
Setiap hari adalah hari pembullyan untuk Sekretaris Han, terkadang Keenan menyuruhnya menguras kolam berenang tapi selepas itu diam-diam dia mengotorinya lagi, terkadang Sekretaris Han di suruh mencuci piring.
Karena tidak ada pelayan wanita di mansion Xander otomatis semua pekerjaan rumah bebas siapa saja yang mengerjakan. Dan paling sering Keenan, tapi karena ini hari pembullyan darinya untuk Sekretaris Han maka dia lah yang mencuci piring.
Bukan hanya itu, terkadang Keenan memasukan garam atau gula ke makanan Sekretaris Han, ia juga menyuruh Sekretaris Han menyapu halaman depan mansion.
Seperti sekarang, Sekretaris Han sedang mengepel. Athes and the geng pun beralih memihak kepada Keenan. Mereka ikut-ikutan duduk di sofa seraya santai mengemil makanan dan Philip pun ikut andil bersama mereka.
Sekretaris Han berdecak, apa-apaan mereka ini. Kenapa malah memihak Keenan membully dirinya.
"Dasar tidak setia kawan!" gumam Sekretaris Han dengan terus mengepel.
Athes melempar kulit kacang, Jonathan melempar kulit jeruk dan masih banyak lagi cara mereka mengotori lantai yang sedang di bersihkan itu.
"Bisakah kalian berhenti!" kesal Sekretaris Han seraya berdiri tegak menatap mereka.
Athes and the geng hanya diam sesaat seraya saling menyikut.
"Tidak bisa," sahut Keenan.
"Lanjutkan mengepel mu, jangan banyak protes. Bukankah kau ingin menjadi adik iparku?!"
Sekretaris Han mendengus, pekerjaan rumah tangga ini lebih dari yang Javier lakukan hari itu untuk membujuk Xander. Keenan sulit sekali di luluhkan.
Sampai selesai mengepel pun Sekretaris Han masih di suruh untuk membersihkan jendela mansion. Puluhan jendela harus di bersihkan olehnya.
Dari atas balkon Javier memperhatikan Sekretaris Han yang sedang membersihkan jendela teras depan.
"Keterlaluan!" ucapnya lalu turun ke bawah.
Keenan, Philip dan Athes and the geng masih santai di depan televisi seraya tertawa ketika melihat adegan yang lucu di film.
"SIAPA YANG TERUS-TERUSAN MEMBULLY HAN!!" teriak Javier begitu kerasnya membuat semua orang terhentak kaget.
Javier perlahan menuruni anak tangga untuk menghampiri mereka. Dulu saat ia berusaha membujuk Xander tidak separah Sekretaris Han, Xander mudah di taklukan. Tapi Keenan, sepertinya dia sengaja mempersulit Sekretaris Han.
Dan lagi, Sekretaris Han adalah Kakak angkat Javier, tidak mungkin pria itu membiarkan Kakak angkatnya di bully terus-terusan seperti itu. Sekretaris Han juga yang berjasa atas hubungan nya dengan Sky, kalau bukan Sekretaris Han yang membujuk Sky untuk membuka hatinya kepada Javier mungkin akan sedikit sulit Javier bersama dengan istrinya sekarang.
Athes and the geng dan Philip segera beranjak dari sofa dan menundukkan kepala nya dalam-dalam. Meninggalkan Keenan yang masih duduk sendirian.
Javier memasukan kedua tangan nya ke saku dengan pandangan tajam ke arah mereka. Rahangnya menunjukan urat-urat kemarahan membuat Athes and the geng merinding seketika.
"Membersihkan kolam, mencuci piring, menyapu, mengepel, mengerjakan materi perusahaan, menjaili makanan nya DAN SEKARANG DIA MEMBERSIHKAN JENDELA!!"
"TIDAKKAH KALIAN SADAR KALIAN SIAPA?!!" teriaknya lebih keras menatap horror Athes and the geng.
Sky dan Xander pun menuruni anak tangga untuk melihat keributan yang terjadi. Dan juga Sekretaris Han, ia masuk ke dalam mansion.
__ADS_1
Sekretaris Han menatap bergantian Javier dan yang lain. Hal yang membuat Javier kesal adalah Athes and the geng ikut-ikutan membully Sekretaris Han.
Sky turun tergesa-gesa dan Xander menuruni anak tangga dengan santai nya seolah-olah keributan di mansion nya sudah hal yang bisa semenjak kedatangan anak buah Yakuza.
"By ... ada apa?"
"KALIAN --"
"JAV CUKUP!!" potong Sekretaris Han.
"Tidak perlu melakukan ini!" ucap Sekretaris Han.
"Sama sepertimu ... aku harus berjuang untuk Kara, bukan?"
Javier menoleh ke arah Sekretaris Han menatapnya dengan pandanga kesal. "Mereka mempermainkanmu!!"
