
Javier datang membawa semangkuk bubur, Sky sudah duduk di ranjang. Ia melihat ada salad sayur di nampan.
"Aku tidak suka sayur," ucapnya dengan memajukan bibirnya gemas.
"Sedikit saja. Sekarang makan dulu bubur nya."
Javier menyuapi Sky, ia mengelus pipi istrinya. Itu adalah bagian yang paling Javier suka. Pipi gembul istrinya.
"Sayang kalau aku tidak ada jangan sampai tidak makan."
"Kau mau meninggalkanku lagi?"
Javier tersenyum "Itu tidak mungkin."
"Sekarang coba salad ini." Sky langsung menutup mulutnya.
"Aaaa."
Sky menggeleng.
"Ayolah, sedikit saja."
Sky bersikeras untuk menolak membuat Javier hanya bisa menghembuskan nafas pasrah dan menyimpan kembali salad nya.
Ia membawa obat dan segelas air lalu memberikan nya kepada Sky.
"Istirahatlah." Javier hendak beranjak tapi Sky menahan tangan nya.
"Di sini saja," ucapnya. Membuat senyuman terlukis di wajah Javier.
Pria itu mengitari ranjang dan merebahkan dirinya di samping Sky.
"Kemari." Ia membawa Sky masuk ke pelukan nya.
Javier mengelus lembut rambut Sky. Keduanya hening beberapa saat karena Javier berfikir Sky tidur.
Lalu Sky mendongak. "Javier ..."
"Aku kira kau tidur."
Sky menggeleng. "Aku tidak bisa tidur."
Javier beringsut meletakkan kepala Sky di bantal dan ia berada di atas Sky kini.
__ADS_1
"Sepertinya kita melupakan sesuatu sayang."
"Apa itu?"
"Remedialmu." Javier berbicara dengan suara berat tepat di telinga Sky membuat gadis itu membulatkan mata.
Perkataan Javier seakan membuat jantungnya berhenti sesaat. Remedial? Ah Sky mengerti maksud Javier.
"A-aku ..."
"Mau kapan sayang? Guru mu sudah siap." Javier menarik ujung bibirnya tersenyum dan senyuman itu justru membuat Sky malah gugup.
Ia menelan saliva nya susah payah dan memalingkan sebentar wajahnya dari tatapan Javier.
"Heii!!" Javier menarik kembali wajah Sky dengan jari telunjuknya.
"Tidak sopan memalingkan wajah dari guru mu ini sayang."
"A-aku masih sakit." Sky pura-pura batuk padahal sebenarnya ia hanya demam dan mengigil saja.
Javier tersenyum melihat itu. "Baiklah, tidak sekarang. Tapi besok."
Sky terbelalak mendengar itu. Javier mendekatkan wajahnya berbicara tepat di telinga Sky.
"Ja-Javier ... di ... di sekolahku, remedial dan ujian tidak bisa disatukan." Ia berbicara terbata-bata saking terkejutnya dengan ucapan Javier.
Sudah pasti ujian yang di maksud Javier itu mengirim benih baby serangga ke tubuh istrinya.
Javier kembali mendongak menatap istrinya. "Kata siapa? dulu aku sekolah bisa di satukan."
"Remedial siang, ujian nya malam. Bukan kah itu bagus?" kata Javier dengan senyum menggoda nya.
Sky sudah tidak bisa menjawab lagi, ia hanya terdiam mendengar itu dan Javier memeluk istrinya manja.
"Ayolah sayang ... kau tidak mau cepat mendapatkan ijazah? Tidak ada orang yang mendapatkan ijazah tanpa ujian sayang."
Pasrah, Sky sudah pasrah sekarang. Ia hanya bisa menganggukan kepalanya. Membuat Javier tersenyum senang dan memeluk istrinya lebih erat.
Sore hari Sky baru keluar dari kamar mandi. Demam nya sudah mulai turun. Ia duduk di meja rias dan menyisir rambutnya.
"Biar aku saja." Javier mengambil sisir dari tangan Sky dan menyisir rambut panjang istrinya.
Setelah selesai Javier menyimpan kembali sisirnya dan memeluk tubuh Sky dari belakang. Mereka saling menatap satu sama lain dari cermin di depan nya.
__ADS_1
"Cantik," ujar Javier dengan tangan menoel-noel pipi Sky.
"Gembul," lanjutnya.
Sky mengerucutkan bibirnya. "Jangan memanggilku itu."
"Kenapa? panggilan itu sesuai dengan pipi mu sayang."
"Aku jadi penasaran bagaimana dulu Herry membuatmu sampai menyimpan lebih banyak lemak di pipi dari pada di tubuhmu." Javier terkekeh setelah mengatakan itu.
"Hei, kenapa malah membahas itu!!" Sky memukul tangan Javier. Dan Javier malah tertawa.
"Aku mandi dulu sayang." Ia mencium pipi Sky sebelum pergi ke kamar mandi.
"Oke ... Hubby."
Javier yang baru berjalan beberapa langkah ke kamar mandi kembali terhenti mendengar itu.
Ia membalik. "Kau tadi manggil aku apa?"
"Hubby," ulang Sky.
Dan Sky pun mendapatkan pelukan dadakan dari suaminya. Javier memeluk Sky gemas.
"Coba panggil lagi, aku ingin mendengarnya lagi."
"Hubby ..." Sekarang Sky memanggil kata Hubby dengan manja membuat Javier membulatkan mata seketika.
"K-kau ..." Ia tidak melanjutkan kalimatnya. Javier segera menghujani wajah Sky dengan ciuman gemasnya bahkan sesekali ia mengigit pipi gembul istrinya itu membuat Sky meringis dan mendorong tubuh Javier.
"Itu sakit!" Sky mengusap pipinya seraya mengerucutkan bibirnya. Dan Javier tertawa melihat itu.
"Cepatlah mandi."
"Tolong ambilkan aku handuk, sayang." Sky menaikkan satu alisnya bingung, padahal handuk ada di lemari yang arahnya ke kamar mandi. Tapi kenapa minta di ambilkan.
Tetap saja, Sky pun menurut. Ia beranjak dari meja rias untuk mengambil handuk tapi.
PLAK
"JAVIERR!!" teriak Sky tidak terima dan Javier langsung lari ke kamar mandi dengan tertawa setelah menampar bok*ng istrinya.
Bersambung
__ADS_1