Menikahi Mafia Kejam

Menikahi Mafia Kejam
#34


__ADS_3

Setelah sarapan Javier sibuk berkutik dengan laptop di sofa, kebetulan hari ini tidak ada jadwal penting di kantor.


Sky diam diam pergi ke dapur yang tak jauh dari tempat duduk Javier. Dapur yang ada selain di ruangan bawah tanah di khususkan untuk Javier memasak.


Ketika waktu senggang Javier memasak sendirian, lalu ia akan makan sendirian pula di meja makan.


Dulu dapur ini di pakai ketika ia dan Ataric ayahnya, memasak. Ataric adalah sosok suami dan juga ayah yang pandai dalam segala hal, termasuk memasak untuk anak semata wayangnya, Javier De Willson.


Setelah memasak mereka akan makan sepiring berdua di meja makan karena ibunya jarang ada di rumah.


Javier menatap Sky dengan ekor matanya, gadis itu sedang mencari sesuatu di kulkas.


Javier menghela nafas lalu menghampiri Sky.


"Sedang mencari apa?"


Sky berbalik dengan terkejut. "A-aku."


"Kau masih lapar hm?"


Sky mengangguk dengan polos membuat senyuman terukir di wajah Javier.


"Kau bisa masak?"


"Tentu saja, aku bisa. Aku mau makan nasi goreng."


Sky kembali berbalik membawa bahan bahan di kulkas.


Javier mengikuti Sky dari belakang dan berdiri di pantry tak jauh dari tempat Sky memotong motong bahan makanan. Ia bersedekap dada memandang istrinya.


Sky curi curi pandang ke arah Javier, memasak seraya di tonton oleh suaminya sendiri membuatnya gugup seketika, ia berasa seperti sedang mengikuti ajang memasak yang di sedang di awasi oleh chef hebat.


"Lihatlah tanganmu ketika memotong, jangan melihat ke arahku."


Sky berdeham. "S-siapa yang melihatmu."


Javier tersenyum lalu menghampiri Sky dan memeluk tubuh istrinya dari belakang. Ia menyenderkan kepalanya di bahu Sky dengan pandangan ke bawah, melihat tangan Sky yang sibuk memotong bawang.


"B-bisakah jangan seperti ini."


"Aku akan bercerai dengan Carla. Kau akan menjadi satu satunya yang aku punya sekarang


Kau senang hm?"


Cup.


Javier mencium leher Sky membuat Sky bergidik geli.


Cup


Cup


Cup


Tiga kecupan beruntun mendarat di leher, pipi dan kening Sky.


Sky mendengus kasar melepaskan pisau dari tangannya lalu membalikkan badan menatap Javier.


Javier malah tersenyum geli melihat wajah Sky.


"Aku bilang aku lapar, bisakah berhenti mengangguku!!"


Javier mencubit pipi Sky gemas. "Kau galak sekali sih hmm.."


"Le-lepaskan." Sky menepis kasar tangan Javier yang mencubit pipinya.


"Baiklah baiklah." Javier mengangkat kedua tangannya menyerah menganggu istrinya itu.


"Aku akan menunggu mu selesai masak."


"Hmm." Sky kembali sibuk berkutat dengan pisau dan Javier kembali ke laptop nya.


Setelah beberapa menit, aroma nasi goreng yang Sky masak tercium dengan lezat dan Javier pun menyimpan laptop nya lalu kembali menghampiri Sky.


"Sudah selesai." Sky menyimpan nasi gorengnya di meja.


"Kau harus mencoba masakanku, ini pasti enak," ucapnya penuh semangat.

__ADS_1


Javier melewati meja untuk membuka kulkas dan membawa beberapa sayuran di dalam wadah bening.


"Kenapa kau membawa sayuran itu?"


"Tentu saja untuk di makan."


Sky segera mengambil nasi goreng nya.


"Jauhkan sayuran itu dari nasi goreng ku!"


"Aku tidak suka sayuran dan aku tidak mau makan sayuran itu!"


"Jadi kau tidak suka sayuran?"


Sky mengangguk.


"Kalau begitu aku akan memaksamu memakan sayuran ini."


Javier mendekati Sky tapi Sky lari dengan membawa nasi goreng di tangannya.


"Ku bilang jauhkan sayuran itu!!"


"Makan lah Sky ini sehat!"


"Berhenti!" Sky menunjuk Javier.


"Javier aku bilang berhenti!!"


Mereka saling mengejar mengelilingi sofa dengan Sky yang membawa piring nasi goreng dan Javier yang membawa mangkuk bening berisi sayuran.


"Sky kau yang berhenti!!"


"Aku tidak suka sayuran!!"


