Menikahi Mafia Kejam

Menikahi Mafia Kejam
#46


__ADS_3

Sky memberikan segelas air kepada Javier. Javier mengambil gelas itu seraya tersenyum.


Satu tangan memegang gelas dan tangan yang lain merangkul pundak Sky. Mereka keluar dari ruang bawah tanah, setiap pelayan yang bertemu dengan mereka selalu membungkukan badan.


"Bibi Gail," panggil Sky ketika hendak masuk ke lift.


Terlihat Bibi Gail baru saja membantu para pelayan mencuci sayuran yang segar.


"Nyonya Sky," jawabnya dengan tersenyum.


"Bibi Gail kemana saja? aku jarang sekali melihat bibi Gail di lantai atas."


"Tugas saya kan disini, nyonya."


"Tapi sesekali main lah ke atas." Bibi Gail melirik ke arah Javier.


Sky yang mengerti langsung meminta izin kepada suaminya.


"Bolehkan, Javier?"


Javier mengangguk membuat Sky tersenyum senang.


"Kalau begitu kami permisi dulu, Bibi Gail." Sky tersenyum, Bibi Gail menganggukan kepala.


Mereka kembali ke lantai atas dan duduk di balkon. Seperti biasa, Sky duduk di lantai seraya menonton drama korea di apit oleh kedua kaki Javier.


Sementara pria itu sibuk mengotak ngatik laptop, mungkin urusan pekerjaan.


Sesekali ia mendengar celotehan istrinya yang kesal karena alur drama itu, sesekali ia mendengar istrinya tertawa keras dan sesekali ia mendengar Sky menangis. Entahlah, Javier tidak mengerti film apa yang Sky tonton sampai membuat emosinya berubah-ubah seperti itu.


Javier menyimpan laptop nya di meja samping kursi. Ia memeluk Sky dari belakang.


"Kau ini sibuk sekali, sampai mengabaikan ku."


"Aku sedang menonton, kau juga sibuk dengan pekerjaanmu padahal ini hari libur."


"Aku tidak sibuk lagi sekarang," ujar Javier seraya menatap leher Sky dengan tersenyum, ia suka sekali melihat bekas merah itu.


"Film apa yang kau tonton?" Javier mencoba melihat laptop di depan Sky, dan.


Pletak


"Akkhh!!" Sky meringis mengusap keningnya.


"Kenapa kau suka sekali menonton adegan berciuman seperti ini?"


"Ini kan hanya ciuman," jawab Sky yang masih mengelus keningnya.


"Kau tau ciuman tapi tidak tau bekas merah di lehermu itu apa, bukankah itu aneh?"


"Ini kan bekas gigitan serangga."


Javier menghela nafas. "Kemari!"

__ADS_1


Ia meminta Sky duduk di sampingnya, Sky pun menurut.


"Kalau aku bilang itu bekas ciuman bagaimana?"


"Tidak mungkin...," jawab Sky.


"Aku tidak pernah melihat ciuman berbekas di film yang sering ku tonton."


"Kalau begitu tonton lah yang lebih vulg*r, kau akan menemukannya," ucap Javier menahan senyumnya, ah lucu sekali mengajarkan hal-hal seperti ini kepada istrinya.


"Tidak ... aku tidak mau. Aku menonton film bukan untuk mencari hal seperti itu."


"Tapi kau ingin tahu bekas merah di lehermu itu, bukan?" Javier berkata seraya menaikkan satu alisnya.


"Itu bukan bekas gigitan serangga, sayang ...," kata Javier memainkan kedua pipi Sky gemas.


Sky hanya mematung, Javier memanggilnya sayang? Kenapa panggilan sayang membuatnya senang seketika.


"Kau mau tahu kan itu bekas apa?"


Sky pun akhirnya mengangguk.


"Baik, aku akan memberitahumu dan mengajarimu membuat bekas merah itu. Tapi kau harus fokus."


"Oke." Sky pun terduduk bersila menghadap Javier dengan tatapan serius dan itu membuat Javier terkekeh. Oh mata bulat dan pipi gembul Sky di kala serius seperti ini sangat lucu.


