Menikahi Mafia Kejam

Menikahi Mafia Kejam
#56


__ADS_3

Carla berada di sebuah bar. Ia sibuk minum dengan seorang pria tampan seraya tertawa. Carla menemani pria itu karena dia terlihat kaya.


Suara musik membuat mereka asik berjoged. Ada yang dalam keadaan sadar dan ada yang berjoged dengan memegang botol alchol di tangan nya.


Sepertinya dompetnya tidak jauh tebal dengan dompet Javier.


Carla tersenyum dengan rencana nya sendiri untuk mendekati pria berkemeja hitam itu. Carla memang mendapatkan uang setelah perceraian nya dengan Javier tapi tetap saja soal uang seorang Carla tidak pernah puas.


Pria itu mengisi kembali gelas Carla dengan tersenyum.


"Minum lagi." Carla mengangguk dan meneguk gelas kecil itu sampai habis. Pria itu hanya tersenyum senang.


Ia kembali mengisi gelas Carla ketika gelas itu di simpan di meja. Dan Carla hanya menurut dengan terus meminum gelas yang di isi oleh pria itu sampai tak sadar dirinya sudah mabuk sekarang.


"Kau masih kuat minum?" tanya pria itu.


Carla tergelak. "Tentu saja. Isi lagi ... aku tidak pernah puas haha ..." Ia mulai meracau tidak jelas. Tubuhnya berjoged mengikuti irama musik dengan mata setengah terbuka karena ia benar-benar mabuk sekarang.


Pria itu kembali mengisi gelas Carla dan ini gelas terakhir sebelum akhirnya perempuan itu tidak sadarkan diri.


Nicholas dan Samuel datang menghampiri pria itu dan memberikan cek dengan jumlah yang besar karena pria itu mau di ajak kerjasama membuat Carla si mata duitan ini mabuk.


Pria itu tersenyum ketika melihat jumlah nominal di cek itu.


"Thankyou ... dia urusanmu sekarang." Pria itu pergi meninggalkan Carla, Nicholas dan Samuel.


"Bagaimana ini?" Tanya Samuel.


"Kau saja lah yang gendong dia," pekik Nicholas.

__ADS_1


"Huhhh ... aku lagi ... aku lagi ..." Samuel pun menggendong Carla ala bridal ke mobil yang di dalamnya sudah ada Athes, Sergio, Aiden dan Jonathan.


Mereka semua membawa Carla ke sebuah hotel dan menidurkan nya di ranjang.


Sergio, Aiden dan Jonathan membawa ular piton yang besar. Dan menyimpan nya di bawah ranjang.


Jonathan mengelus-ngelus ular piton itu. "Clever ... jangan makan dia ya." Jonathan menunjuk Carla yang tak sadarkan diri di ranjang.


"Dagingnya tidak enak. Dagingnya busuk seperti sikapnya!" lanjut Jonathan.


Clever adalah ular piton dengan berat lima puluh kilo gram, Clever adalah binatang kesayangan milik Javier yang di rawat di mansion ketiga miliknya dan Clever sudah jinak.


Tapi walaupun begitu sebelum Clever masuk ke kamar hotel Carla, ia sudah di beri makan terlebih dulu untuk berjaga-jaga agar tidak memangsa mantan istri Javier De Willson itu.


Walaupun ingin menghukum Carla karena membuat Sky terkurung di rumah hantu tetap saja Javier tidak akan membunuh seorang perempuan.


Carla mengerjap-ngerjapkan matanya, ia memegang kepalanya yang terasa berat. perlahan ia bangun dari pingsan nya dan duduk di kasur.


"Ini sepertinya hotel ... Kenapa aku ada disini?" Otaknya berusaha mengingat-ngingat apa yang sebenarnya terjadi.


Carla membulatkan mata. "Pria itu ... Apa pria itu yang membawaku kesini?" ia berniat turun dari ranjang untuk mencari pria itu tapi baru saja kaki nya menginjak lantai.


"Akkkhhhh ... Ular ... Ular ... Tolong!!!" Ia menjerit histeris seraya melempar bantal dan guling yang ada di ranjang.


Tubuhnya beringsut dan gemetar ketakutan kala melihat ular yang sangat besar di bawah kasur nya.


"Tolonggg ... Siapapun tolong aku!!" ia berteriak semakin keras.


"TOLONGGG!!!"

__ADS_1


Ketika ia melihat ular besar itu hendak mendekat ke arahnya, Carla segera berlari ke kamar mandi dan mengunci pintu di sana.


nafasnya naik turun dengan tubuh yang menyender di pintu. Ia memegang dada dengan satu tangan memegang knop pintu.


"Kurang ajar pria itu!! Berani sekali dia main-main denganku!!"


Carla tidak tahu siapa yang sebenarnya sedang main-main dengan dirinya.


Di depan kamar hotel Athes and the geng tertawa mendegar jeritan Carla. Ah, mereka sangat puas.


"Berani menganggu nyonya kami, terima akibatnya!!" ucap Jonathan. Dan yang lain mengangguk setuju.


Ponsel Athes berbunyi dan itu dari Javier.


"Iya, Tuan?"


"Bagaimana?"


"Beres, Tuan." ucap Athes tersenyum.


"Bagus. Bawa kembali clever dan bawa juga semua barang milik Carla. Kalian bisa menghabiskan uang nya!!"


"Uang yang ada di atm dia, Tuan? Kami kan tidak tahu pin nya."


"Aku akan mengirimkan nya." Javier mematikan panggilan nya dan tak lama Javier mengirim pin Atm milik Carla.


Selama Carla menjadi istri Javier, semua hal tentang perempuan itu Javier tahu. Termasuk pin atm nya.


Semua orang mengerumuni Athes. "Jadi kita benar-benar di suruh menghabiskan uang Carla?" tanya Samuel.

__ADS_1


Athes mengangguk sementara Jonathan berdecak kagum. "Memang hebat, Tuan Javier. Dia memberikan kepuasan buat kita sekarang."


Bersambung


__ADS_2