
Selesai makan malam bersama mereka sibuk dengan kegiatan nya masing-masing. Para bocil berada di kamarnya dengan Liana membacakan buku cerita untuk mereka berempat.
Javier dan Sekretaris Han sedang main catur di balkon dengan Thomas sebagai penonton memegang segelas minuman.
Xander dan Rania sedang menonton tv, Sky dan Kara sedang menonton drama korea di laptop.
Athes, Jonathan dan Sergio berada di ruang bawah tanah hanya untuk menggoda para pelayan gadis di ruang bawah tanah tersebut.
Keenan dan Philip sedang merecoki Chef Bara dan Chef Juna yang sedang mengelap pantry yang terlihat berantakan.
Keenan mengambil pie cherry di meja. "Chef, kau pernah berpikir untuk berhenti bekerja di sini? atau pernah bosan menjadi chef yang kerja nya hanya di dapur."
Chef Bara membalik menatap Keenan. "Memasak hobby ku. Aku tidak pernah bosan, apalagi di sini gajih nya sangat besar."
"Tentu saja besar, kau seperti memasak untuk calon mayat di sini. Malam ini kau memasak untuk semua orang, bisa saja orang yang memakan makanan mu besok nya perang dan mati."
"Philip benar," sambung Chef Juna membenarkan ucapan Philip barusan.
Chef Bara menghembuskan nafas berjalan menghampiri meja tempat dimana Keenan dan Philip berada.
"Kau benar Philip, selama di sini banyak sekali orang-orang baik yang aku kenal. Tapi ketika ada perang terjadi, mereka mati dan masakan ku adalah makanan terakhir yang mereka makan."
"Hanya ada satu cara agar selamat ketika perang," ucap Philip.
"Apa?" tanya Keenan penasaran. Chef Juna yang penasaran pun menghampiri meja mereka.
"Bawa cemilan ketika perang," sahut Philip membuat Keenan, Chef Juna dan Chef Bara berdecak sebal.
"Kalian tidak percaya?" Philip menatap bergantian mereka semua.
"Jangan gila!" sahut Keenan.
__ADS_1
"Kau tidak tahu apa-apa soal menyerang, kau kan hanya bekerja sebagai Sekretaris biasa," sahut Philip.
"Orang g*la mana yang perang bawa cemilan?" tanya Chef Juna.
"Orang g*la seperti dia." Philip menunjuk Sergio dengan dagu nya, Sergio yang sedang menggoda para pelayan gadis di ruang bawah tanah itu.
Sontak mereka semua pun menatap Sergio.
"Kalian tidak tau kan penyamaran mereka ketika di hotel?"
Keenan dan kedua chef itu menggelengkan kepala.
"Mau dengar cerita nya tidak?" tanya Philip yang di jawab anggukan semangat dari mereka.
Alhasil, pergibahan di ruang bawah tanah itu pun di mulai dengan Philip yang menceritakan kejadian g*la ketika perang yang di lakukan oleh Athes and the geng, sesekali mereka yang mendengarkan memasang wajah terkejut, sesekali tertawa terbahak-bahak.
*
Samuel dan Nicholas sedang duduk di teras depan dengan Samuel yang sesekali menyesap Wine di tangan nya. Sementara Nicholas sedang melihat foto perempuan di instagram dengan sesekali menyunggingkan senyumnya.
"Siapa dia?" tanya Samuel.
"Bukan urusanmu!" sahut Nicholas lalu menekan tombol love di instagram tanda menyukai postingan perempuan itu.
Samuel menghela nafas seraya menggelengkan kepala.
"Aku khawatir kau gila karena melihat perempuan itu terus-menerus ..."
"Lelaki lajang sepertimu tidak akan mengerti," sahut Nicholas membuat Samuel berdecak.
"Mentang-mentang sudah punya pacar, bicara seenaknya!" sahut Samuel lalu beranjak meninggalkan Nicholas.
__ADS_1
Nicholas yang sedang tenggelam dengan perasaan nya sendiri bahkan tidak sadar jika Samuel pergi.
*
Ara berjalan di lorong menuju ruang bawah tanah dan melihat Athes, Jonathan dan Sergio sedang menggoda para pelayan perempuan, mencolek lengan mereka yang berjalan melewati mereka bertiga, mengeluarkan gombalan maut mereka yang terdengar garing di telinga para pelayan gadis.
Orang pertama yang menyadari kehadiran Ara adalah Athes, Athes melihat Ara menatap Jonathan intens.
Athes menyikut lengan Jonathan di sampingnya. "Mantan mu ..."
Jonathan pun perlahan menoleh ke arah lorong dan mendapati Ara berdiri di sana. Jonathan menghela nafas lalu menoleh ke arah Athes, Sergio pun ikut menyadari kehadiran Ara di sana.
"Aku tidak mau bertemu dengan nya ..." Jonathan pun pergi meninggalkan Athes dan Sergio.
Ara terlihat menghembuskan nafas melihat kepergian Jonathan. Sergio menyusul Jonathan sementara Athes menghampiri Ara.
"Kenapa kau ada di sini?" tanya Athes.
Ara mengerjapkan matanya, saking fokus nya melihat kepergian Jonathan, Ara sampai tidak sadar dengan Athes yang berdiri di depan nya.
"A-aku ..."
"Kau tidak bersama Maxime dan yang lain? kau kan baby sitter mereka," potong Athes.
"Ada Nyonya Liana di kamar Tuan," sahut Ara.
"Tidak perlu memanggil ku Tuan, aku juga bekerja di sini." Athes kemudian mengulurkan tangan nya.
"Athes," ucap nya memperkenalkan diri.
Dengan ragu-ragu Ara membalas jabatan tangan Athes.
__ADS_1
"Ara ..."
Bersambung