Javier akhirnya melakukan hal yang sama, ia duduk bersila menghadap istrinya.


"Oke, kita mulai kelas hari ini."


"Yang pertama yang harus kau lakukan, menciumnya seperti ini."


Tanpa aba-aba Javier mencium leher Sky membuat gadis itu terlonjak kaget.


Ciuman itu terhenti. "Lalu kau bisa menghisap nya seperti ini." Javier menghisap leher Sky dengan lembut.


"J---Javier ..." Sky berusaha mendorong tubuh Javier tapi nihil, bagaimana bisa seekor kucing mendorong macan.


Dan sekarang Javier malah mengigit leher Sky membuat Sky memejamkan mata dan sedikit mengerang.


Ciuman itu terlepas Javier tersenyum ke arah Sky.


"Berhasil, Sky."


Javier mengeluarkan ponselnya memotret wajah Sky dan memperlihatkan hasilnya kepada gadis itu.


"Kau lihat, merah bukan?" Sky terbelalak sementara Javier terkekeh.


"J-jadi? Bekas merah ini? K-kau ... yang membuatnya?"


"Tentu saja!" ucap Javier dengan bangga.


BUGH

__ADS_1


Sky melempar bantal di sofa ke wajah Javier tapi Javier malah tertawa.


"Aaaaaa ... itu artinya semua orang melihat ini ... Javier aku malu ..." Sky memilih menelungkupkan wajahnya menyembunyikan nya dari Javier yang terus tertawa tanpa dosa.


Javier menguncang-guncang kan pundak istrinya. "Hei, ayolah. Jangan kau tutupi wajah dan lehermu itu ... hahaha..."


Sky masih saja diam menelungkupkan wajahnya.


"Sky ... sayang ..." Javier berusaha membujuk dengan tawa yang masih saja belum berhenti.


"Tidak!! kau terus menertawanku!!" ucap Sky dengan nada manja nya.


"Oke ... oke ... aku berhenti ... aku berhenti ..." Javier pun terpaksa berhenti tertawa walaupun sesekali pipi nya menggembung karena menahan tawa nya.


Sky pun perlahan mendongak melihat ke arah Javier dengan wajah cemberut.


Sial ... kenapa kau menunjukan muka gemas itu lagi.


Javier selalu tidak tahan melihat wajah cemberut Sky sampai berakhir dengan menarik ceruk leher istrinya itu dan menciumnya brutal.


Sky sesekali berusaha memberontak dengan mendorong dada bidang milik suaminya itu tapi ia benar-benar seperti seekor kucing kecil yang terkurung dipelukan macan. Sulit sekali.


Setelah beberapa menit akhirnya Javier melepaskan ciumannya, ia melihat Sky terengah-engah. Ciuman ganas itu membuat Sky sedikit kesulitan bernafas apalagi Javier menyerangnya secara tiba-tiba.


"Aku sudah mengajarimu, Sky. Sekarang waktunya praktek!"


"Praktek apa?"


"Membuat bekas merah itu di leherku." Sky membulatkan mata sementara Javier mendekatkan lehernya ke bibir Sky.


"Ayo, mulai."


"A-aku ... tidak bisa." Sky mengigit bibir bawahnya seraya memalingkan pandangannya menahan malu.


Suaminya begitu ganas tapi ia begitu polos.


Javier beralih menatap istrinya dan.


Cup


Ia mencium bibir istrinya.


"Kau bisa!" Ucap Javier meyakinkan.


Sky menghela nafas lalu mendekatkan bibirnya ke leher Javier.


Ia melakukan apa yang di ajari Javier dan di saat bersamaan Sekretaris Han datang ke balkon.


"Astaga!!" sekretaris Han langsung lari terbirit-birit melihat adegan yang tidak seharusnya di lihat itu.


Apalagi ia melihat Sky yang mencium Javier bukan Javier yang mencium Sky.


Baru beberapa hari dirinya menyuruh Sky mencoba membuka hati untuk Javier dan sekarang ia melihat Sky mencium tuannya itu.

__ADS_1


Sekretaris Han mulai bertanya-tanya apa mungkin Sky sudah berhasil membuka hatinya.


Bersambung....


__ADS_2