Menikahi Mafia Kejam

Menikahi Mafia Kejam
#36


__ADS_3

Javier dan Sekretaris Han duduk di sofa yang berada di ruang keluarga.


Tak jauh disana ada enam orang lelaki berdiri berjejer dengan pandangan menunduk, mereka saling menyikut satu sama lain dengan perasaan gugup dan takut.


Baru beberapa hari nyawa mereka hampir di ujung tanduk karena hukuman makan ice cream sekarang mereka di perintahkan memakai jas rapih tanpa penjelasan apapun.


Ah, untung saja saat itu Jonathan benar benar pintar mengendalikan senapan dengan baik. Alhasil kepala mereka utuh beserta dengan nyawa nya.


"Kau melakukan kesalahan apa lagi, Jon?" bisik Nicholas kepada Jonathan.


Jonathan mengangkat kedua bahunya. "Aku tidak tahu. Aku tidak melakukan apapun."


"Kenapa kita disuruh berpakaian seperti ini. Apa kita akan pergi ke pesta?" Kini Aiden yang berkomentar.


"Aku tidak perduli jika pesta yang akan kita datangi, aku lebih takut pakaian seperti ini membawa kita ke akhirat," pekik Samuel.


"Sssttt... jangan bicara sembarangan!" pekik Athes.


Javier dan sekretaris Han menoleh ke arah mereka yang sibuk berbisik alhasil mereka kaku dan mematung kembali seperti semula.


Tak lama kemudian seorang gadis menuruni anak tangga dengan gaun hitam melekat di tubuhnya.


Javier hanya bisa ternganga melihat istrinya memakai gaun ketat yang memperlihatkan jelas lekukan tubuhnya.


Ia menghela nafas lalu melirik sekretaris Han horror.


"Kenapa?" tanya sekretaris Han.


"Kenapa kau membelikan gaun seperti itu untuknya!"


"Anda sendiri tuan yang bilang aku tidak boleh membelikan gaun murah. Itu sudah mahal, sangat mahal."


"Tapi bukan berarti yang ketat juga!!" pekik Javier penuh penekanan.


Sekretaris Han menghela nafas mengalihkan pandangan ke arah lain, serba salah pikirnya.


"Tundukan pandangan kalian dari istriku!!" perintah Javier kala melihat Athes dan yang lain memandang Sky tanpa berkedip.


Mereka serempak kembali menundukkan pandangannya.


Javier menghampiri dan melingkarkan lengannya di pinggang gadis itu.


"Aku tidak terbiasa dengan pakaian seperti ini," kata Sky.


"Kau boleh telanjang, tapi di kamar." Javier berbicara seraya mengedipkan sebelah matanya membuat Sky menyikut keras perutnya membuat pria itu meringis sesaat.


Sekretaris Han berdiri. "Nyonya, kita harus berangkat sekarang. Pilih lah salah satu dari mereka untuk menjadi pasangan anda." Sekretaris Han mengedarkan pandangannya ke arah Athes dan yang lain.


Jangan tanya betapa terkejutnya Athes dan yang lain. Beberapa hari yang lalu setelah dihukum Javier meminta mereka menjauhi Sky tapi sekarang tiba tiba tanpa undangan salah satu dari mereka akan menjadi pasangan Sky pergi ke pesta itu. Membingungkan.


"T-tuan." Jonathan menggantung kalimatnya memandang penuh arti kepada Javier.


Sky melihat ke arah mereka lalu berpindah melihat suaminya.


"Apa maksudnya?" tanya Sky menaikkan satu alisnya.

__ADS_1


"Kau akan datang ke pesta dengan salah satu dari mereka. Aku ingin menjaga privasi pernikahan kita dari orang lain."


Sky mengangguk ngangguk mengerti, ia pun melangkah menghampiri Athes dan yang lain.


Setiap langkah Sky, menaikkan satu level ketakutan dalam diri Athes dan yang lain.


Masing masing dari mereka berdoa semoga tidak terpilih, mereka benar benar enggan berurusan lagi dengan istri tuannya yang satu ini.


"Aku pilih Jonathan." ucap Sky penuh semangat memandang Javier.


"A-aku nyonya?" Jonathan menunjuk dirinya sendiri.


Sementara yang lain menghembuskan nafas lega.


"Nyonya, aku tidak cocok menjadi pasanganmu," ucap Jonathan pelan.


