Menikahi Mafia Kejam

Menikahi Mafia Kejam
#151


__ADS_3

Hidup Javier berubah derastis setelah kepergian Sky. Ia lebih sering diam di club malam dari pada di mansion. Kerjanya hanya minum dan minum.


Terkadang ia harus bertengkar dengan beberapa pria yang mengolok-ngoloknya, bahkan terkadang Javier merelakan tubuhnya di keroyoki orang-orang saking hilangnya semangat hidup selepas kepergian Sky.


Zivania juga tidak mau menganggu Javier lagi karena perempuan itu mendapat todongan pistol dari Javier.


Javier mengancam akan membunuhnya kalau sampai Zivania lagi dan lagi masuk ke dalam hidupnya.


Alhasil mantan kekasihnya itu ketakutan dan lebih memilih menjauhi pria yang sedang depresi cinta.


Sekretaris Han mengundurkan diri sebagai Sekretaris pribadi Javier dan sekarang pria itu juga entah ada dimana


Thomas dan Philip hanya datang sesekali ke mansion ketika ada hal darurat saja. Athes and the geng lebih banyak menghabiskan waktu di ruang bawah tanah.


Semuanya kembali seperti dulu, Javier kembali sendirian dan kesepian. Bahkan Sekretaris Han pria yang di anggap Kakaknya saja menghilang entah kemana.


Di saat depresi karena kepergian Sky yang membawa si kembar Javier juga harus mengelola perusahaan nya sendirian.


Tidak ada Sekretaris baru yang menggantikan Sekretaris Han.


Ia meneguk alkohol di tangan nya dengan kasar. Alunan musik silih berganti dengan orang-orang yang asik berjoged.


Beberapa perempuan berusaha menggoda nya tapi Javier segera menodongkan pistol agar mereka menjauh.


Seorang pria merebut paksa minuman di tangan Javier, Javier mendengus kesal. Selalu saja ada yang menganggu nya.


Javier hendak mengambil minuman nya tapi pria itu malah mengolok-ngoloknya dengan memainkan minuman nya itu seraya tertawa.


Bahkan teman dari pria itu pun ikut tertawa.


"Setiap hari kau datang kesini, apa tempat ini sudah menerima orang gila sepertimu untuk masuk!!"


"Hahahaha."


"Dasar pria menyedihkan!!"


"Apa kau tahu, kehadiranmu menganggu penglihatan kami. Kau seperti orang gila!!"


Tidak salah mereka mengatakan itu, penampilan Javier memang berbeda dari yang lain. Yang lain terlihat rapih agar di goda para gadis di dalam club.


Tapi Javier, penampilan nya mirip seorang brandalan dengan rambut acak-acakan, baju kusut dan wajah yang nampak tidak bergairah sama sekali berada di dalam club.


Javier masih diam dengan ocehan mereka semua.


"Apa kau sedang patah hati? apa kau baru saja putus cinta hah? maaf tapi club bukan tempat untuk orang menyedihkan sepertimu!!"

__ADS_1


BUGH


Sebuah pukulan mendarat di wajah Javier.


BUGH


BUGH


BUGH


Pukulan bertubi-tubi mengenai wajah dan perut Javier sampai pria itu terbatuk.


Lagi, sepertinya biasanya ia membiarkan tubuhnya di kroyok seperti itu. Rasa sakit ini tidak sebanding dengan penyesalan nya membiarkan Sky pergi bersama si kembar.


"Hahahaha."


Semua orang tertawa keras sampai memvidio tubuh Javier yang tersungkur di lantai.


Orang-orang langsung memposting video Javier ke media sosial.


Pria itu berusaha bangun sedikit demi sedikit.


BUGH


Tapi naas, kakinya di tendang sampai ia kembali jatuh.


Tiga tembakan beruntun mengenai kepala tiga pria yang mengolok-ngolok Javier. Dan penembaknya adalah Sekretaris Han.


