
Javier mendengus, istrinya ini selalu banyak alasan. Ia pun menarik tangan Sky dan menciumnya seraya terus melangkah mendorong pelan tubuh Sky ke ranjang.
Sky terduduk di ranjang, pria itu segera melepaskan bajunya tak sabar. Sementara istrinya memalingkan wajah canggung.
"Kemari sayang." Javier menidurkan istrinya.
Sky masih memalingkan wajah membuat Javier menjadi gemas sendiri. Ia menghujani si pipi gembul ini ciuman lembut.
Ciuman nya terus berpindah dari kening ke pipi lalu ke bibir istrinya dan berakhir di telinga Sky.
"Sayang, jangan gugup." ucap Javier dengan suara beratnya sementara Sky masih melindungi d*da nya sendiri dengan kedua tangan nya.
Ia kembali menciumi istrinya, kali ini tangan nya merayap memegang setiap inci kulit istrinya.
Javier hendak menurunkan gaun Sky dan gadis itu menahan tangan suaminya seraya menggelengkan kepala.
Javier tersenyum membelai wajah Sky. "Maaf sayang, tapi kali ini aku akan memaksa jika kau tidak mau."
Dan pria itu akhirnya dengan cepat melepas gaun Sky, tak perduli istrinya ini memberontak. Karena kalau tidak seperti ini kapan dia bisa punya anak.
"A-aku takut." Sky meringkuk memeluk tubuhnya sendiri yang sudah polos.
N*fsu pria ini menghiraukan ucapan istrinya sendiri. Tidak perduli istrinya sedang ketakutan, Javier segera memeluk istrinya, membelai wajah Sky.
Lalu dengan sekali hentakan tubuh mereka pun bersatu. Sky hampir menjerit tapi Javier segera menutup mulutnya dengan ciuman.
Malam itu terlewati dengan kebahagiaan Javier yang bisa memiliki Sky seutuhnya. Sekarang Sky benar-benar menjadi miliknya.
Sampai pukul dua malam mereka baru selesai, lebih tepatnya Sky sudah tidak sadarkan diri. Entah pingsan atau tidur.
__ADS_1
Javier yang masih berada di atas Sky tersenyum, mengelus istrinya mencium keningnya lebih lama.
Lalu perlahan ia beranjak untuk mengelus perut Sky dan mendekatkan wajahnya ke perut istrinya.
"Selamat berjuang sayang-sayangku."
Javier menyemangati benihnya yang mungkin sekarang sedang berenang untuk sampai ke rahim Sky.
"Berenang lah tanpa menyakiti Mommy kalian, oke." Javier terkekeh setelah mengatakan itu.
Pria itu ikut merebahkan diri di samping Sky dengan memeluk tubuh istrinya dan keduanya masih polos tanpa busana.
Pukul sepuluh pagi Javier keluar dari kamar mandi. Ia sudah mandi sedari tadi dan bangun lebih awal.
Pria itu melihat istrinya yang masih tertutup selimut. Ia menyunggingkan senyumnya.
Lalu duduk di kursi dekat jendela untuk menikmati kopi dan membaca koran. Dan beberapa pesan masuk datang ke ponselnya.
Thomas : Aku tebak, Sky pasti tidak sadarkan diri sekarang. Kau mengirim berapa ratus benih ke tubuh istrimu?
Philip : Aku takut setelah ini Sky kapok berc*nta denganmu Javier. Bagaimana bisa seekor kucing kuat di terkam macan.
Jonathan : Tuan, titip salam kepada baby serangga. Setelah lahir tolong jangan terlalu ganas.
Aiden : Tuan aku sedang menyiapkan diri menunggu perkembangan Baby serangga. Semoga saja dia tumbuh menjadi serangga yang baik.
Han : Balas pesanku bod*h!! Mungkin aku bisa merekomendasikan obat kuat yang bagus untuk Sky. Dia harus siap menerima terkaman serigala setiap harinya sekarang. Hahahah
Philip : Momo akan segera menjadi aunty sekarang. Iya kan Jav?
__ADS_1
Javier menghela nafas seraya menggelengkan kepala. Apa-apaan mereka ini, sepertinya mereka sedang berkumpul membahas dirinya dan Sky sekarang.
Javier tidak mau membalas, ia memilih menyimpan ponselnya di meja. Lagian untuk apa membalas pesan mereka yang hanya iseng bertanya.
Sky masih saja tertidur Javier mendengus melihat istrinya. Apa semalam ia terlalu keras menghujam tubuh Sky sampai tak sadar selama ini.
Javier pun beranjak mendekati ranjang. Merebahkan dirinya di samping Sky dengan satu tangan menopang kepalanya.
Ia hanya mengelus-ngelus wajah Sky, sesekali menoel-noel pipi istrinya seraya terkekeh pelan.
"Aku tidak akan membiarkan siapapun menyakitimu, sayang. Selama ada aku, akan ku pastikan kau aman."
Javier memeluk istrinya dengan menguncang-guncang kan lembut tubuh Sky.
"Ayolah sayang bangun ... semalam padahal hanya tujuh jam kita melakukan nya tapi kau tidak sadar selama ini."
Javier kembali mendongak menatap wajah Sky. "Kau tidak mati kan sayang?"
Javier mendekatkan jarinya ke hidung Sky mencoba merasakan istrinya ini masih bernafas atau tidak.
"Ah, syukurlah. Kau masih hidup." Javier bernafas lega dan kembali memeluk Sky.
Pria itu memeluk istrinya seraya terus meracau sendirian.
"Aku mencintaimu sayang. Aku benar-benar tidak ingin jauh darimu." Ia mempererat pelukannya.
"Kalau aku pergi ke kantor, bagaimana kalau kau ikut saja sayang? Kau bisa menjadi penyemangat ku walaupun hanya duduk di sofa."
"Atau ... bagaimana kalau kau jadi sekretaris perempuanku saja, sayang? Mau ya?"
__ADS_1
Entah apa yang membuat pria ini menjadi segila sekarang. Ia terus berbicara seraya memeluk istrinya yang masih tak sadarkan diri.
Bersambung