Menikahi Mafia Kejam

Menikahi Mafia Kejam
#138


__ADS_3

Xander Valaric seorang mafia yang memegang Negara X. Negara itu adalah wilayahnya, kekuasaan nya, kelompok Mafia nya berdiri tegak selama puluhan tahun.


Kelompok mafia yang di beri nama Antraxs dengan lambang bola api merah di pergelangan tangan adalah miliknya.


Antraxs berdiri jauh lebih dulu dari pada Yakuza. Yakuza berkuasa di Negara M dengan peraturan tidak boleh membunuh perempuan dan anak kecil.


Tapi Antraxs ... siapapun di bunuh, pistolnya tidak mengenal lawan jenis. Di Negara M ia di kenal dengan nama Baba Yaga.


Orang-orang berfikir Baba Yaga adalah bagian dari Yakuza. Padahal sebenarnya Xander hanya bersahabat dengan Ataric De Willson.


Dan dia berada di Negara M selama puluhan tahun hanya untuk mengejar cinta dari seorang perempuan yang pertama kali ia lihat menari di atas guyuran hujan, yaitu Alexa.


Di malam hari ia mengikuti putri semata wayangnya yang menangis dan berlari seperti orang gila.


Ia memperhatikan dari jauh dengan menahan rasa sakit yang ia lihat dari putrinya. Sky Alexander, putri kesayangan nya harus berpisah dengan Javier De Willson karena kesalahan nya.


Kini, Sky terbaring lemah tak berdaya di atas brankar Rumah Sakit. Tepat ketika gadis itu hendak meloncat Xander segera menarik tubuhnya.


Gadis itu jatuh ke pelukan nya, mendongak sebentar menatap dirinya dan tak sadarkan diri seketika.


Sekarang Xander berada di sebuah ruangan bersama dengan seorang dokter dan satu psikolog.


Kedua Dokter itu teman dekat Xander di kota ini.


"Kau gila Xander!! bagaimana bisa dia separah ini!!


"Permisi ..." Semua orang menoleh ke arah suara. Dokter perempuan berdiri di ambang pintu.


"Siapa dia?" tanya Xander.

__ADS_1


"Aku akan menjelaskan nya nanti. Rachel, kemari."


Dokter Rachel pun duduk di samping Dokter Randi, sementara itu Dokter Vincent sebagai seorang psikolog duduk di samping kiri Dokter Randi.


Xander menatap bingung ketiga dokter di depan nya, kenapa harus tiga orang, kenapa banyak sekali.


Dokter Randi menghela nafas. "Begini ... demam Sky sangat tinggi, dan tubuhnya sangat lemah. Kemungkinan dia tidak makan seharian karena dia juga kekurangan cairan."


"Dan mental nya juga terganggu," lanjut Dokter Vincent.


"Dia punya trauma yang belum sembuh sepenuhnya dan dia juga berhalusinasi di ganggu oleh seseorang, tadi dia sempat bangun dan berteriak ketakutan ..."


Xander menghela nafas berat, ini salahnya yang membunuh Hanna dan berdampak Sky menjadi halusinasi seperti itu.


"Aku tidak bisa banyak memberikan Sky obat penenang," ujar Dokter Vincent.


"Karena apa?" tanya Xander.


"Karena Sky sedang hamil," sahut Dokter Rachel.


Xander melebarkan matanya tak percaya. "A-apa?"


"Aku Dokter Obgyn," sahut Dokter Rachel.


"Maafkan aku ... aku harus memanggil Rachel karena aku curiga Sky hamil dan ternyata itu benar," pekik Dokter Randi.


"Dan ada dua janin di tubuhnya."


Deg.

__ADS_1


Xander seakan tak bisa berkata apa-apa lagi sekarang, ia hanya mematung menatap ketiga Dokter itu.


Dua janin? dan tinggalkan oleh suaminya, kenapa putrinya harus mengalami ini semua.


"Bagaimana bisa dia di timpa rasa sakit sebanyak itu?" ujar Dokter Randi.


"Tubuhnya sakit, mentalnya terganggu dan di saat bersamaan dia hamil anak kembar. Kalau aku ada di posisi nya aku pun akan memilih jalan bunuh diri walaupun itu salah ... tidak semua orang bisa kuat di timpa rasa sakit sebanyak itu. Apalagi dia masih muda, usianya masih dua puluh satu tahun."


Xander hanya bisa mengusap wajah nya kasar, ia begitu frustasi sekarang.


"Apa yang harus aku lakukan? bahkan aku tidak tahu luka mana yang harus di obati lebih dulu melihat putriku dengan rasa sakit sebanyak itu ..."


"Temani dia," ucap Dokter Vincent.


"Ketika dia bangun nanti, jangan pernah tanya dia kenapa, ada apa dan yang lain nya. Biarkan dia mengeluarkan semua perasaan nya. Sepertinya Sky terlalu banyak memendam perasaan nya sendiri dan memikirkan perasaan orang lain sampai dia lupa, dia juga punya luka yang harus di obati."


"Jika dia ingin menangis, biarkan dia menangis ... jika dia ingin marah, biarkan dia marah ... sekalipun dia mengamuk kau hanya perlu menemani dia untuk menjauh kan nya dari benda-benda tajam saja. Sisanya biarkan dia mengeluarkan semuanya."


"Tapi menurutku, dengan adanya dua anak kembar di tubuhnya itu akan sedikit menjadi obat untuk gadis itu," sahut Dokter Rachel.


"Semua anak lahir sebagai sumber kebahagiaan Ibunya dan juga penolong untuk Ibunya, bukan?"


Dokter Randi dan Dokter Vincent mengangguk setuju dengan apa yang di katakan Dokter Rachel.


Xander hanya berdecak memijat-mijat kepalanya yang pening. Sky hamil, anaknya kembar tapi di saat bersamaan putrinya harus melewati masa kehamilan nya itu sendirian, tanpa seorang suami.


Bersambung


Mau crazy up tapi suka pada lupa like. Like nya di eps terakhir doang ah wkwkwk

__ADS_1


__ADS_2