!!"
"Lihat kan, Tuan." ujar Pak Liam pelan.
Javier menghela nafas lalu berjalan pelan menghampiri sofa. Benar, biarkan saja Sky tenang dulu.
Yang lain pun ikut duduk di sofa termasuk Pak Liam dan Bibi Gail.
Mereka hanya duduk seraya berbincang-bincang kenapa Zivania bisa lolos dari para penjaga di depan. Sampai akhirnya.
__ADS_1
BRAKH
Semua orang menengadah lagi ke arah pintu kamar. Sky baru saja membuka pintu kamar dengan kasar.
Wajahnya masih belum berubah, dahi nya masih mengkerut, bibirnya mengerucut kesal. Dan itu selalu terlihat lucu di mata Javier.
Semua yang ada di sofa grasak-grusuk tidak jelas melihat Sky menuruni anak tangga. Mereka tidak mau dan tidak berani menatap gadis gembul ini. Huh apalagi suporter Zivania yang lebih memilih menundukkan kepala saja.
Sky turun dan melewati begitu saja semua orang untuk pergi ke dapur dan membuka kulkas.
Ia mengambil sebotol air dan piring kecil berisi cake. Gadis itu meneguk kasar botol air nya sampai habis lalu berjalan kembali ke kamar.
Dan kesalahan Javier, pria itu malah beranjak dari sofa menghampiri istrinya karena sudah sangat merindukan si gembul ini.
"Sayang ..."
Javier memegang tangan Sky. Gadis itu membalik dengan pipi kembung karena belum menelan air yang ia minum. Ah saking kesalnya dengan orang-orang Sky malah menampung air di mulutnya.
Javier menghela nafas, berusaha jangan tersenyum atau tertawa melihat pipi gembul Sky.
"T-telan dulu airnya, sayang."
Sky pun menelan air minumnya. Javier tersenyum tipis.
"Mau membantuku membuat ice cream?" bujuk Javier.
Semua orang diam-diam menoleh dengan usaha Javier membujuk istrinya.
"Tidak!"
"Atau mau makan ice cream? di kulkas ada yang sudah jadi juga."
Hening beberapa detik sampai akhirnya Sky mengangguk dan itu membuat Javier menghela nafas lalu tersenyum.
Sky sangat suka ice cream dan itu Javier jadikan senjata untuk membujuknya.
Bersambung
__ADS_1