
Keenan menuruni anak tangga selepas memberikan berkas-berkas itu kepada Sky. Ia pergi ke dapur untuk membuat secangkir kopi.
Sekretaris Han duduk di sofa dengan laptop di atas paha nya. Ia menoleh sebentar lalu kembali fokus ke laptopnya.
Keenan mengaduk-ngaduk kopi itu lalu pergi sebentar ke kamar mandi.
Kesempatan itu di gunakan Philip dan Aiden menghampiri gelas kopi Keenan lalu menaburkan sejumput garam dan mengaduknya di sana.
Sekretaris Han yang melihat itu mendengus, apalagi Philip dan Aiden langsung pergi begitu saja selepas menjahili Keenan.
Sekretaris Han pun menyimpan laptop di meja lalu beranjak membuat kopi yang baru untuk Keenan.
Athes and the geng dan Philip memperhatikan sikap Sekretaris Han di balik dinding tak jauh dari sana.
"Lihat, benar bukan? Han membela Keenan sekarang," ucap Philip pelan seraya terus memperhatikan Sekretaris Han.
"Baik sekali dia, mau membuatkan kopi yang baru untuk Keenan," sahut Sergio.
"Kita coba yang lebih dari ini," usul Aiden dan yang lain mengangguk setuju.
Setelah itu Keenan keluar dari kamar mandi dan menautkan alisnya melihat Sekretaris Han di dapur.
"Kau sedang apa?" tanya nya.
"Membuat kopi," sahut Sekretaris Han.
"Oh ..." Keenan hendak mengambil gelas kopi miliknya namun Sekretaris Han segera menghalau nya dan menyodorkan gelas kopi buatan nya.
"Yang itu ditambahkan garam oleh Philip dan Aiden. Ini saja ..."
Keenan semakin menatap heran Sekretaris Han. Kenapa dia tiba-tiba membela nya, seharusnya ia ikut melakukan kejailan seperti Philip dan Aiden.
Sekretaris Han pun berbalik hendak kembali ke sofa tapi perkataan Keenan menghentikan langkahnya.
"Aku tidak akan memberikan adikku untukmu!"
__ADS_1
Philip dan yang lain membulatkan matanya sempurna mendengar ucapan Keenan. Itu artinya benar, Kara adiknya Keenan.
"Lihat, aku tidak salah dengar kan!" ucap Philip.
"Mati Sekretaris Han!" sambung Jonathan.
"Itulah kenapa kita harus baik kepada siapapun, karena kita tidak tau, jodoh bisa jadi orang terdekat kita. Iya kan?" ucap Sergio yang mendapat toyoran kepala dari Philip.
"Kalimatmu itu menjijikan kalau keluar dari mulut anak buah mafia yang pernah membunuh!!"
Sekretaris Han membalik lalu memasukan kedua tangan nya ke saku. "Dia akan tetap menjadi milikku."
Keenan mendekati Sekretaris Han dan tersenyum kecut. "Aku yang merawatnya ketika orang tua kami meninggal, menurutmu siapa yang akan dia pilih? Aku atau kau!"
Keenan pun pergi selepas menubruk dengan sengaja tubuh Sekretaris Han.
Sekretaris hanya bisa menghela nafas, lalu ponselnya berbunyi dan itu telpon dari Kara. Telpon dari Kara membuat mood nya sedikit lebih baik sampai ia tersenyum simpul.
Ia mengangkat panggilan itu lalu duduk di sofa. "Ya, Kar?"
"Kau sedang apa?"
"Apa Kakak ku ada di sana?"
"Ya, tadi ada. Tapi sekarang tidak tau kemana."
"Oohh yasudahlah. Oh iya, nanti malam bagaimana kalau kita nonton?ada film bagus malam ini."
"Oke, aku akan menjemputmu."
"Aku tunggu. Bye Han."
Selepas telpon di tutup Keenan kembali mendekati Sekretaris Han dan duduk di depan nya.
"Jangan harap bisa pergi dengan adikku!!"
__ADS_1
Sekretaris Han menatap Keenan. "Dia yang mengajakku," sahut nya.
"Ya, aku tau. Tapi aku tidak mengizinkan nya."
Sekretaris Han tidak mau berdebat. Ia memilih fokus dengan kerjaan nya. Dan Keenan sibuk membatin sendirian.
"Kau selalu membullyku, Han. Bisa-bisa nya kau mencintai adikku!! Tidak semudah itu kau mendapatkan nya!!"
"Hmmm ... apa aku kerjai saja dia, biar tau rasa!!"
"Aku harus memikirkan, apa yang akan aku lakukan terhadapnya agar aku merasa puas melihat dia tersiksa!!"
"Ya, dia harus berjuang dulu untuk adikku!!"
Keenan tersenyum miring menatap tajam Sekretaris Han dan itu membuat Sekretaris Han menatapnya bingung.
"Kau pasti sedang merencanakan sesuatu," batin Sekretaris Han.
Keenan pun beranjak dari sofa dan tidak lama kemudian ia datang dengan tumpukan berkas di tangan nya lalu meletakkan nya di meja.
"Ini materi Valaric group, bisakah kau kerjakan untukku?"
Sekretaris Han menatap Keenan dengan menautkan kedua alisnya. "Apa?! aku?! aku Sekretaris De Willson."
"Kita sama-sama Sekretaris, aku yakin kau ngerti tentang materi perusahaan ini atau aku akan ikut menonton denganmu dan Kara nanti."
Sekretaris Han mendengus dengan mengepalkan tangan nya diam-diam di samping tubuhnya. Benar bukan, Keenan sedang merencanakan sesuatu untuknya.
"Baiklah." Dengan sangat terpaksa Sekretaris Han pun menurut.
Sementara Keenan duduk di depan Sekretaris Han dengan sesekali tersenyum puas. Ia asik sendirian makan anggur.
Javier menuruni anak tangga dan melihat Sekretaris Han kelabakan sendiri dengan materi-materi dari Valaric group.
"Cih, pasti dia sedang berjuang mendapatkan Kara!" Javier menggeleng sesaat lalu pergi ke dapur untuk menghangatkan ASI.
__ADS_1
Bersambung
"