Menikahi Mafia Kejam

Menikahi Mafia Kejam
#60


__ADS_3

Malam hari setelah mereka bersenang-senang membeli pakaian dan yang lain. Di taman mansion di adakan pesta kecil. Dan itu terjadi karena keinginan Sky Alexander.


Pak Liam dan Sekretaris Han sibuk membakar ayam, sosis dan jagung.


Thomas sibuk bermain gitar, Philip sibuk memberi makan Momo.


Jonathan sibuk mengabadikan kebahagiaan mereka dengan merekam kebersamaan mereka di taman.


Yang lain sibuk bercanda atau merecoki Pak Liam dan Sekretaris Han.


"Aku minta ini ya, sekretaris Han." Aiden mengambil jagung yang sudah di bakar.


"Hei berani sekali kau!!" kesal Sekretaris Han dan Aiden hanya berlari setelah melempar senyum ke arah sekretaris pribadi Tuan nya itu.


Sekretaris Han mendengus, cape-cape ia membakar malah Aiden yang makan. Sementara Pak Liam hanya tersenyum.


Thomas sibuk memetik gitar, Athes dan Sergio menghampirinya.


"Bisa kami request lagu, Thom?"


"Berani sekali kau! kau pikir aku ini pengamen hah? datang-datang meminta request lagu!!"


"Ayolah ... suaramu bagus." Sergio berusaha membujuk.


"Tidak!!"


"Kau cocok sekali jadi penyanyi Internasional, Thom," seru Athes.


"Pergilah para bocah!!" usir Thomas.


"Hei aku ini dua puluh empat tahun," jawab Athes.


"Dua puluh empat tahunmu seperti anak tujuh belas tahun karena kau bergaul dengan manusia seperti Jonathan." Thomas menunjuk Jonathan dengan ekor matanya. Pria itu sedang sibuk selfie sendirian.


Sementara itu Javier dan Sky duduk di sofa yang berada di taman. Sky menyenderkan wajahnya di dada bidang milik suaminya.


Mereka hanya menonton suasana taman dengan kericuhan Athes and the geng, Thomas dan yang lain.

__ADS_1


Sekarang Thomas mulai memetik gitar dan bernyanyi setelah Athes dan Sergio berusaha membujuknya.


Bukan hanya Thomas, yang lain pun ikut bernyanyi.


Hanya sekretaris Han dan Pak Liam yang sibuk membakar dan Jonathan yang sibuk mengarahkan camera nya sebagai dokumentasi.


Bibi Gail datang dengan membawa buah Cherry di mangkuk. Ia memberikan nya kepada Javier.


"Kau masih makan cherry padahal sekretaris Han sedang membakar jagung."


"Cherry lebih enak dari pada jagung." Javier mengambil satu cherry nya dan menyuapi Sky setelah itu ia tersenyum.


Javier pun mulai sibuk makan cherry dengan sesekali menyuapi istrinya.


Setelah semuanya matang, mereka hendak mengambil jagung, ayam dan sosis beserta makanan yang lain yang tersedia di meja bulat di taman.


Tapi Sky mengambil ayam bakar nya itu dan menyimpan nya di bawah.


"Bantu aku, kita makan sama-sama disini."


"Itu kotor," hardik Javier yang melihat Sky duduk lesehan di bawah.


Athes and the geng pun saling berpandangan sampai akhirnya ikut membawa semua makanan ke bawah. Javier hanya menghela nafas.


Mereka duduk membentuk bulatan di taman dan di tengah-tengah semua makanan di hidangkan.


Jonathan hendak membawa jagung tapi.


"Stop!" pekik Sky. Semua orang menatap Sky bingung.


"Begini ... bagaimana kalau kita buat sebuah permainan."


"Permainan apa?" tanya Aiden.


"Bagaimana kalau permainan kejujuran?" ucap Sekretaris Han.


Sekretaris Han mengeluarkan bollpoint dan kertas di saku jas coklatnya.

__ADS_1


Ia menyimpan bollpoint itu di atas kertas. "Aku akan memutar nya, siapapun yang tertunjuk oleh bollpoint ini harus berbicara jujur tentang apapun yang di tanyakan."


"Itu terdengar seperti kau ingin tahu kehidupan orang lain, Sekretaris Han," Sahut Sergio.


"Kau sepertinya punya rahasia yang takut di ketahui orang lain, Sergio," jawab Sekretaris Han.


"Tidak. Mana ada!"


"Permainan ini untuk anak kecil," pekik Javier.


"Kita terlanjur berkumpul dengan anak kecil seperti mereka." Thomas melirik Athes and the geng dengan ekor matanya.


"Jadi ikuti saja permainan mereka lagi pula istrimu juga masih kecil. Seumuran dengan Jonathan," lanjut Thomas.


Javier menghela nafas. Dalam hidupnya baru kali ini ia menuruti keinginan anak buah nya dan memainkan permainan konyol ini.


"Lalu bagaimana cara kita tahu seseorang menjawabnya dengan jujur atau tidak?" tanya Sky.


Sekretaris Han menyimpan alat pendeteksi kejujuran. Sebenarnya alat itu hanya sebuah mainan yang tidak mungkin hasilnya seratus persen benar.


"Simpan tanganmu di atas sini." Sekretaris Han menyimpan telapak tangan nya di atas alat pendeteksi itu.


"Kalau kalian jujur maka alat ini akan berkata jujur. Kalau kalian berbohong maka alat ini akan mengatakan, tidak."


"Sky lebih baik kita pergi saja dari sini," bisik Javier.


"Tidak. Ini sepertinya seru." Javier mendengus. Ingin kabur dari permainan ini tapi Sky malah menyukainya.


"Apa hukuman untuk orang yang tidak jujur?" tanya Samuel.


"Makan paha ayam yang pedas ini." Sekretaris Han menunjuk paha ayam di depan nya.


"Permainan ini sepertinya akan membunuhku," gumam Aiden yang tidak bisa makan pedas. Saat dirinya di paksa makan paha ayam di meja makan saja Aiden harus bolak-balik ke kamar mandi.


"Bagaimana?" tanya sekretaris Han.


"Sepertinya dia sudah gila sekarang. Sejak kapan menyukai permainan seperti ini," ucap Philip pelan yang hanya bisa di dengar oleh Thomas di sampingnya saja.

__ADS_1


"Sudahlah. Turuti saja, aku juga lelah harus terus memainkan pistol. Ada baiknya kita memainkan permainan gila ini."


Bersambung


__ADS_2