Menikahi Mafia Kejam

Menikahi Mafia Kejam
#160


__ADS_3

Javier sibuk mengepel seraya bersiul santai, tak apa ini usaha memperjuangkan istri dan anak-anaknya.


Sebenarnya bukan Xander yang memerintah tapi Javier yang menawarkan diri.


Sekretaris Han, Keenan, Sky dan Xander duduk santai seraya menonton tv.


Javier sesekali mengedipkan matanya nakal kala Sky tak sengaja melihat ke arahnya. Dan lagi, Sky masih sangat dingin terhadapnya.


Gadis itu menyenderkan tubuhnya di pelukan Xander. Javier menghela nafas, harusnya Sky manja terhadap dirinya.


"Tolong sebelah sini bersihkan juga ya." Keenan melempar kulit kacang seenaknya.


Javier berdecak, begitupula dengan Sekretaris Han yang menatapnya kesal.


"Bersihkan saja," sahut Xander.


Mau tak mau Javier membersihkan kulit kacang itu.


Keenan tersenyum puas. Tadi dia tidak di kasih makan dan ini pembalasan darinya.


Keenan beranjak dengan segelas cofee di tangan nya, ia bersiul hendak ke luar mansion.


PRANG


"Astaga ..."


Javier menggeram kesal.


"Maaf ... aku tidak sengaja." Sebenarnya Keenan sengaja menjatuhkan coffe itu.


"Hei idiot!!" kesal Sekretaris Han.


"Apa hah?!!" sahut Keenan.


Keenan menelan ludahnya susah payah karena tiba-tiba Javier dan Sekretaris Han menodongkan pistol ke arahnya.


Sky hanya berdecak seraya menggelengkan kepala. Begitupula dengan Xander yang hanya bisa menghela nafas.


Biasanya hanya Keenan yang sering membuat ulah di mansion nya. Sekarang Javier dan Sekretaris Han malah menambah onar saja.


"B-baik ... aku akan membersihkan sendiri." Dengan ragu-ragu Keenan pun mengambil pecahan beling itu.


"Sekalian kau saja yang mengepel!!" Javier melempar lap pel nya kasar kepada Keenan.


Pria itu duduk di samping Sky, tapi gadis itu bergesar menjauhi nya dan lebih menempel kepada Xander.


Javier menghela nafas. "Sayang ..." rengek Javier dengan menekuk wajahnya.

__ADS_1


Javier hendak menyentuh Sky tapi tangan nya di tepis Xander. "Jangan sentuh putriku!!"


"Kalau begitu aku sentuh anakku saja!!" Javier mengulurkan tangan nya menyentuh perut Sky tapi Xander malah berdecak kesal.


"Heii!!"


"Yang ada di dalam sini anak-anakku Ayah mertua," sahut Javier.


Sky masih fokus menonton tv di saat tangan Javier mengelus-ngelus perutnya.


Keenan melayangkan tatapan horror ke orang-orang yang duduk di sofa itu.


Sekretaris Han terlihat sangat puas melihat Keenan.


Xander menatap Javier tajam sementara Javier melayangkan senyuman ke arah mertua nya itu.


"Mereka laki-laki atau perempuan?" tanya Javier.


"Dua-duanya," sahut Sky dingin.


Javier melebarkan matanya seketika. "Benarkah? benarkah ada perempuan juga?"


Saking haru nya ia hampir saja mengeluarkan air mata nya.


"Selamat Sky ..." ucap Sekretaris Han yang mendengar jenis kelamin si kembar.


Javier menciumi perut Sky dengan lembut. "Aku senang ada perempuan di dalam sini ..."


Sky hanya bisa menghela nafas menahan geli karena ciuman Javier.


Dengan semangat Javier berbicara. "Aku akan melarangnya pacaran nanti ... dia tidak boleh main jauh, tidak boleh ke club, tidak boleh dekat dengan laki-laki, tidak boleh ..."


"Tidak boleh bertemu dengan pria sepertimu," lanjut Sky yang membuat semua orang seakan terhentak dengan ucapan gadis itu.


"Sky ..." lirih Javier dengan pelan.


Sky menatap Javier dengan tersenyum sinis. "Aku benar, bukan?"


"Aku takut putriku akan jatuh di tangan pria yang salah ... seperti Ibunya," lanjut Sky.


Terlihat raut kecewa di wajah Sky sampai gadis itu menatapnya dengan berkaca-kaca. Dan Javier menatap Sky dengan rasa bersalah yang besar.


Sekretaris Han lebih memilih pergi dari suasana yang menegangkan itu. Tidak mau melihat Javier dan Sky bertengkar.


Keenan yang melihat Sekretaris Han beranjak dari sofa lebih memilih mengikuti Sekretaris Han saja.


...🏁 Mafia Gila 🏁...

__ADS_1


Han mengirimkan satu foto.


Jonathan : Tunggu-tunggu ... apa mataku tidak salah lihat? Tuan Javier mengepel lantai di pagi hari?


Thomas : Apa ini termasuk dari misi?


Han : Iya.


Philip : Wibawa nya sebagai pemimpin hilang seketika. Dia cocok juga membersihkan kandang Momo.


Han : Javier masuk ke kandang Momo, yang dia lakukan bukan membersihkan kandang nya. Tapi menjadikan Momo babi guling.


Sergio : Tidak seperti Tuan Javier ...


Han : Javier presdir De Willson group. Kalau ini Jamal si babu.


Aiden : Hahahaha Jamal.


Nicholas : Siapa nama panjangnya?


Han : Jamaludin si babuuu mansion.


Thomas : Kau di pecat kalau Javier tahu kau meledeknya Han.


Han : Tidak takut, dia selalu membutuhkanku. Aku kan kunci perusahaan juga. Siapa yang bisa mengurusi perusahaan ketika dia menjadi babu di rumah mertua nya sendiri? Hanya aku 😎


Athes : @Han, Aku bangga denganmu πŸ‘πŸ»


Samuel : Pelajaran yang kita dapat dari Sekretaris Han adalah, jadilah kunci perusahaan dengan begitu atasan tidak akan berani mengusirmuπŸ‘πŸ»


Philip : Aku juga jadi kunci. Kunci kandang Momo🀭


Han telah mengeluarkan Philip.


Han : Sudah!! aku harap penghuni mafia gila ini di isi oleh orang-orang waras saja. Jangan seperti Philip!!


Jonathan : Ada yang tau bagaimana caranya menjadi orang waras di saat nama grup nya saja mafia gila?


...πŸ’₯πŸ’₯πŸ’₯...


"Kenapa kau senyum-senyum?" tanya Keenan yang melihat Sekretaris Han tersenyum fokus dengan ponselnya.


Sekretaris Han terlonjak kaget dan langsung menyembunyikan ponselnya. Ia tersenyum karena membahas Javier di grup mafia gila.


"Kenapa kau mengikutiku?!!"


"Tidak, aku memang ingin keluar!!" sahut Keenan.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2