Menikahi Mafia Kejam

Menikahi Mafia Kejam
#74


__ADS_3

Sky bangun di pagi hari, ia hendak pergi ke kamar mandi untuk buang air tapi ketika beranjak tangan nya sulit di gerakan dan ketika menoleh ia terbelalak dengan kelakuan suaminya.


"Kenapa dia mengikatku seperti ini."


Ia mengguncang-guncang bahu Javier sampai pria itu terbangun.


"Ada apa sayang?" tanya nya dengan suara serak.


"Lihat ini." Sky mengangkat tangan mereka yang terikat.


"Kenapa kau mengikat tanganku dengan tanganmu seperti ini."


Javier tersenyum. "Aku takut kau kabur. Dan kau juga ketika tidur selalu menjauh dari pelukanku."


"Itu karena aku tidak sadar. Kau pikir aku tidur seperti orang mati yang hanya diam."


"Tidurmu banyak bergerak sayang jadi aku mengikatmu saja agar selalu di pelukanku."


Sky menghela nafas seraya menggelengkan kepala dengan sikap suaminya ini.


"Kemari, aku masih ngantuk." Tangan Javier terulur untuk menarik tubuh Sky.


"Bentar, By. Aku ingin ke kamar mandi." Sky melepaskan ikatan nya dan bergegas ke kamar mandi membuat Javier mendengus.


Ketika membuka pintu kamar mandi Sky sempat terkejut karena Javier sudah berdiri di depan pintu dengan bersidekap dada dan tersenyum ke arahnya.


"Kau mengagetkanku saja!!"


Javier menunduk dan mendekatkan wajahnya. "Morning kiss sayang."


Cup.


Sky mencium bibir Javier.


"Lagi."


Cup.


Ia mencium pipinya.


"Lagi." Javier mendekatkan pipi kanan nya.


Cup.


"Lagi."


Sekarang ia mendekatkan keningnya. Sky menghela nafas dan berakhir menciumi wajah Javier dari pada pria itu terus berkata lagi dan lagi.

__ADS_1


"Terimakasih, sayang."


"Sama-sama, By." Javier memeluk istrinya gemas setiap kali mendengar panggilan sayang dari Sky untuknya.


PLAK


Javier menampar lagi bok*ng Sky dengan masih memeluk gadis itu.


Sky mendengus ingin mendorong Javier tapi suaminya itu malah mempererat pelukannya.


"Sayang ternyata yang ini gembul juga ya."


PLAK


Lagi, Javier menampar bok*ng Sky. Sky mendorong tubuh Javier dengan keras.


"Itu sakit!" Sky hendak mengelus-ngelus bok*ng nya tapi tidak jadi karena malu.


Javier terkekeh melihat wajah marah istrinya yang malah terlihat lucu di matanya.


...💥💥💥...


Pagi ini Javier mengajak Sky ke pantai dengan Sekretaris Han yang menjadi supir mereka.


"Apa kau tidak malu mencium Sky di depanku?" tanya Sekretaris Han yang melihat dari spion Javier tak henti menciumi pipi Sky.


Dan Sky begitu pasrah nya di hujani ciuman dari suaminya.


"Aku sedang menyetir sial*n!!"


"Kak Han-Han," panggil Sky.


"Iya?"


"Kenapa tidak ajak yang lain ke pantai."


"Ide bagus, Sky."


"Tidak, aku tidak setuju!!" hardik Javier.


"Sayang aku ingin berduaan bersamamu, bahkan Han tidak aku izinkan turun dari mobil."


"Terserah kau saja lah Javier," sahut Sekretaris Han.


Sesampainya di pantai mereka di sambut oleh kuda putih yang di pegang oleh salah satu anak buah Javier.


Javier turun dari mobil dengan menggenggam tangan Sky. Pandangan Sky tidak henti-hentinya melihat kuda putih di depannya.

__ADS_1


"Ini kuda mu, By?"


"Iya sayang."


"Jadi ini alasan mu menyuruhku memakai gaun putih? Agar sama dengan kuda ini."


Javier mengangguk. Dia juga memakai kemeja putih.


"Namanya Gipsi."


Sky melambaikan tangan ke arah Gipsi dengan tersenyum. "Hai Gipsi, aku Sky."


Javier tersenyum melihat tingkah Sky yang selalu menggemaskan. Ah apalagi pipi gembul itu ketika tersenyum selalu membuatnya ingin mengigit Sky.


"Sayang, aku juga punya Clever."


"Itu kuda juga?" tanya Sky.


Javier tidak menjawab, ia hanya tersenyum. Mungkin Sky tidak akan mau menyapa Clever karena dia seekor ular.


Javier mengambil tali dari anak buahnya itu. Satu tangan menuntun Gipsi dan sebelah tangan nya menggenggam Sky.


Sky tak henti-henti nya tersenyum melihat Gipsi. Menurutnya Gipsi sangat lucu. Mereka berjalan untuk menaiki Gipsi di pesisir pantai.


"Sayang mau naik sekarang?" tanya Javier.


"Aku takut."


"Kau menyapanya dengan lembut tapi tidak berani menaiki nya."


Sky menggeleng. Javier tersenyum. "Kemari."


Javier membantu Sky naik dengan tangan nya di jadikan pijakan untuk Sky. Setelah itu dia ikut menaiki Gipsi.


Sky duduk menyamping dengan Javier di belakangnya.


Mereka berkuda di pantai berdua, Sky tak henti-hentinya tersenyum. Ini pengalaman pertama ia berkuda, apalagi berkuda dengan suaminya sendiri, tak pernah terbayangkan oleh Sky.


"Kau cantik dengan gaun putih itu, Sayang. Aku suka."


Sky mendongak ke arah Javier dan tersenyum. Pria itu ikut tersenyum dan mencium pipi Sky.


Mereka menikmati waktu di pantai tanpa gangguan siapapun. Hanya angin berdesir dan suara ombak yang menemani mereka.


Suara langkah kuda terus melaju membawa pasangan ini berkeliling pantai. Sky sesekali mengelus kepala Gipsi.


"Kau mau memegangnya, Sayang?" Javier memberikan tali kuda itu kepada Sky tapi gadis itu menolak.

__ADS_1


"Tidak, kau saja." Sky takut tidak bisa mengendalikan Gipsi dengan baik.


Bersambung


__ADS_2