
Malam hari Sky membuka matanya, entah berapa lama ia tidur. Hal pertama yang ia lihat adalah mata suaminya.
Ah, sepertinya pria itu memandang istrinya ketika tidur, entah berapa lama. Mereka saling mengunci pandangan satu sama lain.
Sky ingin sekali mengumpat kasar untuk tubuhnya sendiri, kenapa tadi siang tubuhnya malah menikmati godaan Javier. Dan sekarang setelah seperti ini apa yang harus ia lakukan.
Javier tersenyum tipis mengelus lembut pipi gembul istrinya.
"Mau mandi sekarang? aku sudah menyiapkan air untukmu."
Sky hanya mengangguk, ia bangun dan duduk di ranjang mencari-cari bajunya. Tapi Javier dengan cepat menyingkap selimut dan menggendong tubuh telanjang istrinya ke kamar mandi.
Sky terbelalak, tapi tidak mampu menolak atau memberontak minta di turunkan karena nyatanya tubuhnya sendiri begitu lemas.
Javier mendudukkan Sky di dalam bath up. Ia mengambil shower untuk membasahi rambut istrinya.
"Aku bisa sendiri," ujar Sky.
"Biar aku saja sayang ..." Javier duduk di belakang Sky.
Dengan telaten nya ia mengeramasi istrinya.
"Aku besok mau pergi."
"Kemana?" tanya Javier yang sekarang sedang memberi conditioner ke rambut Sky.
"Bertemu dengan Teddy. Ikut ya? aku akan mengenalkanmu dengan Teddy ... dia badut beruang hadiah Liana."
Deg
Javier mematung seketika, bagaimana ini, harus apa dia. Javier lupa kalau Teddy dan Sky berjanji untuk bertemu lagi besok dan Teddy menyetujui itu karena ia pikir hari ini tidak akan berbaikan lagi dengan Sky.
__ADS_1
Dan lagi, Teddy itu kan dirinya sendiri. Bagaimana ceritanya Sky bisa mengajak Javier bertemu dengan Teddy.
Javier bukan tidak mau mengakui kalau dirinya sendiri si badut Teddy. Tapi masalahnya ketika ia menjadi badut ia berjoged tidak jelas. Bagaimana reaksi Sky kalau tahu suaminya yang kekar dan berotot ini berjoged seperti itu, huh.
"Bagaimana? Mau ya?" tanya Sky menoleh ke arah Javier.
"I-iya sayang ..." Iya saja dulu, apa yang terjadi terserah besok.
Sky tersenyum. Setelah selesai Javier kembali menggendong Sky dengan bath robe menempel di tubuh gadis itu. Ia mendudukkan Sky di meja rias, mengeringkan rambut istrinya dan menyisirnya.
Hal yang tak terduga, Javier pintar menyatok rambut Sky. Sky terbiasa dengan rambut panjang dan lurus tapi kali ini Javier membuatnya menjadi Curly.
"Belajar catok rambut dari mana?" tanya Sky.
Javier hanya tersenyum sebagai jawaban seraya sibuk menggulung rambut Sky dengan catokan.
Setelah selesai Javier mengajak Sky makan malam di bawah. Malam ini tidak ada siapapun di meja makan karena sengaja Javier meminta semua orang untuk tidak datang ke mansion nya malam ini. Ia ingin menikmati waktu berdua bersama istrinya setelah beberapa hari sulit untuk berbicara dengan Sky.
"Mau makan apa sayang?"
"Aku ingin omlet." Javier mengambilkan omlet untuk Sky.
"Tidak makan, By?" tanya Sky yang melihat Javier tidak mengambil apapun.
Javier tersenyum. Setelah beberapa hari akhirnya Sky memanggilnya dengan panggilan seperti itu lagi.
"Kau saja dulu," jawab Javier.
Sky hanya mengangguk karena memang ia sudah lapar. Di saat Sky hendak menyuapkan omlet nya tak di sangka tangan Javier malah merangkul pundaknya dan memijatnya dengan lembut.
Apalagi ini, jangan bilang suaminya sedang menggoda nya lagi. Ah, padahal ini sedang makan.
__ADS_1
Sky menggeliat, berusaha menjauhi pijatan Javier karena ia ingin makan. Tapi Javier malah menaikkan pijatanya ke leher belakang Sky.
Sky menghela nafas lalu menoleh ke arah Javier. "Aku ingin makan ..."
Javier terkekeh, menepuk-nepuk lembut punggung istrinya. "Makan lah ..."
Entah apa yang ada di pikiran Javier, pria itu yang mengajak nya makan malam tapi dia sendiri yang tidak makan dan malah terus menganggu Sky.
Seperti sekarang, belum selesai Sky makan Javier malah mendekatinya dan mencium pipi, leher dan pundak Sky.
"Kau sedang apa?" tanya Sky.
"Makan," sahut Javier.
"Makan darimana kau menciumku seperti itu," pekik Sky.
"Ya, aku sedang memakanmu," jawab Javier seraya terkekeh pelan.
Sky hanya menggelengkan kepala, apa sekarang ia harus membiasakan diri menerima serangan dadakan dari suaminya ini.
Javier kembali duduk seperti biasa, mengelus lembut rambut Sky. "Maaf ..."
Ia kemudian hanya mengambil segelas teh dan meminumnya.
Sky menoleh ke arah Javier dengan menaikkan satu alisnya bingung, kenapa suaminya minta maaf.
Dan tiba-tiba ia ingat hari dimana masalah itu belum datang, Sky ingat ia pernah berjanji untuk menggoda Javier lebih dulu.
Melihat sikap Javier yang seperti ini, haruskah ia melakukan itu. Tapi bagaimana caranya, ia tidak mengerti.
Ah, sepertinya Sky tahu. Lihat di film saja bagaimana seorang istri menggoda suaminya.
__ADS_1
Bersambung