Sekretaris Han diam-diam mengikuti Javier karena walau bagaimanapun, Javier adalah seseorang yang ia anggap adik seperti Alin dan Sky.


Semua orang menjerit dan berlarian ke luar club. Tiga mayat itu berserakan di dekat Javier.


Sekretaris Han mendengus melihat Javier yang tak punya semangat hidup sampai merelakan tubuhnya menjadi bahan pukulan orang-orang.


"Bangun!!" ucap Sekretaris Han.


Javier terbatuk dan berusaha untuk bangun perlahan. Ia memegang ujung kursi untuk menahan tubuhnya lalu menyenderkan tubuhnya di kursi itu seraya mengatur nafasnya .


Wajahnya lebam karena pukulan, terlihat hidungnya mengeluarkan darah.


Ia meracau tidak jelas dan terus menerus memanggil Sky seraya terisak. Pria itu setengah sadar dengan wajah merah terlalu banyak minum alkohol.


"Sky ..." lirihnya.


"Istriku ... kemana kau membawa anakku ..."

__ADS_1


"Dimana si kembar ..." Ia bergumam dengan gemetar.


"Apa mereka baik-baik saja?"


"Mommy serangga ... jangan bawa terbang si kembar terlalu jauh. Aku masih di sini, tolong kembali ... kembali sekarang, aku menunggu kalian ... maafkan aku ... maaf ... maaf ..."


"A-Aku tidak bisa terbang bersama kalian ... sayapku patah karena kau meninggalkanku sayang ..." lirih Javier dengan terisak kuat.


"Kau meninggalkanku ... kau meninggalkanku ... tolong kembali ... Sky sayang ..."


Sekretaris Han menghela nafas dengan mata berkaca-kaca. Kepergian Sky membuat Javier lebih menderita dari pada di tinggalkan Zivania dulu.


"Mommy serangga ku tolong jangan terbang terlalu jauh ... tolong jangan tinggalkan aku ..."


Tiba-tiba ia seakan melihat Sky di depan nya, halusinasi nya kembali muncul. Sky seakan ada di depan nya seraya tersenyum manis.


Javier pun ikut tersenyum seperti orang gila sampai membuat Sekretaris Han mengerutkan dahi nya bingung. Dan menoleh ke sekeliling club, senyum kepada siapa pria gila ini.


"Sky ... cantik sekali. Kau sangat cantik sayang ..." lirih Javier seraya tersenyum membuat Sekretaris Han menggelengkan kepala.


Dari pada ikut gila seperti tingkah Javier Sekretaris Han mencoba membawa pria itu keluar dari club dengan memapah pria itu tapi Javier segera menepis tangan Sekretaris Han.


"Pergi kau!!" bentak Javier.


"Pergilah kalian semua sial*n!!" teriaknya.


Sekretaris Han mendengus.


"Kalau kau mau bertemu dengan anak-anakmu jangan seperti ini!!" ucap Sekretaris Han.


Javier tergelak. "Lalu aku harus seperti apa hah?!! aku menyusulnya dan anak buah Xander bilang istriku tidak mau bertemu denganku!!"


Pria itu menghela nafas berat. "Aku melewati masa kehamilan nya selama tujuh bulan dan aku tidak mau melewati moment melahirkan anak-anakku!!"


Javier menghitung usia kandungan istrinya dari awal Sky memberitahu dirinya hamil dari surat yang gadis itu berikan.


"Aku akan menculik istriku!!" Ia beranjak dari sofa tapi Sekretaris Han mendorong tubuhnya sampai jatuh kembali ke kuris.


"Jangan melakukan hal bod*h lagi!! dia sedang hamil, jangan buat dia depresi karena ada anakmu di dalam tubuhnya!!"


Javier menghela nafas. "Lalu aku harus apa?!! aku harus apa bertemu dengan istriku?!!"


"AKU INGIN MENEMANI DIA MELAHIRKAN!!" teriak Javier.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2