"Carilah yang umurnya lebih tua darimu, nyonya. Athes misalnya," lanjut Jonathan yang mendapat tatapan horror dari Athes.


"Justru karena kita seumuran. Kau dua puluh tahun, aku juga sama. Bukankah itu akan menyenangkan, kita bisa mengobrol layaknya teman kan, Jonathan." Sky tersenyum hangat ke arah Jonathan.


Jonathan membalas senyuman Sky dengan terpaksa karena sedari tadi Javier menatap intens ke arahnya.


"Jaga istriku baik baik. Kalau tidak, kau lebih tau akibatnya." Suara itu berasal dari Javier. Kalimat santai namun penuh ancaman di dalamnya.


"B-baik, tuan."


"Sekarang kita berangkat," ucap Sekretaris Han.


Bersamaan dengan itu Carla baru saja menuruni anak tangga dengan gaun merah melekat di tubuhnya, ia berjalan seolah olah model terkenal. Berusaha elegan dan angkuh karena ia pikir di bawah sana akan ada seseorang yang menyambutnya, memuji nya cantik dan menatapnya takjub.


"Isshh kurang ajar! tidak ada yang menyambutku dibawah sana?! padahal aku sudah dandan berjam jam agar seseorang memuji penampilanku!!"


Ia menghela nafas menetralkan emosinya. Tenang, ia harus tenang, kalau tidak make up berjam jam nya luntur seketika.


Carla pun turun tergesa gesa menuruni anak tangga takut di tinggalkan oleh yang lain.


Mobil pertama menuju bandara di isi oleh sekretaris Han, Javier dan Sky.


Mobil kedua yang lebih besar diisi oleh Athes, Sergio, Samuel, Aiden, Nicholas, Jonathan dan Carla.


Walaupun Jonathan menjadi pasangan terpilih untuk Sky tetap saja Athes dan yang lain di haruskan ikut untuk menjadi bodyguard Javier.


Carla mencebikkan bibir nya sebal karena harus satu mobil dengan Athes dan yang lain.


"Ara ku sudah punya pacar," ucap Jonathan dengan nada sendu kala ia melihat foto mantan nya itu bersama pria lain di instagram.


"Kau masih belum move on?" tanya Samuel.


"Bagaimana bisa? cinta pertamaku."


"Cinta pertama memang sulit dilupakan," ujar Athes yang sedang menyetir.


Jonathan menganggu kan kepala setuju dengan ucapan Athes.


"Kau harus move on masih banyak perempuan lain di luar sana," ucap Nicholas.

__ADS_1


"Ya, aku mendukungmu. Move on Jonathan!" teriak Aiden.


"Move on!!"


"Move on!!"


"Move on!!"


"Jojon Move on!!"


"Jojon move on!!"


Mereka bersorak di dalam mobil seraya bertepuk tangan menyemangati Jonathan. ah Lihatlah anak buah mafia ini, tingkah gila nya kambuh tanpa tahu tempat dan tanpa sadar pula kalau sedari tadi Carla mati matian menutup kupingnya mendengar suara mereka.


"DIAMLAH KALIAN INI!! BERISIK SEKALI!!" Carla berteriak seraya melihat ke tempat duduk di belakangnya.


Tatapan tajam dari istri pertama Javier ini membuat mereka mematung seketika tapi sedetik kemudian.


"Move on Carla."


"Move on Carla."


"Move on Carla."


"HEII!!" Carla menggeram kesal.


"Kami sudah tau, kau bukan lagi istrinya tuan Javier. Tolong jangan meminta kami bersikap sopan denganmu lagi ya," ucap Jonathan yang di beri anggukan setuju oleh yang lain.


"Cih, aku bercerai untuk menjadi orang kaya. Kalian pikir aku akan menangisi perceraian ini? kalian pikir aku tidak bisa move on? Uang segalanya bagiku!!"


*Ciiittt


Bugh*


Athes mengerem mobilnya mendadak membuat Carla tersungkur kedepan seketika. Yang lain mati matian menahan tawa.


"Aww... ssshhh... Kau!!" Tatapan horror ia layangkan kepada Athes di sampingnya.


"Maaf tidak sengaja. Kita sudah sampai." Athes dan yang lain pun turun meninggalkan Carla yang masih memegangi lengan kirinya.


Ia menggeram kesal dan frustasi dengan tingkah ke enam anak buah Javier ini.


.


.


.


.


.


.


***Bersambung....

__ADS_1


Minta coment nya dong 😁***


__ADS_2