
Javier masuk ke kamar dengan lari terbirit-birit dan ketika ia membuka pintu Sky sedang duduk di ranjang seraya membaca buku.
"Kau ..."
"Javier?"
"Kenapa kau ganti lingerie mu itu?"
"Lingerie?" Sky menatap Javier bingung.
"Iya. Bukan kah kau menungguku dan memakai lingerie."
"Tidak. Aku memakai baju ini." Sky memperlihatkan piyama yang ia pakai.
Mereka saling menatap bingung.
"Tapi ... tapi Sekretaris Han bilang kau memakai lingerie."
Sky menaikkan satu alisnya. "Hah?"
Ting
Ponsel Sky berbunyi dan itu dari Sekretaris Han.
Mohon bantuan nya, Nyonya. Terimakasih.
Sky menghela nafas, pasti ada yang tidak beres. Akhirnya ia pun pura-pura mengakui kalau dirinya memakai lingerie tadi.
"Iya. Aku memakai lingerie dan sudah menggantinya."
Javier berdecak kesal. "Kenapa kau ganti, Sky?!"
"A-aku ... aku kedinginan. Ya, kedinginan."
Javier menghampiri Sky dan memeluk istrinya lalu berbisik. "Itu memang guna nya lingerie, Sky. Kau akan kedinginan lalu aku akan datang untuk mengha-"
Sky segera menutup mulut Javier. "Aku ngantuk"
Sky segera menyembunyikan diri di balik selimut dengan nafas tak teratur. Apa yang sebenarnya terjadi sampai membuat Sekretaris Han berbicara melantur mengatakan dirinya memakai lingerie. Ah, Sky mulai bertanya-tanya dengan dirinya sendiri.
__ADS_1
Javier bergerak masuk ke dalam selimut membuat Sky membulatkan mata seraya menelan saliva nya susah payah.
Javier memeluk istrinya dari belakang dengan wajahnya yang menempel di pipi Sky.
"J-Javier ..."
"Hm?"
"K-kita ... kita tidak bisa tidur seperti ini."
"Kenapa tidak? aku nyaman memelukmu seperti ini."
Javier semakin mengeratkan pelukan nya hampir membuat Sky sulit bernafas.
"Kau tidak mau?"
"Aku ngantuk, aku mau tidur." Sky segera menutup matanya takut hal lain terjadi.
Javier menyunggingkan senyumnya melihat Sky salah tingkah. Ia berbisik tepat di telinga Sky dengan suara beratnya.
"Aku mau baby serangga." Sky membulatkan mata seketika dan menggeleng dengan cepat.
"Baby serangga ..." rengeknya lagi dengan manja.
Sky hanya menggelengkan kepala sebagai jawaban.
"Sky ayolah ... benih serangga ku kualitasnya sangat bagus. Aku harus menanamnya di tubuhmu agar mereka tumbuh dengan baik."
"T-tubuhku belum siap," jawab Sky dengan mengigit bibir bawahnya dan meremas bantal. Pembahasan ini membuatnya sedikit tidak nyaman.
"Kenapa belum siap? Sky kau tidak akan menyesal dengan benihku ini. Mereka benih yang kuat, tampan, cantik dan kaya. Bahkan sebelum mereka masuk ke tubuhmu mereka sudah jadi benih orang kaya. Ya, mau ya ..." Javier masih terus membujuk dan merengek.
"Tidak!"
"Sky ..." Javier merengek dengan manja. "Ayolah, Sky ... aku punya milyaran benih di tubuhku, sayang sekali kalau tidak di tanam di tubuhmu."
"Walaupun milyaran yang tumbuh biasanya hanya satu," jawab Sky.
Javier mendongak menatap Sky. "Kata siapa? jangan ragukan kualitas benihku! siapa tau kita dapat baby serangga yang kembar."
__ADS_1
"Mereka perenang yang hebat, mereka akan tumbuh di sini dengan baik." Javier mengelus-ngelus perut Sky.
Hal yang membuat Sky bingung yaitu cara Javier menatap dan mengelus perutnya. Tatapan nya seperti penuh harap. Apa Javier benar-benar ingin dirinya hamil?
"Serangga tidak berenang Javier ... mereka terbang."
"Ah, iya. Aku lupa. Mereka terbang bukan berenang. Kalau begitu, mereka akan terbang untuk sampai ke tubuhmu. Benar kan?"
Lagi-lagi Sky melihat tatapan yang tak biasa dari Javier. Javier tersenyum dan itu seperti senyuman penuh harap untuknya, dengan satu tangan masih mengelus perut Sky.
Sky memalingkan wajahnya dengan memejamkan mata sesaat. Javier yang melihat itu segera memeluk kembali istrinya.
"Baiklah ... baiklah. Aku tidak akan memaksamu, aku akan menunggumu sampai kau siap hm."
Mereka akhirnya hening dengan pikiran nya masing-masing. Javier hanya memeluk Sky dari belakang seraya mengusap lembut tangan istrinya.
Apa kau sudah menutup masa lalu mu itu, Tuan?
Jangan takut, Han. Aku sudah menutupnya.
Pikiran Sky larut dengan perkataan Sekretaris Han dan Javier di taman tadi. Apa maksud mereka, kenapa mereka membahas perihal masa lalu. Dan kenapa Sekretaris Han sangat ingin tahu tentang masa lalu Javier. Hanya itu yang Sky pikirkan sekarang.
Mungkin Sky merasa ada hal yang membingungkan tentang masa lalu Javier dan itu membuatnya tak mau di sentuh Javier terlalu jauh.
"Kenapa melamum hm?" tanya Javier.
Sky menggeleng.
"Jangan membiasakan diri menggelengkan kepala. Dari tadi kau seperti itu."
Javier menarik selimbut lebih tinggi. "Tidurlah, ini sudah malam."
Javier mencium pipi Sky sebelum istrinya itu menutup mata.
Tapi tiba-tiba ponselnya bergetar ia mengambil ponsel yang di simpan di dekat bantalnya dan itu dari nomor yang tidak di kenal.
Aku sedang mempersiapkan kepulanganku ... kita akan segera bertemu kembali, Jav. Merindukanmu.
^^^Zivania.^^^
__ADS_1
Bersambung