
Javier masuk setelah menekan tombol merah di dinding untuk mematikan alarm yang berbunyi tadi.
Untuk Javier, siapapun yang tinggal di mansion ini harus ikut merawat si kembar. Kalau si kembar bangun dan menangis maka yang lain juga harus ikut bangun. Itulah gunanya alarm.
"Cup ... cup ... sebentar ya sayang." Sky sedang menimang-nimang Miwa tapi dia kesulitan mengambil Maxime, untunglah Javier langsung datang ke kamar.
"Sayang ..."
"By ... tolong gendong Maxime."
"Siap sayang."
Sky sedang memberikan asi kepada Miwa dan Javier mengambil Maxime dari box bayi.
Maxime di gendong di dada Javier, pria itu menepuk-nepuk punggung anaknya tapi Maxime tak henti menangis.
"Hei kau ini kenapa?" tanya Javier kepada anaknya.
"By dia sepertinya lapar, kemari biar aku yang menggendongnya."
"Sayang kau mau memberikan asi sekaligus dua kepada mereka?"
"Tentu saja," sahut Sky. "Aku punya dua pay*dara, cukup untuk dua anakku."
"Huhh ... seharusnya tiga sayang. Aku tidak kebagian, aku juga mau." Javier menyebikkan bibirnya.
Sky terkekeh. "Kau minum susu sapi saja."
"Jahat!!"
"Berikan Maxime kepadaku, By."
"Dia pake dot saja, sayang. Aku akan menghangkat asi nya dulu."
"Kau pake dot saja ya, Max. Kasian asi Mommy mu kalau dua-duanya di sedot habis oleh kalian."
Sky mendengus dan menggelengkan kepala melihat sikap Javier sementara itu Miwa sudah kembali tidur seraya men*te kepada Sky.
Javier pun berjalan keluar dari kamar seraya berceloteh sendirian.
"Kita bereskan urusan para lelaki di bawah, oke. Daddy akan mengajarkanmu nongkrong bersama mereka. Biarkan adikmu tidur, anak perempuan tidak boleh dekat dengan lelaki sembarangan."
Pria itu pun menuruni anak tangga seraya menggendong anak lelakinya.
Mereka semua sedang menonton bola tim favorit mereka di depan tv. Semua orang menoleh kala Javier meggendong Maxime lalu pergi ke dapur untuk menghangatka asi.
Tak lama kemudian Javier ikut bergabung bersama mereka dan duduk di samping Xander.
__ADS_1
Pandangan mereka yang tadi fokus ke tv kini beralih ke wajah Maxime yang asik menyedot asi.
"Apa Miwa tidur?" tanya Xander.
"Ya. Dia bersama Sky di atas."
"Kenapa tidak ke bawah?" tanya Aiden.
"Anak perempuanku tidak boleh bertemu dengan para lelaki g*la seperti kalian!!" ucap Javier datar.
Semua orang hanya berdecak.
"Anakmu adalah calon lelaki gila kalau begitu," ucap Thomas.
"Sembarangan!!" ucap Xander dan Javier tajam.
Javier menyimpan dot itu di meja setelah asi nya habis. Maxime bergerak-gerak di gendongan Javier dengan sesekali tersenyum.
"Kau sudah kenyang boy?" tanya Javier.
"Dad akan memperkenalkan mereka semua sekarang, oke."
Javier sedikit meninggikan gendongan anaknya.
"Nah yang itu ... itu Jonathan, si penjual ice cream."
"Aku sudah tidak jual ice cream lagi Tuan," sahut Jonathan.
Aiden menaikkan satu alisnya bangga dengan tersenyum miring. "Tidak ada yang bisa mengalahkanku."
"Dia Philip ... jangan dekat dengan nya, Daddy tidak mau kau ikut-ikutan memelihara anak babi."
Philip hanya berdecak. Lalu semua orang mencium bau aneh.
"Kau tidak mandi ya?" Samuel menuduh Sergio.
"Hei aku mandi sehari dua kali. Jonathan yang lebih sering mandi sehari sekali."
"Bau busuk," ucap Sergio menutup hidung.
"Hei aku juga mandi, pegang rambutku. Masih setengah basah."
Yang lain pun ikut menutup hidung dan mengibas-ngibaskan tangan nya.
Javier mencurigai si pelaku yang mengeluarkan bau ini adalah Maxime.
Ia mencoba mengendus popok anak lelakinya itu.
__ADS_1
"Hei, kau pup ya."
Semua orang menoleh ke arah Maxime, bayi itu hanya tersenyum dengan tangan dan kaki terus bergerak.
"Astagaaaa boyyy ... baumu luar biasa, padahal hanya asi yang kau minum."
"Kita ganti sekarang, oke."
Javier pun beranjak dari sofa menaiki anak tangga untuk mengganti popok Maxime
"Kau tampan tapi bau busuk huhh."
Oeee ... oeee..
"Hei jangan menghina cucuku!!" sang Kakek pun membela.
"Cup ... cup ... tidak-tidak, kau tampan dan wangi. Berhenti menangis."
Javier pun masuk kembali ke kamarnya. Dan Sky baru keluar dari kamar mandi, Miwa sudah di letakan kembali di box bayi.
"Sayangg, dia pup."
"Benarkah? Kemari kalau begitu." Tangan Sky terulur hendak mengambil Maxime dari Javier.
"Tidak perlu sayang, biar aku saja. Aku sudah melihat cara nya di youtube."
"Beneran bisa, By?"
"Serahkan padaku. Aku bisa segalanya." Sahut Javier dengan tersenyum.
"Baiklah, aku turun ke bawah. Aku lapar."
"Oke sayang.. cium dulu."
Cup.
Sky mencium pipi Javier.
"Lagi-lagi."
Cup
Sky mencium pipi kiri Javier.
"Kurang sayang ..."
Sky mendengus dan berakhir dengan mencium semua wajah suaminya.
__ADS_1
Javier terkekeh. Sky keluar dari kamar dan Javier menyelesaikan urusan nya dengan Maxime. Walaupun sempat menutup hidup karena bau luar biasa ini, tapi Javier berhasil mengganti popok Maxime.
Bersambung