
"Tuan, Nyonya Sky diculik!" Teriak sekretaris Han.
PRANG
Gelas di tangan Javier terjatuh, ia segera berlari keluar dari mansion dengan panik dan membawa mobil dengan kecepatan tinggi. Hatinya tak tenang, jantungnya berdegup kencang, bernafas pun rasanya sulit.
"Sky ... bertahanlah, aku datang ..." gumam Javier.
Tapi tiba-tiba sebuah mobil menyalip mobil Javier dan menghadang dari depan.
Cccitttt
Javier menginjak rem dengan cepat, hampir saja ia menabrak mobil di depannya.
Satu pria paruh baya turun dari mobil. "Keluarkan gadis itu!" teriaknya.
Javier segera keluar dari mobil dan dua orang dari mobil depan keluar dengan membawa Sky yang terisak.
Mulutnya di tutupi lakban hitam, tangan nya di ikat.
"Sky ..." panggil Javier dengan wajah berkaca-kaca.
Sky terus menangis.
Sementara pria paruh baya itu tertawa puas melihat ke khawatiran Javier di depannya.
"HAHAHA ... lihat gadis yang kau cintai ini, Javier!"
"Menurutmu berapa lama lagi dia bisa bertahan? Satu jam? tiga puluh menit? atau satu menit mungkin!"
Tangan Javier mengepal dengan gigi menggertak, rahangnya pun mengeras kala emosi mulai menguasai tubuhnya.
"Sudahlah ... jangan marah seperti itu. Lebih baik kau ucapkan selamat tinggal untuk istrimu."
"Kembalikan istriku br*ngsek!! Tidak ada ampun kalau kau sampai menyakiti nya!!"
"Aku tidak akan menyakitinya, Javier!" tapi ia mengarahkan pistol nya ke kepala Sky membuat Sky semakin terisak dan ketakutan.
Javier membulatkan mata. "Sky ..."
"Kesalahan ayahmu seharusnya di gantikan olehmu, Javier. Tapi setelah melihat gadis ini, kupikir dia yang terbaik menggantikan kesalahan, Ayahmu!!"
"Aku tidak tahu apa masalah mu dengan Ayahku, jangan libatkan istriku dalam masalah ini, Pak tua!!" Geram Javier.
__ADS_1
"Kesalahan gadis ini adalah masuk ke dalam hidupmu Javier!! Sekarang, dari pada membunuhmu aku lebih suka melihatmu hidup menderita!!"
Pria itu mulai menarik pelatuknya.
"TURUNKAN SENJATAMU, PAK TUA!!" teriak Javier dengan emosi seraya berlari ke arah Sky tapi.
DOR.
"SKY!!!"
Javier terbangun dari tidurnya dengan keringat dingin memenuhi pelipisnya. Untung saja itu semua hanya mimpi.
Nafasnya masih naik turun, ia menoleh ke samping, Sky sedang tertidur pulas. Gadis itu bahkan tidak bangun karena teriakan nya.
Javier mendekati Sky mengelus pipi istrinya. Ia sangat khawatir dengan perkataan Thomas sore tadi.
"Ada kemungkinan identitas Sky sebagai istrimu akan terbongkar. Dia pasti mengincar, Sky. Bukan kau lagi, Javier."
Sore tadi, Javier, Sekretaris Han, Philip, Thomas dan Pak Liam berkumpul di lantai tiga membahas penyerangan di hotel yang secara tiba-tiba.
Mereka kembali meriksa cctv di hotel dan menemukan tatto gambar tengkorak di salah satu tangan pria asing di hotel itu setelah Thomas memperbesar layarnya di laptop.
Diantara mereka Pak Liam lah yang tahu semua hal tentang Ataric De Willson karena dirinya yang paling tua di mansion itu.
Yakuza yang saat itu di pimpin oleh Ataric melakukan penyerangan karena anak dari pemimpin Mudork telah melanggar aturan. Dia membunuh anak kecil dan perempuan yang tidak bersalah, bahkan banyak perempuan yang di jadikan pemuas ***** lalu dibunuh saat itu juga.
Dan anak dari pemimpin Mudork berhasil dibunuh oleh Ataris yang menjadikan si Pak Tua itu mengincar nyawa Javier.
Javier masih memandang teduh wajah istrinya yang tertidur pulas. Perasaan takut dan khawatir menyelimuti hidupnya sekarang
Ia tidak perduli dengan dirinya, nyawanya dan hidup kejam yang akan ia lewati menghadapi Mudork. Tapi Sky, gadis itu tidak tahu apapun.
Dia hanyalah gadis pengganti hukuman Ayahnya. Tadinya nyawa Herry yang terancam kini nyawa Sky lah yang terancam.
Sky mengerang, meregangkan otot-ototnya. Ia mengerjapkan mata.
"J-Javier ..."
Javier tersenyum. "Kenapa bangun?" Javier menarik selimut kembali menutupi tubuh gadis itu.
"Ada sesuatu yang bergerak di pipiku." Itu tangan Javier yang mengelus pipi Sky.
Javier terkekeh. "Itu serangga."
__ADS_1
Sky tersenyum memukul dada Javier. "Kau serangga nya!"
"Kau hari ini remedial, Sky. Tapi kau malah tidur."
"Aku ngantuk ..."
"Alasan!"
Sky hanya tersenyum, karena itu memang benar-benar alasan nya saja.
Ia bangun dan duduk berhadapan dengan Javier.
Pria itu kembali memainkan pipi Sky.
"Kau suka sekali memainkan pipiku huh ..." Sky pura pura kesal.
"Kau lucu ... bagaimana bisa tubuh kurus tapi pipi mu itu gembul seperti ini, Sky. Kenapa hanya pipi yang menampung lemak di tubuhmu."
"Apa aku harus diet?" tanya Sky.
Javier menggeleng. "Tidak. Aku suka kau seperti ini ..." Javier memainkan kembali pipi Sky sesekali mencubitnya.
"Aaakkhh ... itu sakit!" Sky cemberut sementara Javier tertawa.
Javier menghela nafas. Sky menaikkan satu alisnya. Helaan nafas suaminya terlihat berbeda seperti ada beban di dalamnya.
"Kau baik-baik saja?"
"Iya."
"Yakin?" Javier mengangguk.
"Sky, aku ingin kau berhenti bekerja dari cafe itu."
"Kenapa?" tanya Sky bingung.
"Aku ingin kau selalu di dekatku. Untuk memastikan kau aman."
"Kau ini kenapa?" Sky semakin bingung dengan tingkah Javier.
"Aku hanya ingin memastikan kau tetap hidup ... dan tidak terluka, sedikitpun!"
Bersambung ...
__ADS_1