Menikahi Mafia Kejam

Menikahi Mafia Kejam
#116


__ADS_3

Mereka terlalu fokus dengan berita dari Sekretaris Han sampai tidak sadar Sky tidak ada di antara mereka lagi.


"Hei lepaskan aku!!" teriak Sky kala tangan nya di tarik-tarik oleh dua orang pria asing.


"Hahahaha lihat, badut ini sangat menggemaskan. Hei cantik, lebih baik ikut denganku bagaimana?" pria itu menggoda Sky seraya mencubit pipinya.


Sky menjauhkan wajahnya kasar dan berusaha lari tapi ia kesulitan dengan kostum badut yang besar ini.


"Ayolahhh ... temani kita saja," ucap pria asing yang lain.


Ada tiga pria yang menganggu Sky, dua dari mereka memegang tangan gadis itu dan satu menggoda nya dengan sesekali berusaha memegang wajah Sky.


"Lepaskan aku atau aku akan teriak!!" ancam Sky yang membuat mereka malah tertawa.


"Hahaha teriak saja ... siapa yang akan membantumu."


Javier menghela nafas, Hanna di Rumah Sakit Jiwa karena di kirim ke sana oleh Ayahnya. Itu hal wajar, Ataric tidak akan mungkin membunuh perempuan itu, mengirimnya ke Rumah Sakit Jiwa jauh lebih baik.


Ingin sekali Javier cepat membereskan masalah ini dan mengetahui dalang dari pembunuhan Ibu dari istrinya itu.


Ia menoleh ke kanan, Sky tidak ada di sampingnya. Wajah nya berubah menjadi panik.


"Dimana Sky?" tanya nya.


Semua orang pun menoleh satu sama lain, Sky tidak ada di sisi mereka. Mereka mengedarkan pandangan nya ke arah taman.


Sky masih tidak ada, jelas saja karena gadis itu ada di ujung taman.


Javier beranjak mencari istrinya di tengah-tengah ramai nya taman hari minggu. Ia terus berteriak memanggil istrinya, hal yang membuat Javier panik istrinya itu incaran mudork.

__ADS_1


Jangan sampai, apa yang ia takutkan terjadi. Athes and the geng bahkan Sekretaris Han juga berteriak ikut mencari.


Javier mengacak-ngacak rambutnya frustasi. Dengan terus mengedarkan pandangan nya. Cepat sekali istrinya itu menghilang, seingatnya untuk berdiri saja tadi Sky kesulitan.


Mereka semua menyebar mencari Sky. Sementara gadis itu terus berteriak meminta tolong. Dan teriakan nya itu terdengar samar di telinga Javier.


Javier berhenti sesaat memfokuskan pendengaran nya, salah dengar atau tidak.


"BBBBYYYY ..."


"TOLONGGGG ..."


Javier melebarkan matanya dengan panik ia berlari ke arah suara.


Dan tak di sangka, ia mendapati Sky di ganggu oleh tiga pria di sana.


Javier menggeram marah dengan tangan mengepal. "Kepar*t!!"


Dua pria tadi ikut menyerang tapi tentu saja Javier lebih dulu memukul mereka.


Dan lagi kepala yang di injak di bawah sana meronta-ronta tapi tidak bisa bebas karena injakan Javier sangat kuat.


Sky berlari bersembunyi di balik pohon melihat suamianya tapi Sekretaris Han datang menarik tangan Sky dan membawanya masuk ke mobil.


Gadis itu tidak boleh melihat apa yang di lakukan suaminya. Walaupun Sky pernah melihat Javier menusuk seseorang di hotel tapi Javier dan yang lain selalu berusaha agar Sky tidak melihat tindak kekerasan lagi takut mental nya tidak kuat.


"Kak Han-Han, bagaimana dengan Javier?" tanya Sky yang tak kalah panik.


"Dia baik-baik saja. Preman jalanan hanya debu kecil untuk nya. Diam di sini."

__ADS_1


Sekretaris Han menutup pintu mobil dan Athes and the geng menghampiri Sky untuk menjaga mobilnya.


Tok tok tok


Jonathan mengetuk jendela mobil. Sky membuka pintu nya.


"Sky kau baik-baik saja?"


Sky mengangguk. "Aku baik-baik saja."


Jonathan mengangguk. "Tenang lah mereka hanya preman jalanan tidak berguna."


Sementara itu Javier masih berjibaku dengan mereka. Pria itu membanting tubuh salah satu preman dengan keras ke tanah.


Suasana ramai begitu ricuh dengan mereka yang berlari kabur dan ada juga yang malah menonton.


"Berani sekali kau menyentuh istriku sial*n!!" geramnya.


Satu preman yang tersisa hendak menyerang Javier dari belakang tapi langkahnya terhenti, ia melebarkan matanya kala melihat tatto sayap garuda di leher belakang Javier. Dan akhirnya satu preman itu memilih kabur saja.


Javier mengeluarkan pistol nya. Yang pertama dia menembak seseorang yang dia injak, yang kedua ia menembak pria yang sedang meringis kesakitan akibat tubuhnya di banting oleh Javier.


Dan yang terakhir si preman yang lari pun tertembak, walaupun jaraknya sudah jauh dari jangkauan Javier tapi peluru nya tidak pernah meleset.


Para pengunjung yang ada di taman pun berteriak kala melihat ketiga preman itu mati. Pistol yang Javier gunakan di modif tanpa mengeluarkan suara tapi tetap saja mereka semua kaget melihat darah dan kepala yang hancur karena tembakan itu.


Sekretaris Han berjaga di pintu masuk taman, sengaja ia menghadang orang-orang yang hendak kabur dari taman untuk menunjukkan identitas Javier sebagai pemimpin Yakuza. Dengan itu tidak akan ada orang yang berani menyebarkan video Javier berjibaku dengan mereka.


Sebenarnya polisi pun tidak mungkin mengusut kasus kematian tiga preman ini apalagi penyebabnya karena bermasalah dengan kelompok mafia Yakuza. Bisa-bisa para polisi pun di incar oleh Javier sampai keturunan nya.

__ADS_1


Hanya saja Javier tidak suka wajahnya terpampang jelas di internet.


Bersambung


__ADS_2