
...Ini sebenarnya engga wajib di baca, karena aku sedikit gundah-gulana nih wkwk soalnya Keenan+Athes and the geng gapunya kisah cinta mereka dan ga jelas siapa istrinya. Ini sekedar nyalurin yang ada di otak aku aja 😁 Dan di sini flashback semua ya karena mereka sekarang udah pada TUA kan. Maxime, Miwa, Tessa sama Arsen masih pada bocil juga di sini. ...
...Gabisa beda judul juga karena mungkin bab nya gaakan banyak....
...Yang engga suka boleh di skip aja yaa. Terimakasih😊...
*
Sedikit menceritakan keenam sahabat yang selalu di panggil Athes and the geng, kisah ini bermula setelah kematian Mudork di tangan pemimpin Yakuza dan Antraxs.
Mereka tidak lagi berfokus soal perang ataupun membunuh lagi, mereka manusia normal seperti Tuan nya yang ingin merasakan mencintai dan di cintai.
Lika-liku masalah membuat keenam persahabatan mereka hampir goyah, mereka marah dan bermusuhan sampai hendak membunuh satu sama lain dan membuat Javier De Willson harus ikut turun tangan menyelesaikan masalah mereka.
*
Sky dan Javier duduk di sofa bersama seorang gadis yang hendak melamar kerja sebagai baby sitter untuk Maxime dan ketiga bocil yang lain.
"Siapa namamu?" tanya Sky.
"Rara, Nyonya. Tapi biasa di panggil, Ara."
"Dia terlalu muda sayang, aku khawatir dia tidak berpengalaman menjaga anak kecil," bisik Javier.
"Justru aku sengaja memilih yg lebih muda, pinggang dan kaki mereka masih kuat untuk mengejar Maxime yang sangat aktif," sahut Sky pelan.
Sementara Ara hanya bisa tertunduk. Maxime, Miwa, Tessa dan Arsen memang sangat suka lari-lari mengejar sesuatu yang mereka suka. Apalagi sekarang Glory dan Gery sudah berumur satu tahun lebih.
Dua singa itu sudah bisa makan daging sekarang. Ke empat bocil itu sangat suka saat memberi makan dua singa peliharaan mereka, tetapi tentu saja di dampingi para Ayah saat memberikan makan kepada Glory dan Gery.
Walaupun dua singa itu sudah terlatih dan jinak untuk mengenali siapa Tuan nya, tetap saja Javier, Sekretaris Han dan Thomas khawatir jika ke empat bocil itu tiba-tiba menjadi santapan buas Glory dan Gery.
Javier menghela nafas. "Baiklah, aku ikut kemauanmu saja sayang."
__ADS_1
Sky mengangguk lalu menatap Ara kembali.
"Ara ..."
Ara mendongak. "Iya Nyonya?"
"Mulai sekarang kau bekerja di sini."
Mata Ara seakan berbinar, akhirnya setelah mencari-cari pekerjaan ia bisa membantu kedua orang tua nya.
Ara tahu dengan siapa ia bekerja, Ara tidak takut dengan anggota mafia Yakuza karena kebaikan Yakuza yang menjunjung tinggi melindungi perempuan sudah tersebar kemana-mana.
"Mommy ... mommy ..." Teriak Miwa berlari menghampiri Ibunya tapi langsung di tangkap dan di pangku oleh Javier.
Ara tersenyum melihat Miwa tapi gadis kecil itu malah membuang muka.
"Daddy siapa kakak itu?" tanya nya seraya bergelayut manja di leher Javier.
"Itu kak Ara," sahut Sky. "Mulai sekarang Kak Ara yang akan menjaga Miwa dan Maxi, oke."
Sky tersenyum. "Iya, kakak Ara bantuin Max jaga Miwa."
Miwa menggeleng lagi. "Gak ah Mommy."
"Tidak apa, Nyonya ... Butuh waktu untuk mendekati anak kecil," ucap Ara dengan tersenyum tipis.
"Kau memang pengertian," sahut Sky dengan tersenyum.
*
Sementara itu di belakang mansion ada kandang yang sangat luas untuk Glory dan Gery. Ada beberapa penjaga yang khusus memberikan makan kepada dua singa itu.
Tapi kali ini mereka yang tidak terlalu akrab dengan dua singa tersebut mencoba memberi makan dengan memainkan nyawa mereka sendiri.
__ADS_1
Mereka memasukan nama mereka sendiri ke botol mengocok botol tersebut dan mengambil satu gulungan kertas ketika di buka.
"KEENAN!" Teriak Philip yang di sambut tawa keras dari yang lain.
Keenan seketika membulatkan mata dan langsung merebut botol tersebut lalu mengeluarkan semua gulungan kertas di dalamnya, ia curiga di kerjai lagi oleh yang lain perkara gulungan kertas di dalam botol.
Dan ternyata memang nasibnya yang sedang apes, semua gulungan kertas itu nama mereka masing-masing.
"Ck, kau tidak percaya dengan kami," ucap Nicholas.
"Berserah diri saja, ini memang nasib burukmu!" sahut Aiden.
Keenan berdecak kesal melempar botol di tangan nya lalu mengambil ember berisi daging ayam mentah.
Ketika hendak membuka pintu kandang tersebut ia menghela nafas berat dengan mencengkram kuat ember di tangan nya.
Sementara dua singa itu sudah menatap tajam Keenan yang hendak masuk ke kandang.
Javier melarang Athes and the geng, Keenan dan Philip untuk bermain dengan Glory dan Gery itu sebabnya dua singa itu sedikit buas kepada mereka karena menganggap nya orang asing.
"Bawa daging nya lagi," ucap Philip kepada Jonathan.
"Siap!" sahut Jonathan kemudian berlari masuk ke dalam mansion untuk menanyakan daging mentah kepada Javier karena di sekitar kandang hanya ada satu ember.
Dan ketika sampai pintu ia membulatkan mata kala melihat seorang gadis sedang bermain dengan Miwa di sofa. Mereka berdua tampak tertawa.
Tubuh Jonathan seakan membeku di tempat, kaki nya seakan tak mampu berjalan lagi. Tapi gadis itu seketika menoleh ke arahnya.
Sama seperti Jonathan, mata gadis itu membulat sempurna.
"Jonathan ..." lirihnya.
"Ara ..." lirih Jonathan.
__ADS_1
Dia Ara, Ara yang membuat Jonathan hampir gila beberapa tahun yang lalu sampai tak sengaja memeluk Sky di ruang bawah tanah.
Bersambung