
Javier dan Sky menghabiskan waktu dua hari di Negara M. Sekarang mereka dalam perjalanan pulang ke mansion nya.
Dalam perjalan Javier sesekali menoleh ke arah Sky seraya tersenyum. Sering kali ia melihat gadis itu lalu tersenyum, ia ingin cepat-cepat memeriksa apa Sky benar hamil atau tidak.
Tiba-tiba ponsel nya bergetar, Ia mengangkat panggilan dari Sekretaris Han.
"Ada apa?"
"Hanna dan Elsa mati terbunuh."
Ciiitt
Javier mengerem mobil nya mendadak, Sky terbelalak menatap suaminya. "Kenapa, By?"
Javier menghela nafas mematikan panggilan dari Sekretaris Han.
"Kita harus pergi ke RSJ sekarang."
"Untuk apa?" tanya Sky.
"Kau akan melihat nanti, sayang."
Javier pun melajukan mobil ke Rumah Sakit Jiwa milik Ayahnya. Di sepanjang jalan keduanya hening.
Sky masih memikirkan kenapa tiba-tiba Javier membawa nya ke RSJ sementara Pria itu sedang memikirkan mengapa Hanna dan Elsa mati dan siapa pelaku nya.
Javier menghela nafas, terlihat bingung dan frustasi sekarang.
"By ... ada apa?"
Javier menoleh lalu tersenyum tipis. "Tidak sayang."
Pikiran nya terbebani lagi, bagaimana reaksi istrinya melihat Ibu tiri nya mati terbunuh. Belum lagi ia juga memikirkan Aliandra, walaupun tidak terlalu dekat tapi Aliandra sudah di anggap adik oleh Javier.
Mereka pun sampai di RSJ. Javier dan Sky buru-buru keluar dari mobil dan masuk ke ruangan di ujung. Tepatnya ruang pengasingan.
Mr Hugo dan Dokter Adam menyambut mereka di pintu ruangan.
__ADS_1
"Bagaimana?" tanya Javier panik.
"Hanna tertusuk di bagian dada sementara Elsa lehernya hampir putus karena di sayat," sahut Mr Hugo.
Jantung Sky seakan berhenti mendengar itu, ia begitu terbelalak mendengar kabar dari Mr Hugo.
Sky manatap mereka bergantian dengan wajah berkaca-kaca. Ia meminta penjelasan apa yang sebenarnya terjadi.
Dan seketika mayat Hanna dan Elsa di bawa keluar dari ruangan itu. Dua brankar keluar membawa dua mayat yang di tutupi kain putih.
"Ma-ma ..." Nafas Sky tercekat, ia menutup mulutnya dengan air mata mengalir, tak percaya Ibu tiri nya berakhir seperti ini.
Elsa memang salah tapi Sky tidak pernah berfikir jika Elsa juga harus mati. Apalagi Aliandra sudah menganggap nya Kakak kandung sendiri, apa yang harus ia jelaskan kepada adik laki-laki nya itu.
Dengan tangan gemetar Sky membuka kain putih itu dan seketika ia menjerit melihat leher Elsa yang penuh dengan darah dan hampir putus.
Javier langsung memeluk istrinya, Sky menenggelamkan kepala nya di dada Javier seraya menangis tersedu-sedu.
Lalu Sky berhenti menangis kala mengingat suami nya ini seorang mafia. Apa suaminya sendiri yang membunuh Ibu tiri nya.
Javier menggeleng. "Bukan aku sayang. Bukan Yakuza juga."
Javier tidak memerintahkan anak buah nya untuk membunuh Hanna dan Elsa. Tentu saja peraturan Andreas De Willson di pegang kuat oleh Javier, tak akan ada perempuan yang mati di tangan Yakuza.
Javier kembali memeluk istrinya, membiarkan Sky menangis lagi. Ia hanya bisa menenangkan Sky dengan mengelus kepala gadis itu.
Sementara itu seseorang di balik pohon besar di taman melihat mereka diam-diam.
Xander, pria itu melihat putrinya menangis di pelukan Javier.
"Kau terlalu lemah sampai menangisi kepergian seorang penjahat Sky," gumam Xander.
"Maafkan, Dad. Tapi Dad tidak pernah ikhlas menerima kepergian Ibumu."
Malam kemarin, Xander masuk diam-diam menggunakan seragam Satpam RSJ.
Satpam tersebut ia berikan obat tidur di minuman nya ketika berjaga. Itu Xander lakukan untuk membalas kematian Alexa.
__ADS_1
"Apa kalian tahu siapa pelaku nya?" tanya Javier kepada Mr Hugo dan Dokter Adam.
"Tidak, Tuan. Tidak ada orang asing masuk seingat kami."
"Mungkin ada yang menyamar," sahut Javier.
"Kemarin malam aku melihat Pak Riki berkeliling," pekik Dokter Adam.
"Siapa dia?"
"Satpam di depan."
"Panggilkan dia kemari," ucap Javier.
"Siap, Tuan."
Dokter Adam pun pergi menyusul Pak Riki dan tak lama kemudian keduanya menghampiri Javier.
Sky duduk di kursi dengan mata sembab, tatapan nya terlihat kosong. Ia hanya melamun saja.
Pak Riki datang membungkukan badan ke arah Javier.
"Apa semalam kau berkeliling?" tanya Javier tanpa basa-basi lagi.
Pak Riki mengerutkan dahi nya terlihat bingung. Lalu ia menggaruk kepala nya terlihat berfikir.
"Tidak, Tuan. Kalau tidak salah semalam saya tidur," jawab Pak Riki.
"Kau yakin?" tanya Javier.
Pak Riki mengangguk. "Yakin, Tuan. Saya tidur di pos."
Javier menghela nafas, ia terlihat bingung dan begitu frustasi sekarang.
Pria itu menelpon Sekretaris Han meminta Sekretaris Han mengusut kematian Hanna dan Elsa. Sementara dirinya kembali membawa Sky pulang sekalian memberitahu kabar kematian Elsa kepada Aliandra.
Bersambung
__ADS_1