Menikahi Mafia Kejam

Menikahi Mafia Kejam
#164


__ADS_3

Xander duduk berhadapan dengan Javier dan Sky duduk di samping suaminya. Mereka menikmati sarapan bersama di pagi hari.


Sampai akhirnya kedua sekretaris itu datang.


"Kenapa kalian datang bersama?" tanya Xander.


"Tidak tau, dia mengikutiku mungkin," sahut Sekretaris Han.


"Cih, mobilku yang sampai lebih dulu," balas Keenan.


Keduanya ikut duduk di meja makan dan duduk saling berhadapan.


Mereka menikmati hidangan yang sudah di masak Xander dan Javier.


Sky bergeming karena sibuk makan salad buatan suaminya.


"Apa itu enak?" tanya Javier.


Sky mengangguk cepat. "Ya, enak sekali."


Javier tersenyum senang. Mereka semua sarapan seraya mengobrol satu sama lain.


"Kalian sudah baikan?" tanya Sekretaris Han.


Javier hanya berdehem sebagai jawaban.


"Kak Han-Han ... bagaimana kabar Athes dan yang lain?" tanya Sky.


"Mereka baik," sahut Sekretaris Han.


"Baik dan gila." Javier ikut menambahkan.


"Siapa mereka?" tanya Keenan.


"Temanku," sahut Sky.


"Anak buahku," sahut Javier.


"Kau banyak berteman dengan anak buah suamimu, Nak?" tanya Xander.


Sky mengangguk di sela-sela menyuapkan salad ke mulutnya.


"Aku penasaran seperti apa tampang anak buah mu Javier, sampai bisa berteman dengan putriku. Padahal Sky tidak terlalu suka berteman dengan lelaki."


"Ku harap kau tidak pernah bertemu dengan mereka," sahut Javier.


"Kenapa?" tanya Keenan.


"Mereka punya virus yang bisa mengubah lelaki dingin menjadi pecicilan." Javier menyindir Sekretaris Han.


Sementara Sekretaris Han sibuk makan tidak terganggu dengan sindiran Javier.


"Oh kalau begitu kita harus vaksin sebelum bertemu dengan mereka. Agar tidak ketularan," jawab Keenan dengan polosnya.

__ADS_1


Javier berdecak menatap Keenan. "Terserah kau sajalah!!"


Javier menghembuskan nafas, kenapa tidak ada yang waras satu saja di antara anak buah nya. Thomas dan Sekretaris Han saja ikut-ikutan gila, ditambah lagi Keenan. Ah lengkap sudah.


"Aku ke kamar mandi dulu." Sky beranjak meninggalkan empat pria itu di meja makan.


"Apa kau tau dimana mudork?" tanya Xander kini.


"Tidak, setelah aku membunuh Lucas dia menghilang begitu saja."


"Yang pastinya bukan menghilang, dia pasti sedang menyusun rencana," sahut Xander.


"Apa kau tau dia mengincar Sky?" tanya Javier kini.


"Ya, aku tau."


"Bagaimana dengan Jacob? dulu aku berpikir kau lah yang membunuhnya," ucap Javier.


"Tidak bodoh. Justru aku menyelamatkan anak dan istri mereka. Sandic lah yang membunuhnya ... siapapun yang pernah dekat dengan Ataric pasti di habisi, dia juga pasti mengincarku."


"Sekarang yang terpenting jaga putriku baik-baik," lanjut Xander yang di jawab anggukan kepala dari Javier.


Di sela-sela pembicaraan serius mereka ada Sekretaris Han dan Keenan yang sedang berebut kacang kulit.


Setelah sarapan Sky pergi membeli peralatan bayi bersama Javier dan dua Sekretarisnya.


"Hati-hati ya, Nak. Jangan jauh-jauh dari suamimu," ucap Xander.


"Siap, Dad."


"Aku saja yang menyetir," ucap Keenan.


"Tidak!! aku saja. Kau duduk saja idiot!!" balas Sekretaris Han.


"Hei Set*n itu mobil khusus Antraxs. Bawa lah mobilmu sendiri jika ingin menyetir!!"


Keenan berusaha mengambil tapi Sekretaris Han terus memainkan kunci mobil di tangan nya.


Javier mendengus. "Jadi berangkat tidak?"


"Jadi," ucap dua Sekretaris itu bersamaan.


"Kalau begitu cepatlah!!"


Javier membukakan pintu mobil untuk istrinya. Ia duduk di belakang berdua.


"Akkhh!!" Keenan meringis kesakitan memegang lututnya ketika Sekretaris Han menendang keras lutut pria itu.


"Kurang ajar kau set*n!!" geram Keenan.


"CEPAT NAIK!!" teriak Javier dari dalam mobil yang membuat Keenan mau tak mau duduk di depan bersama Sekretaris Han.


Mobil pun melaju dan suasana di dalam mobil begitu hening. Sky fokus menatap ke luar jendela. Sekretaris Han fokus menyetir, Keenan sibuk main hp dan Javier sibuk memandang istri dan si kembar di perut Sky.

__ADS_1


"Berisik!!" ucap Sekretaris Han mendengar Keenan tiba-tiba bersiul.


"Lagi pula sepi sekali, seperti di kuburan," sahut Keenan.


"Sky biasanya kau banyak bicara, kenapa sekarang diam?" tanya Keenan.


"Aku memang suka diam," sahut Sky.


"Tidak, kau dulu suka sekali menjelek-jelekkan suamimu."


BUGH


Gadis itu menendang kursi Keenan dari belakang.


Javier tersenyum tipis. "Pasti kau sangat membenciku sampai menjelek-jelekkan ku di depan Sekretaris mu itu."


"T-tidak ... Keenan bohong."


Mereka pun akhirnya sampai di salah satu toko peralatan bayi yang cukup terkenal di kota itu.


Sky mengedarkan pandangan nya antusias melihat semua peralatan bayi lengkap disana. Baju-baju itu sangat lucu, aksesoris untuk bayi perempuan, mainan untuk bayi laki-laki, sepatu dan masih banyak lagi.


Mereka mulai mencari-cari yang cocok untuk bayi mereka.


"Stroller yang ini bagus," ucap Javier.


"Ingat, bayi kita kembar," sahut Sky. "Pilih yang untuk bayi kembar."


"Ini bagaimana?" Sky menunjuk dua stroller yang menyatu khusus untuk bayi kembar.


"Itu warna pink, bayi kita satu laki-laki ... pilih yang warna hitam saja," sahut Javier.


Sementara itu Keenan dan Sekretaris Han sedang sibuk melihat-lihat juga.


"Kau tau ini apa?" tanya Sekretaris Han.


Keenan mengangkat kedua bahu nya. "Tidak."


"Coba kau tanyakan. Aku penasaran." Sekretaris Han memberikan alat itu kepada Keenan.


Keenan berdecak sebal tapi tetap saja pria itu menuruti Sekretaris Han.


"Maaf saya boleh tanya?"


"Iya Tuan?"


"Ini alat apa?"


"Oh, itu pompa asi."


Sekretaris Han menahan tawa nya. "Berani sekali kau menanyakan hal itu di saat kau belum menikah!!"


"Kepar*t kau!!" Keenan memberikan lagi alat itu kepada Sekretaris Han lalu pergi menyusul Sky.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2