
Setelah berkuda mereka hendak pergi ke penginapan. Javier kembali menuntun Gipsi dan juga menggenggam tangan Sky untuk sampai ke penginapan.
Sky berjalan dengan menenteng sandal nya sendiri, ia lebih memilih berjalan tanpa alas kaki dan sibuk bermain-main dengan pasir. Gadis itu terkadang meloncat-loncat, lalu memasukan kakinya ke dalam pasir atau menendang-nendang pasir sesuka hatinya.
Javier yang melihat itu hanya bisa tersenyum. Sky berbeda dengan Zivania yang selalu ingin bersih dan takut kakinya kotor.
"By, aku mau main pasir di sini. Aku mau membuat olaf."
"Olaf itu dibuat dari salju, sayang. Bukan pasir."
"Tapi tidak ada salju disini."
"Nanti ya. Aku janji membawamu main salju." Sky mengangguk senang.
Mereka sampai di penginapan, Javier memberikan Gipsi ke anak buahnya lalu mengajak Sky masuk.
"Kenapa tidak pulang saja? kenapa menginap di sini?"
"Thomas dan Philip akhir-akhir ini selalu ada di mansion ku, aku tidak mau mereka menganggu kita. Hari ini kan bulan madu kita, sayang."
Sky terkejut sampai menghentikan langkahnya. Ia benar-benar lupa tentang hari ini.
"Kau kenapa?" tanya Javier.
"A-apa kita ... akan melakukan nya di sini?"
Javier mengangguk.
"Uhuk ... uhukk ..." Sky menepuk-nepuk dada nya.
"By sepertinya aku---Arkkhhhh!!" Belum selesai bicara Javier sudah menggendong Sky seperti karung beras di pundaknya.
"Tidak ada lagi alasan!!"
__ADS_1
Sky meronta meminta di turunkan tapi tidak mungkin Javier melepaskan mommy serangga yang gembul ini setelah susah payah menangkapnya.
Javier merebahkan Sky di kasur, Sky beringsut ketakutan sementara pria itu tersenyum melihat mangsa nya untuk nanti malam.
"Hei aku ini suamimu," ucap Javier yang melihat Sky malah beringsut menjauhinya.
"T-tapi aku takut."
Javier duduk di ranjang menggenggam tangan istrinya dan mengelus lembut tangan Sky.
"Apa yang kau takutkan hm?"
Tiba-tiba suara bel berbunyi, Javier beranjak membuka pintu dan seorang pramusaji masuk membawakan mereka makanan.
Setelah pramusaji itu keluar Javier membawa makanan nya ke meja bulat dekat jendela. Mereka makan dengan pemandangan laut di depannya.
"Kemari, kau harus makan."
Sky duduk di depan Javier.
"Pizza."
Javier memberikan pizza ke piring Sky. Gadis itu mulai melahap makanan di depan nya.
Javier dengan santai makan spageti, sesekali ia melihat istrinya yang hening dan sibuk sendiri dengan makanan nya. Sepertinya Sky benar-benar kelaparan.
Pria itu tersenyum melihat pipi Sky yang naik turun karena mengunyah makanan.
"Aku mau ice cream," ucap Sky.
Javier memberikan ice cream Vanila untuk istrinya. Dan Sky kembali hening sibuk menghabiskan ice cream.
Tiba-tiba bel kembali berbunyi, Javier beranjak dari kursi untuk membuka pintu dan itu seorang pelayan perempuan.
__ADS_1
"Maaf, Tuan. Ada yang menitipkan surat untuk anda."
Javier mengangguk. "Terimakasih."
"Siapa, By?" tanya Sky dengan sendok ice cream bersarang di mulutnya.
"Tidak tahu, sayang."
Javier kembali duduk di kursi dan membuka surat itu.
Hallo Mr De Willson. Apa kabarmu? Ku dengar kau sedang di penginapan dekat pantai bersama istrimu. Apa kau sedang berbulan madu, Mr De Willson? Oh iya, aku ingin memberimu kabar baik sekarang. Untuk beberapa hari ke depan aku tidak akan mengganggumu. Aku akan membiarkan mu membuat kenangan yang indah bersama Sky. Tapi harus kau ingat Mr De Willson, Aku akan membuat kenangan indah itu menjadi kenangan yang paling menyakitkan ketika kau mengingatnya nanti.
^^^Mudork^^^
"Siapa, By?" tanya Sky.
"By?" Sky kembali memanggil melihat Javier hanya diam memandang kertas itu.
Javier marah, tapi ia berusaha tenang karena ada Sky di depannya. Pria itu menghela nafas berat.
"Kau baik-baik saja, By?" Tanya Sky lagi yang melihat helaan nafas Javier berbeda dari biasanya.
Javier mendongak dan memaksakan tersenyum. "Iya sayang, aku baik-baik saja. Ini dari, Han. Dia bilang, dia pulang lebih dulu dan tidak bisa menghubungi kita karena ponsel nya mati. Jadi dia mengirim surat."
Sky mengangguk-ngangguk. "Ohh ..."
"Habiskan makanan mu." Sky mengangguk dan kembali makan.
Javier hanya diam memandang teduh wajah Sky. Istrinya adalah kenangan yang indah untuknya sekarang, semua hal yang di lalui bersama Sky tersimpan sebagai kenangan indah untuknya. Ia tidak akan membiarkan kenangan indah ini menjadi kenangan paling menyakitkan. Tidak, tidak boleh.
Sky miliknya, hidupnya, kebahagian nya sekarang. Dulu ia di tinggalkan kedua orang tuanya, lalu Zivania orang yang paling ia percaya selalu ada untuknya juga pergi meninggalkan nya. Dan sekarang ia mempunyai Sky yang sudah sah menjadi istrinya.
Javier hanya bisa berjanji gadis gembul di hadapan nya ini akan selalu baik-baik saja bersama nya walaupun ia tidak tahu badai apa yang akan menerjang pernikahan nya nanti.
__ADS_1
Bersambung