Menikahi Mafia Kejam

Menikahi Mafia Kejam
#91


__ADS_3

DOR


Sebuah tembakan menancap ke punggung pria di belakang Javier. Javier segera menoleh dan melihat pria di belakangnya sudah tak bernyawa. Ia melebarkan matanya, hampir saja ia mati.


Sekretaris Han berlari menghampiri Javier. "Kau ini apa-apaan ... kenapa malah diam seperti itu hah!!"


Lalu Sekretaris Han mengedarkan pandangan nya ke arah foto-foto Sky Alexander di dinding.


Sekretaris Han menghembuskan nafas menatap Javier.


"Aku mengerti perasaanmu ... itulah kenapa kita ada di sini sekarang!! kalau kau ingin istrimu selamat tetaplah hidup dan jangan lengah lagi!!"


Javier mengangguk. Ia pun keluar dari ruangan.


Javier masuk ke lorong kanan dan Sekretaris Han ke lorong kiri.


Seseorang berlari ke arah Javier dengan pisau di tangan nya, Javier berkelit beberapa kali menghindari pria itu sampai akhirnya ia menendang pipi musuhnya.


Dia jatuh ke lantai dan Javier segera menginjak pipi pria itu dengan menggunakan sepatu boots nya. Gigi nya menggertak marah dengan tatapan menusuk, sementara pria itu terus bergerak berusaha lepas dari injakan Javier.


"Katakan dimana Tuan mu!!" geram Javier dengan rahangnya yang mengeras.


"Akhh!!" pria itu meringis kala Javier menginjaknya lebih keras.


BUGH


Javier menendang keras dagu pria itu karena tidak mau bicara sampai darah menyembur dari mulutnya.


Kemudian ia merogoh pistol dan.


DOR


Javier menembak perut pria itu. Ia kembali berjalan menelusuri lorong dengan nafas memburu dan wajah berkeringat.


Dengan mata tajam nya ia mengendap-ngendap lorong itu. Pistol masih di bidikkan ke depan.


Seseorang kembali berlari ke arahnya dengan pisau di tangan nya, Javier menendang pria itu sampai tersungkur ke belakang dan menembaknya lagi.


BUGH

__ADS_1


Seseorang menendang punggung Javier dari belakang sampai Javier jatuh bersimpuh ke lantai.


Pria itu hendak mengambil pistol Javier yang terlempar ke depan tapi Javier segera menarik kaki pria itu sampai jatuh telungkup.


Javier bangun dan menduduki perut pria itu.


BUGH


BUGH


BUGH


Pukulan bertubi-tubi ia layangkan.


"Dimana Tuan mu sial*n!! KATAKAN DIMANA!!" teriak Javier penuh amarah.


Pria itu terbatuk, Javier kembali melayangkan pukulan nya.


"DIMANA?!!"


"Javier ..." panggil seseorang dari belakang.


Javier menoleh dan ia melebarkan matanya. "K-kau ..."


Sekretaris Han kembali membantu Philip dan yang lain di bawah ketika selesai berjibaku dengan anak buah mudork di lorong kiri.


DOR


DOR


DOR


Ia menembak tanpa ampun ketika kakinya menuruni anak tangga.


Philip sedang memutar tangan salah satu anak buah mudork ke belakang dan menyayat leher dia dengan pisau tajam nya.


Anak buah mudork itu pun jatuh dengan tubuh kejang-kejang sepertinya sedang sakaratul maut.


...💥💥💥...

__ADS_1


Sementara itu Thomas terus melirik jam tangan nya seraya mendengus. "Kapan kita masuk, apa mereka tidak membutuhkan kita?"


"Seharusnya kau bersyukur, Thomas. Aku lebih suka menunggu seperti ini," sahut Jonathan.


"Menunggu seperti ini tidak ada gunanya, seperti kita orang lemah saja!!" hardik Thomas lalu melirik ke belakang ke arah Sergio yang membawa tas.


"Kenapa kau membawa tas?"


Kompak mereka pun melirik Sergio, karena terlalu fokus dengan penyerangan hari ini mereka tidak sadar dari awal Sergio memang membawa tas gendong.


"Oh iya, aku lupa." Sergio membawa tas gendong nya di punggung dan membukanya.


"Aku membawa cemilan," kata Sergio seraya mengeluarkan beberapa cemilan asin dari tas nya.


Mereka melirik bingung dan heran dengan anak itu.


"Kenapa kau membawa cemilan? kau pikir kita mau camping bod*h!!" hardik Thomas kesal.


"Tuan Javier bilang aku ada di kelompok kedua penyerangan yang tidak boleh masuk sebelum sinyal merah, maka dari itu aku membawa cemilan sembari menunggu sinyal merah itu berkedip," sahut Sergio.


"Ini, mau tidak?" Sergio menyodorkan nya ke arah Thomas.


Yang di tawari Thomas tapi yang mengambil cemilan dari tangan nya itu, Athes, Jonathan dan Aiden.


"Dia benar, memang kau tidak bosan menunggu seperti ini, Thomas. Lebih baik kita menunggu sembari makan saja," sahut Samuel mengambil keripik di tangan Athes.


Thomas menepuk jidat nya dan menggelengkan kepala.


Ia menekan earphone di telinga nya.


"Han kau dimana?"


"Ada apa?" tanya Sekretaris Han berbisik karena dia sedang mengendap-ngendap di lorong.


"Cepat lah biarkan aku masuk saja. Sebelum menyerang aku sudah lelah duluan dengan tingkah si bod*h Athes dan yang lain."


"Tunggu, yang lain masih kuat. Aku akan memberitahu jika yang di sini kewalahan."


Strategi Javier menahan dua puluh lima orang yang lain agar menggantikan mereka yang mulai kewalahan dengan musuh.

__ADS_1


Thomas mendengus dan berakhir mengambil keripik di tangan Sergio. Mau bagaimana lagi, dari pada bosan menunggu lawan lebih baik makan.


Bersambung


__ADS_2