Menikahi Mafia Kejam

Menikahi Mafia Kejam
#45


__ADS_3

Athes and the geng berjalan masuk ke markas seraya bercanda satu sama lain dan ketika membuka pintu.


"Astaga!!" Athes segera membalik diikuti yang lain tak kalah terkejut.


Mereka melihat pemandangan dimana Tuan dan Nyonya nya sedang berciuman.


Mereka berbicara saling berbisik.


"Aku bilang apa, mereka pasti disini!" ucap Jonathan sedikit berbisik.


"Pelayan tidak ada yang bilang!" jawab Nicholas.


"Sejak kapan Tuan Javier suka berlama-lama ditempat seperti ini?" ujar Aiden.


"Sejak bertemu dengan Nyonya Sky," pekik Samuel.


Javier berdehem. Membuat bahu mereka meloncat seketika. Mereka pun perlahan berbalik dengan menunduk.


"Selamat pagi Tuan, Nyonya," sapa mereka kompak membungkukan badan.


Mereka masih menunduk enggan melihat Javier maupun Sky.


Sky mengigit bibir bawahnya, menggoyang goyangkan tangan Javier yang menggenggam tangganya.


"Javier," panggil Sky pelan.


Javier sedikit menundukkan kepalanya karena istrinya ini terlalu pendek.


"Aku rasa mereka melihat kau menciumku," bisik Sky di telinga Javier.


Athes yang melihat Sky berbisik menyikut Jonathan di sampingnya, yang berakhir mereka saling menyikut satu sama lain. Mungkin mereka penasaran apa yang Sky bisikan kepada Javier.


"Tidak apa, Sky," jawab Javier tersenyum seraya mengelus lembut kepala istrinya itu.


Dan sekarang, wajahnya berubah. Serius dan datar menatap enam anak buah di depannya. Seakan-akan keenam anak buahnya itu mangsa yang hendak diterkam.


Ia memasukan kedua tangannya ke saku celana.


Sky melihat Javier lalu beralih melihat Athes dan yang lain. Suasana hening beberapa detik sampai akhirnya Sky berlari kecil ke arah Sergio.


Javier membulatkan mata, kenapa istrinya ini mendekati mereka.


"Sergio," panggil Sky pelan.


"Kau benar, hari ini gigitan serangga itu bertambah. Bukan hanya dua, tapi sebanyak ini." Sky menunjuk lehernya, masih bicara pelan dengan Sergio. Sky tidak tahu di belakangnya serangga buas itu sedang menatapnya tajam.

__ADS_1


Perlahan Sergio mendongak melihat leher Sky dan begitu terbelalak nya Sergio melihat leher Sky yang penuh dengan bekas merah.


Sergio membulatkan mata seraya menyikut Nicholas. Nicholas mendongak dan terkejut seraya menyikut lengan Jonathan dan mereka berenam terus seperti itu sampai mereka semua melihat tanda merah di leher Sky dengan wajah terkejutnya.


"Astaga ... itu tidak seperti bekas gigitan serangga, itu seperti bekas gigitan vampire," batin Sergio.


"Itu tidak seperti bekas ciuman. Tuan Javier sepertinya menghisap darah suci, Sky," batin Jonathan.


"Ini seperti film twilight ... Tuan Javier vampire nya dan Sky manusia suci yang darahnya dihisap oleh vampire," batin Aiden.


"Apa yang kalian pikirkan?" tanya Sky melirik bergantian mereka semua yang menatap dirinya tanpa berkedip.


Mereka terhanyut dengan pikirannya masing masing.


Ketika Sky berbicara mereka langsung mengerjapkan mata memudarkan pikiran aneh mereka tentang Javier dan Sky.


"Ti-tidak, Nyonya," jawab Aiden.


Javier pun melangkah menghampiri mereka dan berakhir merangkul pundak istrinya.


"Jadi mereka yang bilang bekas merah di lehermu itu bekas gigitan serangga, Sky?" ujar Javier datar tapi tatapannya begitu horror kepada mereka.


Mereka membulat, bisa-bisanya Sky mengatakan hal itu kepada Javier. Padahal mereka hanya bercanda.