"Kau harus mencobanya dulu!!"


"Aku pernah mencobanya dan itu tidak enak!!"


"Ini tidak buruk, Sky."


"Tidak enak. Hambar!!"


Sedetik kemudian, Javier berlari lebih cepat mendahului langkah Sky yang hendak kabur.


Ia berhasil menangkap lengan Sky.


"Ayo makan!!"


"Tidak..tidak... aku tidak suka sayuran!!"


Diam diam Pak Liam dan Bibi Gail mengintip pertengkaran mereka. Mereka tersenyum melihat Javier dan Sky yang tampak seperti anak kecil, saling mengejar karena sayuran.


Sky yang keras kepala akhirnya membuat Javier mengalah.


Mereka pun duduk di meja setelah saling mengejar satu sama lain.


"Cobalah." Javier mengambil piring tapi Sky menepisnya.


"Jangan menambah pekerjaan pelayan disini. Kita bisa makan sepiring berdua."


Sky mengambil sendok dan memberikannya kepada Javier tapi tidak langsung di ambil oleh Javier.


"Ini sendokmu."


Pria itu malah melamun membuat Sky mengerutkan dahi nya.


"*Kita makan sepiring berdua ya. Ini sendokmu."


"Oke, dad."


"Bagaimana rasanya?"


"Eummm.... enakkkkk." Javier kecil mengacungkan jempolnya ke arah Ataric membuat ayahnya terkekeh dan mengelus puncak kepala Javier.


"Kau harus pandai memasak juga. Lelaki harus bisa dalam segala hal, Jav."


"Sepertimu ya, Dad." jawabnya dengan makanan penuh di mulut.

__ADS_1


Ataric tersenyum*.


"Javier?" Sky memanggil dengan mengibas ngibaskan tangannya di wajah Javier.


Javier mengerjapkan mata lalu mengambil sendok dari tangan Sky.


Kenapa dia?


Javier menyendok nasi goreng itu dan mengunyahnya perlahan.


Sky memandang Javier menunggu reaksi suaminya terhadap masakannya.


Javier kembali mematung dengan rasa dari nasi goreng itu. Lalu ia melirik ke arah Sky.


Sky menaikkan satu alisnya. "Kenapa? Apa tidak enak?"


"Dari mana kau mendapatkan resep ini?"


"Dari seseorang yang mengajari ku waktu aku kecil."


"Oh." Javier mengangguk ngangguk.


"Rasanya sama seperti masakan ayahku." Ucapnya seraya mengaduk ngaduk nasi goreng itu.


"Be-benarkah?"


"Bagus lah, kau bisa mengobati rasa rindumu dengan nasi goreng ini," lanjut Sky.


Sky mendorong nasi gorengnya lebih dekat ke arah Javier. "Makanlah."


Javier melirik nasi goreng itu bergantian melirik Sky yang sedang tersenyum ke arahnya.


Ia kembali menyendok nasi goreng itu dan memberikannya kepada Sky.


"Buka mulutmu."


"Hm? kau saja, aku bisa membuatnya lagi."


"Buka mulutnya." Javier berkata dengan sedikit mengancam.


Akhirnya Sky pun makan disuapi oleh Javier. Tidak habis tingkah jahil Javier ia menyimpan sedikit timun di sendok nya lalu memberikannya kepada Sky.


Sky mengunyah seperti biasa tapi ketika ia merasakan rasa yang berbeda, Sky berhenti mengunyah menatap Javier.


Pria itu hanya tersenyum. Sky mengambil tissu dan memuntahkan nasi goreng nya.


"Kau!!"


Javier terkekeh dan membersihkan bibir Sky dengan Ibu jarinya.


"Maaf, sayuran nya yang naik sendiri ke sendok itu." kata Javier dengan tersenyum geli melihat Sky yang masih menatapnya kesal.


"Aku akan pergi ke pesta itu, kau mau ikut kan?"


"Benarkah?" tanya Sky dengan mata berbinar.


"Aku akan makan ice cream yang banyak disana."


"Kau bisa menyuruh koki membuatnya kalau mau ice cream."


"Ice cream di pesta rasanya berbeda pasti. Aku tidak pernah pergi ke pesta. Pesta pernikahan ataupun pesta ulang tahun karena aku tidak punya banyak teman."


Javier menatap Sky dalam dalam, hidup Sky dan dirinya tak jauh berbeda. Sama sama mempunyai luka yang berusaha mereka sembunyikan.


Javier yang kehilangan ayahnya karena dibunuh dan ibunya yang entah ada dimana sementara Sky, ibunya meninggal dan disiksa oleh Ayah dan ibu tirinya.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


Bersambung..


__ADS_2