"Lagi pula aku tidak setuju jika Han menjadi suami dari adikku," potong Keenan.
Semua orang menoleh ke arah Keenan.
"Lalu untuk apa kau menyiksa Han kalau pada akhirnya kau tidak menyetujui mereka!!" geram Javier.
"Terserah aku, aku hanya ingin melihat perjuangan dia. Walaupun tetap aku tidak akan merestui mereka!"
Javier tertawa kecut. "Kau benar-benar mengajakku bermain sekarang!!"
Javier mengeluarkan pistol dan membidikkan nya ke arah Keenan. Semua orang sontak membulatkan mata.
"Tidak sayang, mempermainkan Han sama dengan mempermainkanku!! dan ini permainan dariku untukmu!!"
"Sekali lagi aku bilang, berikan Kara atau kau mati!!"
"TIDAK SEMUA HAL BISA MENJADI MILIKMU JAVIER!!" Teriak Keenan.
Untuk masalah ini ia memberanikan diri melawan Javier karena menurutnya Sekretaris Han bukan yang terbaik untuk Kara.
"ADIKMU JUGA MENCINTAI HAN!!" balas Javier.
"AKU TIDAK AKAN PERNAH MEMBERIKAN KARA UNTUK HAN!!"
Javier mulai geram, ia menarik pelatuk pistolnya membuat Sekretaris Han membulatkan mata seketika.
"Jav hentikan ..."
DOR
Semua orang menjerit, karena peluru itu bersarang tepat di dada Sekretaris Han. Tepat ketika Javier menarik pelatuk Sekretaris Han berlari dan menghalangi tubuh Keenan dari depan.
__ADS_1
"Han ..." gumam Javier seraya menurunkan pistol itu dengan gemetar.
"Kak Han-Han ..." Sky menjerit hendak menghampiri Sekretaris Han tapi di tahan oleh Javier.
Peluru nya menancap sempurna di dada Sekretaris Han.
"HANN ... HANN ..." teriak Keenan kala melihat tubuh Sekretaris Han perlahan ambruk ke lantai.
"Jangan mati sial*n!! kepar*t kenapa kau melakukan ini!! aku tidak mau berhutang budi apapun kepadamu!!" lirih Keenan seraya mengguncang-guncangkan tubuh Sekretaris Han yang terkapar di lantai.
"Aakkhh!!" Sekretaris Han meringis kesakitan memegang bahu nya yang berdarah.
"Han ... Han ... baiklah, baiklah aku akan merestuimu dengan Kara. Tapi kau jangan mati brengs*k!!" sambung Keenan.
"A-apa kau bilang?" tanya Sekretaris Han terbata.
"Aku merestuimu."
"A-aku ... aku tidak dengar ..."
"AKU MERESTUIMU!!" teriak Keenan lebih keras.
Tiba-tiba Sekretaris Han bangun seperti orang sehat dan tersenyum ke arah Keenan. "Terimakasih Kakak ipar," ia menepuk pundak Keenan lalu beranjak menghampiri Javier.
Keduanya menyatukan kepalan tangan mereka dengan tersenyum karena rencana mereka berhasil.
Oh tentu saja ini semua hanya akting, semuanya sudah di atur secara sempurna oleh Javier dan Sekretaris Han.
Sekretaris Han berpura-pura menyelamatkan nyawa Keenan agar di restui.
Keenan masih diam kebingungan. "Han kau ..."
"Aku masih hidup, ini hanya peluru kecil yang tidak akan menembus jantungku. Aku harus menemui dokter untuk mengeluarkan peluru nya dulu. Bye!"
Sekretaris Han pun berjalan dengan santai nya keluar seraya bersiul, darah yang keluar dari balik bajunya seakan air yang membasahi bajunya saja, ia tidak merasakan kesakitan sama sekali. Seperti tidak terjadi apa-apa, ia berjalan seperti orang sehat saja membuat semua orang kebingungan. Kecuali Javier, pria itu malah tersenyum dan menggandeng tangan istrinya ke atas.
Peluru darah dan rasa sakit bukan hal yang harus di takuti oleh Javier dan Sekretaris Han. Itu adalah permainan mereka.
Xander hanya bisa menggelengkan kepala.
...💥💥💥...
Beberapa tahun kemudian selepas penembakan itu terjadi, Sekretaris Han dan Kara benar-benar menikah.
Kara dan Liana mengandung di tahun yang sama. Han dan Kara di karuniai seorang putra yang di berinama Arsen. Sementara Thomas dan Liana di karuniai seorang putri yang di berinama Tessa.
Maxime dan Miwa kini berusia empat tahun sementara Arsen dan Tessa berusia tiga tahun. Semuanya tinggal di mansion Xander. Xander melarang mereka kembali ke Negara M entah sampai kapan.
__ADS_1
Dan keempat anak kecil itu tumbuh menjadi musuh bebuyutan untuk Athes and the geng.
Bersambung