
Aiden bersiul seraya menjemur baju-baju si kembar di belakang mansion. Tidak hanya Aiden saja, ada Jonathan dan Sergio yang ikut membantu.
Pagi ini semua orang seakan-akan kerja bakti bersama. Philip sedang menyapu taman, Sekretaris Han menyiram bunga.
Athes, Samuel dan Nicholas membersihkan meja di dalam mansion.
Hanya Thomas yang pagi ini menghilang entah kemana.
Dan semua itu karena perintah Xander, mereka menurut saja karena mereka juga dapat bonus dari Xander membersihkan seluruh mansion nya.
Bukan Xander tidak mampu membayar ratusan pelayan untuk mansion nya tapi ia ingin memperketat penjagaan untuk si kembar.
Orang yang boleh keluar masuk mansion hanya bagian dari Antraxs dan Yakuza saja. Sekalipun ada orang asing yang melamar kerja Xander akan menolaknya. Biarkan dia menyiksa anak buah Yakuza.
Keenan berjalan ke belakang mansion dengan ember di tangan nya, lalu menyimpan nya di dekat Aiden.
"Ini sekalian jemur ya."
Aiden, Sergio dan Jonathan menatap Keenan. "Bantulah kami, jangan hanya menyimpan tumpukan baju basah saja," kesal Aiden.
"Hei, aku ini bolak-balik membawa ember besar itu juga membantu. Kau pikir aku tidak lelah!" sahut Keenan.
"Cepat jemur!!" titah Keenan lalu kembali masuk ke mansion.
Jonathan berdecak. "Apa-apaan dia ini, menyuruh kita seperti dia Tuan nya saja!!"
Sementara itu di dalam mansion Athes, Nicholas dan Samuel sedang membersihkan beberapa hiasan di meja dan juga lukisan yang harganya terbilang cukup mahal.
"Yang ini ... yang ini ..." Xander menunjuk salah satu guci di meja.
Athes pun membersihkan guci itu.
"Yang bersih, jangan ada debu sedikitpun. Aku tidak mau cucu ku sakit."
Athes menghembuskan nafas. "Iya ... iya ..."
"Hei, kau. Aku lupa siapa namamu?" tanya Xander.
"Nicholas."
"Kemari Cholas, bersihkan meja ini." Xander menunjuk meja di ruang tamu.
__ADS_1
"Dan kau ..." Xander sedang mengingat-ngingat nama anak buah yakuza itu.
"Aku Samuel," sahut Samuel dengan malas. Sering sekali Xander lupa dengan namanya.
"Iya, kau. Bersihkan lukisan ku yang ini juga." Xander menunjuk lukisan di ruang tamu.
"Harus bersih dan jangan sampai rusak! Aku mau melihat cucuku dulu."
"Hm." Hanya deheman dari Samuel sebagai jawaban.
Dan Xander pun naik ke atas untuk melihat si kembar.
Di dalam kamar Javier sedang mendusel-dusel wajahnya ke leher Sky, pria itu memeluk istrinya dari belakang.
Mereka sedang berada di depan box bayi. Memperhatikan si kembar yang bergerak-gerak di tempat tidurnya.
"Ishh, itu geli!!" Sky menggidik karena Javier mengigit lehernya.
Javier terkekeh. "Kau sangat enak!"
"Apanya yang enak huh?"
Sky berdecak. "Jangan mesum di depan si kembar!!"
Javier mengecup pipi Sky. "Mereka tidak akan mengerti sayang."
Dan tiba-tiba Maxime menangis.
"Lihat, dia sepertinya mengerti apa yang kau bicarakan."
Sky menggendong Maxime. "Cup ... cup ... cup ... kau kenapa sayang?"
Javier menoel pipi Maxime di gendongan Sky. "Huhh ... kau mau bersaing denganku boy? kenapa kau menangis aku menggoda Ibumu."
"Untungnya aku juga punya gadis kecil sekarang."
Javier pun menggendong Miwa. Mereka bercanda satu sama lain, Javier terus menggoda Maxime agar menangis dengan menoel-noel pipi bayi itu dan sesekali menjulurkan lidahnya meledek anaknya sendiri.
"Kau jelek, aku lebih tampan."
Dan Maxime menangis lagi.
__ADS_1
"Astagaaa byyy ..." Sky mulai kesal sementara Javier malah cekikikan.
Dan Xander pun membuka pintu kamar, Javier dan Sky menoleh.
"Pagi Daddy," ucap Sky.
"Pagi ... aku ingin melihat cucuku."
"Pergi grandpa aku tidak mau melihatmu," ucap Javier mengubah suaranya menjadi anak kecil.
"Kau lah yang pergi dari mansionku!!" sahut Xander.
"Baiklah, kau mengusirku itu artinya kau mengusir Maxime dan Miwa juga."
Xander menghela nafas. "Kalau begitu tidak usah pergi!!"
Javier tersenyum menang.
Sementara itu sebuah mobil memasuki halaman mansion, semua orang menoleh ke arah mobil itu. Javier, Sky dan Xander pun mendekati jendela untuk mengintip ke bawah siapa yang masuk ke mansion nya.
Athes, Nicholas dan Samuel yang sedang bersih-bersih di dalam mansion pun ikut keluar karena penasaran.
Dan ternyata itu Thomas. Thomas keluar dari mobil, mengitari mobilnya untuk membukakan pintu.
"Dia bawa siapa?" tanya Jonathan.
"Tidak tau," sahut Aiden.
Dan ketika pintu itu terbuka, seorang perempuan keluar dari mobil. Dan itu ternyata Liana, semua orang begitu terkejut. Mereka tahu Liana sahabat dekat Sky.
"Liana ..." ucap Sky membulatkan matanya.
Liana langsung menengadah ke atas, melihat Sky di jendela lalu melambaikan tangan.
"Jadi itu yang kau maksud pacarnya Thomas," ucap Samuel kepada Nicholas.
"Mungkin," sahut Nicholas. "Saat itu aku hanya melihat isi chat nya, aku tidak melihat foto atau namanya."
Sky langsung berjalan ke luar setelah memberikan Maxime kepada Xander.
Bersambung
__ADS_1