Menikahi Mafia Kejam

Menikahi Mafia Kejam
#Athes and the geng (Flashback 06)


__ADS_3

"Sembilan tujuh ... sembilan delapan ... sembilan sembilan ... satu ... dua ..."


"Seratus!! kenapa ulang lagi dari satu!!" sentak Jonathan dengan keringat memenuhi pelipisnya karena sedang menjalani hukuman Javier. Push up seratus kali di markas Yakuza.


Dan yang lain membantu Jonathan menghitung, tapi mempermainkan hitungan nya.


Sebenarnya ada hal yang lebih parah untuk menghukum Jonathan tapi Javier sedikit sadar diri, dulu dirinya juga mabuk berat saat di tinggalkan Sky.


Thomas benar, lebih sulit mengendalikan perempuan dari pada Senapan.


"Daddy ... daddy ... daddy ..."


Teriak Maxime dan Arsen seraya menggedor-gedor pintu markas dengan tangan kecil mereka.


Athes pun berjalan membukakan pintu dan ternyata bukan hanya ada Maxime dan Arsen. Tapi Miwa dan Tessa pun ada di depan pintu.


Ke empat bocil itu melenggang masuk dan langkah mereka terhenti kala melihat Jonathan yang sedang dalam posisi push up.


"Mau naik ini Daddy ... buaya." tunjuk Maxime membuat yang lain apalagi Jonathan sampai melebarkan mata di sebut buaya.


Javier menahan tawa nya. "Boleh, naik saja."


"YEAAYYYY!!" Ke empat bocil itu melompat-lompat senang lalu segera naik ke punggung Jonathan.


Yang lain tertawa sementara Jonathan memasang wajah melas nya menatap Javier seakan meminta pertolongan agar menurunkan ke empat bocil yang sedang duduk di atas punggungnya sekarang.


Mereka duduk meloncat-loncat seraya salunv memeluk. "Uncle Jon, ayo ..."


Jonathan mendengus lalu kembali push up lebih berat dari sebelumnya karena empat bocil di atasnya itu.


"Anggap saja olahraga, bukankah aku selalu bilang sedang stress jauh lebih baik olahraga saja," ucap Javier menahan senyum nya.


"Ta-tapi ... ini berat Tu-an ..."


Brukh


Tubuhnya ambruk di lantai sontak tawa keras dari mereka semua menggema di dalam markas. Dan Jonathan telungkup di lantai dengan nafas terengah-engah, empat bocil itu masih saja belum turun padahal Jonathan sudah hampir kehabisan nafas.


*


Malam hari mereka makan malam bersama seperti biasa. Hanya Aiden yang tidak ada karena belum pulang setelah kepergian nya.

__ADS_1


Ara terlihat bergabung bersama mereka dan duduk di depan Jonathan.


Jonathan sibuk dengan makanan nya, sementara Ara sesekali mencuri pandang ke arah Jonathan.


Maxime yang sedang mengunyah makanan di mulutnya menatap bergantian Ara dan Jonathan. Kaki kecil nya bermain-main di bawah meja.


"Makan ini, nak." Javier menyimpan salad di depan Maxime dan Miwa.


Maxime mengangguk, menyuapkan salad itu ke mulutnya sampai penuh lalu kembali menatap bergantian Jonathan dan Ara.


"Uncle ..."


Jonathan menoleh ke arah Maxime.


Maxime menunjuk Ara. "Aunty ala liatin uncle terus tuh."


Bukan hanya Jonathan yang kini menoleh ke arah Ara. Tapi yang lain juga, Ara menjadi bahan tatapan mereka.


Gadis itu terlihat kikuk. "Ti-tidak, aku ..."


Ara tidak melanjutkan kalimatnya kala melihat Jonathan kembali sibuk dengan makanan nya seakan tidak perduli dengan Ara lagi. Dan itu membuat Ara sakit hati.


"Daddy ..." Maxime menoel Ayahnya yang duduk di sampingnya.


"Iya, Maxi?"


"Aku mau minum itu." Maxime menunjuk minuman alcohol di meja.


"Tidak boleh," sahut Sky.


Maxime mengerucutkan bibirnya. "Kenapa mommy?"


"Itu untuk orang dewasa," ucap Javier berusaha memberi pengertian kepada anaknya.


"Ouhh ..."


"Daddy ..." panggil Maxime lagi.


"Ya?"


"Daddy sayang ama Mommy?" tanya anak itu seraya menusuk-nusuk cake dengan garpuh kecil.

__ADS_1


"Sayang dong."


Jari telunjuk Maxime bergerak-gerak menunjuk nama yang dia sebutkan. "Daddy ama Mommy ... Daddy Han ama Mommy kala ... Daddy Tom ama Mommy Liana ... Uncle Jonathan ama ..."


Jari telunjuk nya bergerak ke arah Ara. "Ama Aunty Ala hehehe."


Ara tersenyum sementara Jonathan tampak cuek.


Telunjuk Maxime bergerak ke arah Arsen. "Alsen ama siapa?"


"Belsamamu," sahut Arsen membuat semua orang terkekeh.


"Ih gemas sekali kalian ini!" ucap Liana seraya tersenyum gemas.


"Ketika besar nanti anakku pasti lebih memihak kepada Maxi dari pada ayahnya sendiri," ucap Sekretaris Han.


"Tentu saja, dia pasti memihak Maxi seperti kau yang selalu memihak Javier," sambung Sky.


"Sejujurnya aku tidak terlalu memihaknya, bahkan ketika kau pindah ke negara X aku tidak perduli jika Javier harus menderita. Aku hanya takut perusahaan bangkrut."


"Menyebalkan kau, Han!!"


Aiden berjalan menghampiri mereka dan ikut bergabung di meja makan.


"Ku pikir kau tidak akan kembali lagi ke sini," ucap Thomas.


Aiden berdecak lalu mengambil minuman di meja.


Sergio meneliti wajah Aiden dan pandangan nya terhenti kala melihat bercak merah di leher Aiden.


"Kau punya bercak merah seperti Nicholas."


Semua orang menatap Aiden sekarang. Rania menggelengkan kepala.


"Belum menikah sudah ganas seperti itu!"


Aiden menutupi lehernya. "Ini hanya di gigit nyamuk."


Bersambung


Ada yang kesel ga nungguin Maxime up, sama aku juga kesel sama pihak NT yang ga adil sama Maxime. Masa ini bisa up, Maxime engga😭

__ADS_1


__ADS_2