Menikahi Mafia Kejam

Menikahi Mafia Kejam
#128


__ADS_3

Javier membawa Sky ke kamar mandi. Ia membuka pakaian istrinya, menyabuni Sky, mengeramasi istrinya di bath up.


"Kau ini kenapa, suka sekali marah-marah. Tidak menyayangi ku ya?"


Javier menaikkan satu alisnya. "Aku tidak marah-marah sayang ..."


"Kau dari semalam marah terus huhh ..." Sky mencebikkan bibirnya.


"Aku tidak suka kau bermain dengan Momo," sahut Javier dengan tangan sibuk mengeramasi istrinya.


"Memangnya kenapa?"


"Momo itu kotor, kau tidak berpikir mungkin di tubuh si babi itu banyak bakteri."


Sky bergeming dan mencebikkan bibirnya. Javier menghela nafas.


"Aku akan membelikanmu binatang yang lain. Kau mau apa?"


Sky mengangkat kedua bahu nya.


"Anjing?"


Sky menggeleng.


"Kucing?"


Sky menggeleng lagi.


"Hamster?"


Sky menggeleng lagi.


Javier menghela nafas. "Singa?"


Sky tetap menggeleng.


"Harimau saja bagaimana?"


"Kau mau aku mati, ya? bagaimana kalau dia memakan ku."


"Tidak, sayang. Kita pelihara dari kecil, dia pasti mengenal Tuan nya."


"Aku hanya punya Gipsi dan Clever di mansion ketiga. Kebetulan aku tidak punya singa atau harimau."


Sky mengangkat kedua bahu nya. "Aku tidak mau."


"Ayolah ... kau mau apa. Tinggal bilang saja, aku akan membelikan nya untukmu. Asal jangan Momo," seru Javier.


"Aku tidak mau apa-apa," sahut Sky.


"Apa sudah selesai?" tanya Sky.

__ADS_1


"Sudah sayang, sebentar aku bawa handuk dulu."


"Tidak perlu." Sky beranjak dari bath up mengambil bathrobe yang tergantung di sana lalu keluar dari kamar mandi.


Javier menaikkan satu alisnya bingung, ada apa dengan istrinya ini.


Pagi-pagi bermain dengan Momo, sekarang terlihat kesal tidak jelas.


Sky duduk di meja rias dengan handuk di kepalanya. Ia mengambil lip gloss di meja an memoleskan nya ke bibir.


Tapi seketika ia mencium bau aneh sampai mencium lip gloss yang biasa ia pakai.


"Apa sudah kadaluwarsa ya. Kenapa aneh sekali bau nya." dan tiba-tiba.


Oeekk ...


Ia muntah dan Javier yang melihat itu segera menghampiri istri nya dengan panik.


"Sayang kau kenapa?"


Sky menggeleng lalu berlari ke kamar mandi. Ia muntah banyak di sana dan Javier tidak bisa masuk karena Sky mengunci nya dari dalam.


Pria itu hanya bisa mengedor-gedor pintu dengan panik.


"Sayang kau kenapa ... buka pintu nya."


Setelah merasa lega Sky pun keluar dari kamar mandi.


"Aku akan menyuruh Dokter Richard datang ke sini."


"Tidak perlu, jangan membuang-buang waktu lagi. Bukankah hari ini kita akan membuat Olaf?"


"Kita bisa pergi besok, oke."


"Tidak. Aku mau sekarang," rengek Sky.


Lihat, Javier semakin bingung. Istrinya tadi terlihat kesal sekarang malah merengek dengan manja seperti itu.


"Tapi sayang kau sepertinya sakit."


"Aku hanya masuk angin karena bermain dengan Momo tadi."


"Ayo cepat ..." Sky merengek lagi dengan mengoyang-goyangkan tangan Javier.


Javier menghela nafas. "Oke sayang."


Ia mengelus rambut istrinya mencium keningnya sebentar lalu menggenggam tangan Sky untuk sarapan sebelum berangkat ke bandara.


Mereka pun menuruni anak tangga dan suasana kacau pun di mulai. Zivania kembali datang ke mansion, gadis itu sedang duduk di meja makan bersama yang lain.


Sky mendengus menatap kesal Zivania. Mereka pun duduk di meja makan.

__ADS_1


"Hama yang satu ini selalu menganggu saja," gumam Sky.


"Siapa yang kau bilang Hama?" kesal Zivania.


"Kau!!"


Yang lain menonton seraya makan, Javier hanya bisa menggelengkan kepala.


"Kau hama yang sebenarnya," sahut Zivania.


"Jav ... kau mau makan apa?" tanya Zivania dengan lembut memegang tangan Javier.


Sky yang melihat itu menatapnya geram sampai mencengkram sendok dengan keras.


BRAKH


Ia mengeplak meja dengan keras membuat semua orang mendongak kaget.


Gadis itu menghampiri Zivania, mencengkram tangan nya hendak menyeretnya keluar.


Tapi dengan cepat Zivania mendorong tubuh Sky, untung saja Javier cepat menangkap tubuh istrinya.


Suasana pun semakin ricuh Zivania hendak menampar Sky tapi tangan nya di tahan oleh Javier.


"Hentikan, Zii!!


BUGH


"Akkhh!!"


Semua orang melebarkan matanya seketika karena Sky tiba-tiba menyerang Zivania dengan menendang perut perempuan itu.


"Sayang ..." Javier memegang kedua pundak istrinya, menatapnya tak percaya. Bagaimana bisa Sky sekasar itu.


"Pergilah atau aku akan bertindak lebih kasar denganmu!! aku sedang ingin marah-marah sekarang!!" teriak Sky.


Zivania melayangkan tatapan permusuhan untuk gadis kecil ini.


"Kurang ajar kau sial*n!!"


Zivania hendak menyerang Sky lagi tapi Thomas dan Sekretaris Han langsung menahan tubuh perempuan itu.


"Lepas!! lepaskan aku!! lepaskan!!" Zivania terus memberontak.


"Bawa dia keluar," pinta Javier.


Mereka pun menyeret Zivania keluar dari mansion. Nafas Sky masih memburu, dada nya terlihat naik turun dengan tatapan horror ke arah Zivania.


Athes and the geng dan Philip yang melihat Sky seperti itu hanya bisa menatap gadis itu bingung.


"Dia sudah pergi, kita makan lagi." Javier mengelus puncak kepala Sky menenangkan. Sky mengangguk dan kembali makan.

__ADS_1


Yang lain tidak mau ikut campur, bahkan menjadi suporter gadis kecil itu saja tidak mau ketika melihat Sky berani menendang Zivania.


Bersambung


__ADS_2