
Xander berjalan perlahan memasuki ruangan putrinya. Gadis itu masih belum sadarkan diri.
Ia duduk di samping ranjang Sky dengan menopang kepala dengan kedua tangan nya, ia tak mampu melihat putrinya lemah seperti ini.
Selama ini Xander hidup sebatang kara dan keluarga satu-satunya yang ia punya hanya lah Sky, putrinya.
"Sky ..." lirihnya.
Ia mengambil tangan Sky dan menciumnya.
"Ini Daddy ..."
"Maafkan Daddy, Sky ... maafkan kesalahan Daddy ..."
Xander terisak seraya memegang tangan putrinya, seharusnya ia yang menjaga putrinya dari kecil, seharusnya ia yang merawat Sky dari kecil, seharusnya ia yang tidak membiarkan putrinya terluka.
"Alexa ..." lirihnya dengan suara gemetar.
"Lihat putri kita Alexa ... putri kecil kita yang dulu merengek meminta ice cream kini berubah menjadi gadis yang cantik."
Xander menghela nafas berat, ia berbicara sendiri menganggap Alexa ada di dekatnya. Ia hanya ingin mengeluarkan rasa sakitnya melihat Sky semenderita ini sekarang.
Ia terus berbicara tanpa melepaskan tangan Sky dari genggaman nya.
"Dulu beban terbesar putri kita hanya tidak bisa makan ice cream di saat musim dingin ... tapi sekarang, pundak kecil putri kita harus menanggung semua kesalahan orang lain ..."
"Al, aku malu ... orang tua macam apa aku ini, Al ... tidak ada yang bisa di banggakan dariku."
"Kematianmu membuat Sky harus mendapatkan trauma selama hidupnya ... kesalahan Herry membuat Sky harus menikah dengan orang yang tidak dia cintai ... dan kesalahanku membunuh Ataric membuat pernikahan Sky hancur ..."
"Lihat Al, lihat ... bukan kah aku dan Herry seberengsek itu ..."
"Dan sekarang Javier meninggalkan nya di saat putri kita hamil anak kembar ..."
"Tidak ada satupun pria yang baik untuk putri kesayanganmu, Al. Aku, Herry dan Javier semuanya jahat ..."
__ADS_1
"Aku begitu malu, Al ... aku sangat malu, apa yang harus aku lakukan ketika dia bangun nanti? untuk menatap mata nya saja aku tidak mampu, Al ... bahkan rasanya maaf ku tidak cukup untuk menyembuhkan luka putri kita ..."
"Seharusnya aku menghilang selamanya, seharusnya aku tidak kembali kesini dan membiarkan Sky bersama Javier. Seandainya aku tidak datang, pernikahan nya masih utuh ..."
"Aku hanya ingin menilai apakah Javier benar-benar mencintai putriku atau tidak, aku tidak pernah berfikir kalau Javier sampai tega meninggalkan nya, Al ... aku pikir pria itu akan menerima Sky dengan baik, nyatanya aku salah. Sky di usir begitu saja."
"Sky ..." Ia terisak memanggil nama putrinya dengan gemetar.
"Sky ... maafkan Daddy."
"Maaf ..."
"Maaf ..."
"Maafkan Daddy maaf ..."
"Kau pasti sangat menderita, kau terlalu banyak melihat luka orang lain dan melupakan lukamu sendiri ... seharusnya kau tidak menggantikan kesalahan Hery, seharusnya kau tidak menikah dengan Javier dan seharusnya bukan aku yang menjadi Ayahmu ..." Ia terisak dalam-dalam seraya mencium tangan putrinya.
...💥💥💥...
Sudah pagi hari Sky masih belum sadarkan diri, sepertinya gadis itu benar-benar kelelahan. Demam nya sudah sedikit menurun.
"Uncle ..."
Xander terhentak mendengar panggilan itu, ia membalik dan ternyata putrinya sudah duduk di ranjang seraya tersenyum tipis ke arahnya.
"Sky ..." pria itu menghampiri putri nya dan duduk di dekat Sky.
"Kau baik-baik saja?"
Sky mengangguk.
"Sudah lama tidak bertemu, Uncle ..."
Xander tersenyum. "Iya ... uncle sampai kagum melihatmu tumbuh secantik ini."
__ADS_1
Ingin rasanya Xander mengatakan kalau dia Ayahnya, Ayah kandung Sky. Tapi melihat kondisi Sky yang belum membaik sepenuhnya ia mengurungkan niatnya.
Keduanya terdiam, Xander ingat Dokter Vincent melarang nya bertanya, ada apa, kenapa, dan yang lain nya. Karena takut menganggu kesehatan mental Sky.
"Hmmm kau mau makan?"
Sky mengangguk. Xander tersenyum dan beranjak mengambil bubur tapi.
"Aku mau salad," ucapnya.
Xander mematung, seingatnya Alexa dulu pernah bilang Sky tidak suka sayur.
"Salad buah?" tanya Xander.
Sky menggeleng. "Sayuran," sahut Sky.
Seketika Xander ingat, putrinya ini sedang mengandung. Apa mungkin ini termasuk dari mengidam.
"Baiklah, tunggu di sini oke."
Sky mengangguk lagi, ketika Xander hendak keluar dari ruangan perkataan Sky membuatnya kembali mematung.
"Uncle, tolong panggilkan Javier. Aku ingin makan salad bersama nya."
Apa yang harus Xander lakukan sekarang, apa mental Sky benar-benar terganggu sampai gadis itu lupa Javier baru saja mengusirnya.
Xander membalik. "Baiklah ..."
Ia pun keluar dari ruangan, di luar ruangan ia mencoba menelpon Javier tapi ternyata nomornya tidak aktif.
Sebenarnya ia malas menelpon pria yang sudah mengusir putrinya, tapi bagaimana kalau Sky benar-benar mengidam makan salad bersama suaminya.
Ia mondar-mandir menelpon pria itu, tapi ponselnya selalu tidak aktif.
Dan ia juga tidak punya nomor Sekretaris Han dan yang lain.
__ADS_1
Mungkin Xander akan datang ke rumah Javier. Tidak perduli apa yang akan terjadi nanti, entah mereka akan bertengkar atau tidak tapi yang paling penting adalah putri nya, Sky Alexander.
Bersambung