
"Kenapa kau ada di sini?!" tanya Javier dengan wajah datar.
Pria itu tersenyum miring. "Menurutmu?"
"Aku tidak punya waktu untuk berdebat denganmu. Aku mencari si tua itu!!"
Javier hendak berbalik untuk pergi mencari si tua pemimpin mudork tapi ucapan pria itu menghentikan langkahnya seketika.
"Jadi kau mencari Ayahku, ya? Dia tidak ada di sini!!"
Javier membalik melebarkan matanya. "Ayahmu? K-kau ..."
Pria itu tersenyum sinis ke arah Javier. "Ya, dia Ayahku."
"Jangan bohong kau Lucas!!"
Lucas Sandic O'Conner adalah pemimpin perusahaan O'Conner group yang menjadi musuh besar Javier dalam hal berbisinis.
O'Conner group selalu ingin menjatuhkan perusahan De Willson. Javier tidak tahu kalau Lucas adalah anak dari pemimpin mudork, itu artinya sebelum mereka mengincar nyawa Javier mereka lebih dulu ingin menghancurkan perusahaan nya.
Lucas berjalan selangkah demi selangkah mendekati Javier. Javier memberikan tatapan membunuh kepada Lucas tapi pria itu hanya tersenyum.
"Berterimakasih lah ... secara tidak langsung, aku lah yang mempertemukan mu dengan istrimu, benarkan?"
"Seandainya aku tidak membujuk si tua Herry untuk membantuku menghancurkan bisnis mu, kau tidak akan menikah dengan anaknya, Javier!!"
Tiba-tiba Lucas menarik kerah baju Javier, ia berbicara penuh penekanan dengan amarah yang memuncak.
"Kau bahagia sekarang karena aku Javier!! Kau seharusnya mati karena Ayahmu membunuh Kakak ku!! Kau seharusnya tidak bahagia!! Ini tidak adil sial*n!!"
BUGH
__ADS_1
Javier memukul Lucas sampai pria itu oleng ke kanan. Darah mengucur di sudut bibir Lucas tapi pria itu malah terkekeh dan menghapus darah dengan punggung tangan nya.
"Kau dan Ayahmu benar-benar tidak tahu diri!! kau seharusnya mati seperti Ayahmu!!"
BUGH
Javier kembali memukul Lucas. "Jika ada orang yang seharusnya mati maka itu kau dan Ayahmu!!" bentak Javier geram.
Lucas masih belum menyerah, ia kembali menarik kerah baju Javier. "Kakak ku seharusnya masih hidup sampai saat ini dan Ataric membunuhnya kau tahu itu!!"
Javier menepis kasar tangan Lucas. "Kakakmu memang lebih baik mati, dia membunuh dan memperkosa perempuan seenaknya!!"
"Lalu apa bedanya denganmu sialan!!" teriak Lucas.
"Kau juga pembunuh!!"
"Jangan berkata seolah-olah kau tidak melakukan kesalahan yang sama seperti Kakak ku!!"
"Jangan melanggar aturan yang seharusnya Kakakmu patuhi!!" Teriak Javier.
"Kakakmu tidak pantas untuk hidup!!" teriak Javier kembali.
"Tanyakan Ayahmu, Perempuan dan Anak kecil tidak boleh di hukum dengan kematian!! itulah aturan nya!!"
"Aku tidak peduli Kakak ku melanggar aturan atau tidak. Aku hanya ingin dia hidup!! aku ingin dia hidup dan kau yang mati!!" teriak Lucas frustasi dan.
BUGH
Ia menendang perut Javier, Lucas hendak memukul wajah Javier yang bersimpuh di lantai tapi dengan cepat Javier berkelit dan segera bangkit lalu menendang wajah Lucas.
Pria itu tersungkur ke lantai, Javier segera menginjak keras punggung Lucas sampai pipi Lucas menempel ke lantai.
__ADS_1
"Akhh!!" Lucas meringis sementara Javier semakin kuat menginjak Lucas.
"Kau bukan orang yang aku cari Lucas!! Tapi karena kau anaknya sial*n!! maka kau juga pantas mati seperti kakakmu!!"
Sementara itu Thomas dan yang lain grasak-grusuk karena mendapat sinyal merah dari jam tanga nya. Sergio segera membereskan cemilan nya kembali ke tas.
Dua puluh lima orang yang tersisa pun segera pergi membantu yang lain.
Mereka turun dari motor dan mulai mengeluarkan senjata masing-masing. Suara tembakan dan Pukulan saling bertautan.
Philip sedang di keroyok oleh dua orang musuh dan Thomas segera menembaki kedua nya.
Mereka saling berjibaku, saling mempertaruhkan nyawa satu sama lain.
Musuh di ambil alih oleh Thomas dan yang lain. Thomas dan yang lain masih semangat belum berkeringat seperti Philip dan Sekretaris Han.
Sergio berjibaku dengan tas gendong nya. Ia memukul wajah musuh lalu melepas tas gendong nya dan memutar tubuhnya sampai tas nya menghantam wajah musuh.
BUGH.
"Hahahah, rasakan itu!!" ujar Sergio.
Bukan hanya cemilan yang ada di tas Sergio tapi ia juga memasukkan beberapa batu ke dalam tas nya.
Dan ketika musuhnya mulai oleng karena di hantam oleh batu di dalam tas, Sergio mengambil pisau dan menusuk lehernya dengan sekali gerakan.
Kedatangan mereka mengambil alih musuh. Anak buah mudork pun banyak yang tumbang karena kedatangan Thomas dan yang lain.
Mereka semua menghela nafas kala berhasil membunuh semua anak buah mudork.
Philip, Sekretaris Han duduk lesehan di lantai dengan dada naik turun.
__ADS_1
"Kau curang, Thom. Kau hanya menghabisi sisa kami. Kalau aku berada di kelompok dua penyerangan aku tidak akan selelah ini," ucap Philip seraya menarik-narik kerah baju kegerahan.
Bersambung