Athes dan yang lain menatap Sergio seolah-olah berkata mampus kau Sergio.


Javier mengangguk-nganggukan kepala seraya menarik sudut bibirnya memandang Sergio. Ah, tubuh Sergio merinding seketika dengan tatapan maut itu.


"Lalu mereka bilang apa lagi, Sky?" tanya Javier.


"Aiden bilang, serangga itu suka bagian-bagian yang empuk dan Samuel bilang serangga itu suka bagian-bagian yang mulus." Jangan tanya seberapa terkejutnya muka Aiden dan Samuel sekarang. Terkejut yang dibungkus dengan rasa takut dalam diri mereka.


Javier melebarkan senyumnya ke arah mereka berdua seraya mengangguk-nganggukan kepala lagi.


"Apa itu yang empuk dan mulus, Aiden?" tanya Javier menatap Aiden tajam.


Athes diam-diam melihat satu tangan Javier di pundak Sky terkepal, sepertinya tuannya ini sangat kesal dengan tingkah mereka.


Aiden diam.


"Mungkin kau tau jawabannya Samuel."


Samuel diam.


"Apa ada hal lain yang mereka katakan, Sky?" tanya Javier kembali.

__ADS_1


Sky mencoba mengingat ngingat, sementara ekspresi mereka menunjukan permohonan agar Sky lebih baik diam saja.


"Oh, iya." Sky mengacungkan jari telunjuknya ketika mendapatkan ingatan nya kemarin tentang ucapan mereka.


"Sergio bilang, serangga itu bisa menyimpan anaknya di tubuhku dan Jonathan bilang perutku akan membesar karena anak serangga itu."


Javier terkekeh mendengarnya tapi tawa kecil Javier seperti pisau yang menusuk telinga Athes dan yang lain. Menyeramkan.


Javier mengelus puncak kepala Sky memandang penuh sayang dengan kepolosan istrinya.


"Ya, mereka benar." Athes dan yang lain kaget kala ucapan mereka dibenarkan oleh Javier.


"Kau akan mempunyai bayi serangga di tubuhmu. Dan bayi serangga itu pasti lebih buas dari Ayahnya. Aku akan menyuruh bayi serangga itu membunuh enam manusia ketika lahir nanti!" ujar Javier menatap ke enam anak buahnya dengan tatapan membunuh.


Sky hanya bergantian melirik suami dan mereka ber-enam. Ia bingung, kemana arah pembicaraan ini sebenarnya.


Javier kembali beralih menatap Sky dengan tatapan lembut.


"Bisakah kau bawakan air untukku, Sky? aku haus."


Athes dan yang lain menelan ludahnya susah payah. Ia mengerti maksud dari perkataan Javier. Tuannya ini meminta Sky meninggalkan mereka.


Sky mengangguk lalu pergi dari markas setelah Javier memberikan senyuman hangat untuk istrinya itu.


Sementara yang lain hanya bisa memohon dalam hatinya agar Sky tidak keluar dari markas. Tapi percuma saja.


Javier mendengus kasar, menatap tajam ke enam anak buahnya yang menundukkan kepala.


"Berani sekali kalian mengajari istriku hal-hal yang kotor seperti itu!"


Hening, mereka tidak mau menjawab. Javier maju selangkah dengan kedua tangan di saku celana, mereka pun mundur selangkah. Javier maju lagi, mereka mundur lagi. Sampai mentok di pintu markas yang ditutup oleh Sky tadi.


"Dengar!" Javier berbicara serius dan penuh penekanan.


"Hanya aku, hanya aku yang boleh mengajari istriku hal-hal kotor seperti itu!!"


Oh ayolah, Javier mengerti maksud yang mulus dan empuk itu apa.


"Jangan mengambil alih tugasku jika kalian tidak mau otak kotor itu aku keluarkan dari kepala kalian!! Mengerti?!!"


"Me-mengerti tuan," ucap mereka serempak.


Memang benar bukan, Javier lah yang bertugas mengajari Sky hal-hal kotor sekaligus dengan prakteknya.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2