
Mereka semua melambaikan tangan kepada Sky saat gadis itu berjalan masuk ke mansion. Javier menyuruh Sky kembali ke kamar karena sudah tengah malam.
Athes and the geng dengan riang melambaikan tangan ke arah Sky.
"Bye, Nyonya. Mimpi indah," teriak Jonathan.
"Dadah Nyonya ..." Samuel ikut berteriak.
Javier pun tersenyum ke arah istri yang baru menyatakan perasaan nya itu.
Setelah Sky sudah masuk ke Mansion, Javier berbalik ke arah mereka semua. Seperkian detik senyuman itu berubah menjadi tatapan tajam ke arah mereka.
Suasana hening seketika, tidak ada yang melambaikan tangan lagi dan tidak ada yang berteriak lagi.
Tatapan tajam Javier seakan menghipnotis mereka untuk diam.
Athes and the geng saling menyikut.
"Kenapa lagi Tuan Javier?" Samuel menyikut Sergio.
"Mungkin kau berteriak terlalu keras," sahut Sergio pelan.
"Tuan Javier ketika ada Sky di sini seperti kucing dan sekarang malah berubah jadi anjing," gumam Jonathan.
Athes menyikut Jonathan. "Hati-hati kalau bicara!"
"Thom, kita pulang." Philip berdiri setelah menepuk pundak Thomas.
Ia tahu akan ada hal yang terjadi sekarang, lebih baik ia segera pergi dari mansion ini.
Thomas ikut bangkit. "Ayo."
Baru saja selangkah Javier berbicara.
"Berhenti!!"
Keduanya menghela nafas dan perlahan membalik lagi.
Hanya Sekretaris Han yang santai, ia tidak gugup atau bingung seperti yang lain karena ia bekerja sebagai sekretaris pribadi yang tahu seluk beluk perusahaan membuat Javier kesulitan membunuh Sekretaris Han. Siapa yang akan di andalkan jika Sekretaris Han tidak ada.
Philip dan Thomas kembali duduk dan tidak lama kemudian dua penjaga membawa kotak hitam besar.
Mereka menyimpan kotak itu di tengah-tengah mereka semua. Mereka berbisik bertanya-tanya apa isi dari kotak itu.
__ADS_1
Javier pun bangkit dan membuka kotak hitam nya. Ia mengeluarkan beberapa pistol dari sana, semua orang membulatkan mata. Apa ini hukuman untuk mereka? di tembak oleh Tuan nya sendiri.
Javier mengedarkan pandangan ke arah mereka semua yang kebingungan.
"Pistol ini ..." Javier mengacungkan satu pistol. "Di buat tanpa suara," lanjutnya.
"Ketika kalian menembak, tidak akan mengundang perhatian dari musuh yang lain karena suara tembakan kalian."
"Kau bercanda Javier," ucap Philip. Dan.
PRANG
Gelas yang berjejer di atas meja pecah seketika kala Javier membidikkan pistol ke arah gelas itu. Dan benar-benar tidak mengeluarkan suara apapun dari pistol itu.
Semua orang berdecak kagum seraya menggelengkan kepala.
"Kalian boleh mengambilnya satu-satu."
Athes and the geng pun berebut mengambil pistol itu. Mereka memainkan pistol itu dengan membidikkan nya ke arah satu sama lain.
Setelah mereka sudah mengambilnya Thomas, Philip dan sekretaris Han ikut mengambil pistol itu.
"Jangan menodongkan nya ke arahku sial*n!!" pekik Nicholas kala Jonathan menodongkan pisau ke arahnya.
"Kau ingin mencobanya?" suara dari Javier membuat mereka semua menoleh seketika.
"T-tidak, Tuan," jawab Jonathan.
"Tapi aku ingin kalian mencobanya." Perkataan Javier membuat mereka terbelalak seketika.
Sekretaris Han merogoh ponsel di tangannya dan menempelkan nya di telinga.
"Iya, Nyonya. Ada apa? Tuan Javier masih di sini. Aku tidak tahu, Nyonya sepertinya Tuan akan kembali besok pagi ke kamar. Lebih baik anda tidur saja."
"Lingerie?" Sekretaris Han membulatkan mata begitu juga dengan yang lain.
"Ganti saja, Nyonya. Tuan Javier akan kembali ke kamar besok pagi. Selamat malam."
"Kenapa Sky menelponmu?" teriak Javier.
"Dia menunggumu di kamar dan sudah pakai lingerie dan aku bilang anda akan kembali besok pagi, Tuan. Jadi aku menyuruh Nyonya Sky mengganti lingerie nya lagi."
Athes and the geng saling berbisik.
__ADS_1
"Lingerie itu apa?" tanya Jonathan.
"Baju dinas untuk perempuan yang sudah menikah," sahut Athes.
"Oh seperti bikini ya?" tanya Jonathan lagi.
Dan mereka pun mengangguk.
"Sky menunggu Tuan Javier dengan memakai lingerie di kamarnya. Apa jangan-jangan mereka akan ..." Sergio menggantung ucapannya.
"Mereka akan ..."
"Berkembang biak," potong Samuel.
Mereka saling menatap dengan terkejut. "S-sky ... bisa-bisanya dia pakai lingerie dan bilang ke sekretaris Han," ucap Aiden.
"Tidak mau menyusul Nyonya Sky, Tuan?" ucap sekretaris Han dengan menahan senyumnya.
Javier melempar pistol nya. "Bereskan itu!"
Dan ia pun segera berlari masuk ke mansion untuk menemui Sky yang katanya sudah memakai baju dinas. Yaitu lingerie sexy dan nakal.
Di antara mereka semua hanya Sekretaris Han yang tertawa. Yang lain hanya menatap bingung Javier yang berlari ke mansion dan Sekretaris Han yang tertawa entah karena apa.
"Kau ini kenapa?" tanya Philip.
"Kau pikir Sky benar-benar memakai lingerie sekarang?" ucap Sekretaris Han di sela-sela tawa nya.
"Aku hanya berbohong agar kita terbebas dari hukuman, Javier." lanjutnya.
"Memang kita salah apa?"
"Kita menghabiskan banyak uang dia di mall tadi siang bod*h!! dan mereka ..." Thomas menoleh Athes and the geng.
"Mereka membawa Sky shopping dan membiarkan Javier sendirian!!"
Akhirnya mereka semua tertawa melihat Javier yang berlari kencang masuk ke mansion.
"Kalian ingat, Tuan Javier pernah bilang. Akan ada bayi serangga yang akan membunuh enam manusia," ucap Sergio mengingat kembali ucapan Javier kepada mereka karena mengajari hal-hal kotor kepada Sky.
"Dan sepertinya Tuan Javier dan Sky akan segera memproduksi bayi serangga itu."
Bersambung
__ADS_1