Menikahi Mafia Kejam

Menikahi Mafia Kejam
#161


__ADS_3

Sky sedang mengisi air di gelasnya, Xander menghampiri gadis itu.


"Belum tidur, Nak?"


Sky membalik seraya tersenyum. "Sebentar lagi, Dad."


"Kapan kau akan membeli peralatan bayi untuk si kembar?"


"Besok," sahut Sky.


"Besok?" tanya Javier seraya menghampiri mereka berdua.


"Jadi kau belum beli peralatan bayi untuk mereka?"


"Belum," jawab Sky.


"Boleh aku ikut?" tanya Javier dengan semangat.


Seharusnya tidak perlu meminta izin karena sudah seharusnya seorang suami menemani istrinya bukan.


"Tidak," jawab Sky yang membuat ekspresi senang di wajah Javier memudar.


Javier menantikan moment istrinya hamil dan mengidam, tapi pria itu baru bisa menemani Sky hamil di usia kandungan nya tujuh bulan. Javier juga ingin membeli peralatan bayi untuk si kembar dan moment ini tidak mau ia lewatkan. Dan moment yang paling di tunggu-tunggu, menemani Sky lahiran.


"Sky aku mohon ... aku Ayahnya."


"Jangan lupakan kau pernah hampir membunuh anakmu sendiri," sahut Sky dengan melengos pergi melewati Javier dan Xander di dapur.


Javier hanya bisa menghela nafas melihat kepergian Sky.


Xander melempar kunci kamar ke arahnya. "Masuklah dan selesaikan berdua."


Sky terbiasa mengunci pintu kamarnya dari dalam, tapi semenjak Javier berani masuk ke kamar putrinya, Xander mengambil kunci cadangan Sky untuk berjaga-jaga.

__ADS_1


Tanpa pikir panjang Javier pun berlari ke kamar Sky. Kenapa mencoba membuka pintu dan benar saja pintunya di kunci.


Sky sedang duduk di ranjang, ia mendengar suara seseorang membuka kunci pintu tapi ia biasa saja karena ia pikir itu Xander.


"Kau!!" teriak Sky.


Sky beranjak dan dengan cepat Javier mengunci pintu kamarnya. Lalu menyembunyikan nya di saku celana.


"Berikan kunci nya!!"


"Tidak," sahut Javier.


"Javier ..."


"Sky kita selesaikan baik-baik, oke."


"Aku tidak mau!!"


"Ya, aku salah. Aku mengakui itu, aku di kuasai emosi hari itu, aku minta maaf ... aku minta maaf," lirih Javier dengan mata berkaca-kaca.


"Aku menyuruhmu pergi bersama Han ke rumah yang sudah aku siapkan, aku pikir kau akan pergi ke sana dan menunggu Xander menjemputmu ..."


Sky melepas kasar tangan Javier di pundaknya.


"APA KAU PERDULI KETIKA AKU KEDINGINAN MALAM ITU JAVIER?!! TIDAK!! KAU BAHKAN MEMBIARKAN KU PERGI!!" teriak Sky.


"KAU TAU AKU SANGAT TAKUT DENGAN GELAP, APA KAU PERDULI? TIDAK!!"


"KAU TAU SEBERAPA HANCURNYA HIDUPKU JAVIER ... DAN KAU MALAH MEMBUATNYA SEMAKIN HANCUR!!"


Nafas Sky naik turun dengan terisak. Seberusaha apapun ia menahan, tetap saja ia punya rasa sakit yang masih belum sembuh karena Javier.


"KAU PERDULI APA TENTANG KU? DAN SEKARANG ... SEKARANG KAU DATANG KEMARI SEAKAN-AKAN TIDAK PERNAH MEMBUAT KESALAHAN!!"

__ADS_1


"Sky ... dengarkan aku dulu ..." lirih Javier.


Sky menutup kedua telinga nya. " PERGI!! PERGI!!" ucapnya dengan menangis.


Pria itu masih memegang pundak Sky. "Sky aku menyusulmu ... kau tidak tahu itu, malam itu aku juga ikut menyusulmu tapi aku bertemu dengan Xander di tengah jalan dan aku merasa aman ketika melihat Xander diam-diam mengikutimu. Aku pikir kau tidak akan bunuh diri ... aku pikir kau akan bahagia bersama Xander."


Sky menatap tajam Javier dan bicara penuh penekanan. "Kau benar ... aku bahagia bersama Daddy ku, sebelum kau kembali aku sudah bahagia. SEHARUSNYA KAU LIHAT ITU!! DAN SEHARUSNYA KAU TIDAK MENGANGGU KU LAGI!!"


"TAPI KAU TIDAK BISA MEMISAHKAN AKU DAN ANAK-ANAKKU ..." akhirnya Javier pun berteriak.


"SKY ... KAU YANG PALING TAU BAGAIMANA RASANYA BERPISAH DENGAN SEORANG AYAH DARI KECIL, KAU MERASAKAN ITU BUKAN? KAU BERPISAH DENGAN XANDER DARI KECIL ..."


"APA KAU MAU MEREKA MERASAKAN HAL YANG SAMA DENGANMU?!!"


"KALAU KAU SANGAT MENYALAHKANKU ATAS KEJADIAN INI ... APA KAU TIDAK MERASA BERSALAH KARENA MENJAUHKAN KU DENGAN MEREKA? BAHKAN SEBELUM MEREKA LAHIR!!"


"AKU TAU KAU DEPRESI KARENA AKU, TAPI AKU PUN MERASAKAN HAL YANG SAMA, SKY ... AKU DEPRESI KETIKA AKU TAU KAU HAMIL DAN AKU TIDAK BISA MENEMANIMU ..."


"PADAHAL AKU SANGAT INGIN MENEMANI SI KEMBAR BAHKAN SEBELUM MEREKA DI BERI NYAWA ... AKU INGIN MENEMANI ANAK-ANAKKU DI SAAT MEREKA HANYA SEGUMPAL DAGING DI RAHIM MU ..."


Sky menghela nafas panjang, menghapus air mata nya. Javier mengusap wajahnya kasar dan meraih kedua tangan istrinya.


"Maaf ..." lirihnya. "Maaf aku tidak bermaksud membentakmu seperti tadi ..."


"Aku hanya ingin kau tahu aku juga sangat sakit kau pergi membawa si kembar ..."


Sky tidak mampu menjawab apapun lagi ia hanya diam dengan air mata yang tak kunjung berhenti mengalir di pipi nya.


Javier yang melihat itu mengusap air mata Sky dan memeluknya. Keduanya begitu emosional sekarang, Javier memeluk istrinya dengan mata berkaca-kaca dan Sky yang tak henti dengan isak tangisnya.


Hal yang tidak mereka tahu. Xander, Sekretaris Han dan Keenan diam-diam menguping di balik pintu.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2