Menikahi Mafia Kejam

Menikahi Mafia Kejam
#53


__ADS_3

Sekitar pukul sepuluh malam Javier perlahan beranjak dari kasur setelah melihat Sky tidur terlelap. Ia menyelimuti tubuh istrinya itu sebelum keluar.


Javier segera turun ke halaman. Ia melihat Athes and the geng, Pak Liam, Sekretaris Han, Thomas dan Philip yang tidak tahu kapan mereka datang ke mansion.


Thomas dan Athes memegang seorang pria yang berhasil di ikat tangan nya ke belakang. Satu pria tergeletak tak bernyawa di halaman mansion dengan luka tembak di lehernya.


"Siapa dia?" tanya Javier.


"Anak buah Mudork," jawab Thomas.


Javier tersenyum sinis ke arah pria itu. Pria itu memberikan tatapan permusuhan kepada Javier.


"Jangan melihatku seperti itu!! Kau lah yang yang menghampiri kematianmu sendiri dengan masuk ke mansion ku!!"


"Sekarang, katakan dimana markas Mudork berada?!"


Pria itu tidak menjawab ia masih terus menatap tajam Javier.


"Katakan sekarang!!"


BUGH


Javier menendang wajah pria itu sampai tersungkur ke belakang. "KATAKAN SIAL*N!!"


Thomas dan Athes membantu pria itu kembali duduk, darah keluar dari hidungnya.


Javier memperhatikan wajah pria yang memandang sinis ke arahnya itu. Ia seperti merasa ada yang janggal.


Javier berjongkok mensejajarkan tubuhnya dengan pria di hadapannya.


"Buka mulutmu!!"


Pria itu masih diam menatap tajam Javier.


"BUKA MULUTMU!!"


Karena pria itu masih bergeming dengan terpaksa Javier membuka mulut pria itu dengan kasar.


Ia membulatkan mata.


"Di mana lidahnya?!"

__ADS_1


Jangan tanya seberapa kaget mereka semua dengan pertanyaan Javier. Mereka saling melirik satu sama lain dengan bingung.


"Apa kalian memotongnya?!!" teriak Javier.


"Tidak!" jawab Thomas.


Philip segera berlari menghampiri satu pria yang sudah tak bernyawa itu. Ia mencoba melihat mulutnya.


"Dia juga tidak punya lidah!!" teriak Philip.


Dengan tergesa-gesa Javier merogoh semua saku yang ada di jaket dan celana pria di depannya. Dan ia menemukan sebuah kertas putih.


...Mudork...


Hai Mr De Willson ... bagaimana kejutan dariku? Kau sedang mencariku bukan? Ah, aku sedang menikmati segelas teh di malam hari seraya memikirkan istrimu yang cantik itu.


Jangan memaksa anak buahku untuk berbicara karena aku sudah memotong setengah lidahnya. Dan jangan memaksa mereka menulis karena mereka hanya manusia bodoh yang tidak pandai menulis dan membaca.


Aku akan memberitahu tempatku asalkan Sky mu sudah berada dalam genggamanku.


Mudork sengaja memotong setengah lidah anak buahnya agar tidak bisa bicara dengan jelas. Mungkin itu untuk melindungi kemungkinan bocornya markas mereka.


Javier meremas kertas itu dengan geram sampai membuat urat-urat di tangan nya terlihat. Rahangnya mengeras dengan tatapan tajam, giginya menggertak kesal. dada nya naik turun dengan tubuh yang dikuasai amarah.


Ia merogoh pistol di saku belakangnya dan.


DOR


Javier menembak pria itu tepat di kepalanya. Thomas dan Athes melepaskan pegangan nya membiarkan pria itu terkulai tak bernyawa di tanah.


Javier masuk ke mansion diikuti yang lain.


"Urus mayat mereka!" ucap Sekretaris Han kepada beberapa penjaga di halaman.


"Siap, Tuan!"


"Kalian ikut masuk!" ucap Thomas kepada Athes and the geng.


"Javier," panggil Thomas kepada Javier yang hendak naik ke kamarnya. Ia butuh Sky untuk menenangkan kemarahan nya sekarang.


Javier membalik.

__ADS_1


"Ada sesuatu yang ingin aku berikan kepadamu dan yang lain," ucap Thomas.


"Apa?"


"Kita bicara di lantai tiga."


Mereka semua pun pergi ke lantai tiga. Javier, Sekretaris Han, Thomas, Philip, Pak Liam dan Athes and the geng.


Mereka semua duduk di meja panjang di ruangan itu. Thomas mengeluarkan sesuatu dari tas yang ia bawa. Dan itu berisi beberapa jam tangan.


Thomas membagikan jam itu satu-satu ke mereka semua.


"Jam tangan itu sudah diisi alat pelacak. Ada tombol kecil di sana ..." Mereka pun melihat tombol bulat kecil di jam tangan itu.


"Tekan tombol itu ketika kalian berada dalam bahaya. Alat pelacak itu akan memberikan sinyal merah dan kita akan mengetahui satu sama lain posisi kalian."


"Apa tidak ada warna biru, Thomas? Aku lebih suka biru dari pada hitam," ucap Jonathan.


Thomas mendengus ke arah Jonathan. "Aku bukan penjual jam tangan dengan banyak warna kepar*t!! Aku membuat ini untuk melindungi nyawa kita semua!!"


"Dan ini ..." Thomas mengeluarkan kotak kecil.


"Ini cincin untuk, Sky."


Javier menatap tak suka Thomas. "Berani sekali kau memberi cincin untuk istriku!!"


"Aku membuat cincin dengan alat pelacak di dalamnya, aku membantumu melindungi, Sky. Seharusnya kau berterimakasih!!"


"Aku tidak butuh!! Aku sudah membuat cincin yang lebih bagus untuk istriku dan sudah pasti ada alat pelacak nya!!"


"Jadi kau membuat alat pelacak sendiri untuk istrimu, Javier?" tanya Philip.


Javier mengangguk.


"Cih! Kau hanya memikirkan nyawa istrimu saja, tidak memikirkan nyawa kami!! lihatlah Thomas begitu perduli dengan kami!!"


Thomas hanya tersenyum ke arah Javier.


"Kenapa harus memikirkan nyawa kalian?! Setiap macan punya kemampuan sendiri untuk bertarung!!"


Yang Javier maksud adalah mereka yang mempunyai kemampuan bela diri. Berbeda dengan Sky, gadis itu jika di culik mungkin hanya bisa berteriak.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2