Menikahi Mafia Kejam

Menikahi Mafia Kejam
#107


__ADS_3

Sky menelungkupkan wajahnya di meja. Tepatnya di cafe X. Keluar dari mansion Javier kemana lagi ia harus pergi selain cafe X menemui Liana, toh pulang ke rumah Herry nantinya malah akan bertengkar lagi.


Liana sedang menyiapkan pesanan untuk sahabatnya itu seraya menggelengkan kepala. Belum sampai empat hari ia keluar dari mansion selesai pesta, sekarang Sky malah datang ke cafe nya dengan wajah semrawut penuh masalah.


Dan lagi, Sky belum cerita apa masalahnya dengan Javier kepada Liana.


"Ini pesananmu miss galau ... silahkan di nikmati," ujar Liana menyimpan pesanan di meja lengkap dengan nampan nya.


Perempuan itu duduk di depan Sky. Ia menghela nafas kembali. "Kau ini kenapa? lemah sekali seperti orang mati."


Sky hanya menggelengkan kepala sebagai jawaban.


"Oke, kalau belum mau cerita. Tapi setidaknya makan dulu, kau bilang belum sarapan."


Sky mendongak dengan menekuk wajahnya. Menyuapkan sandwich ke mulutnya, belum tertelan habis ia menyuapkan cake dan di tambah lagi ia memakan ice cream vanila.


"Sky ... Sky ... kau tidak bisa makan dengan di campur seperti itu. Satu-satu heii!!" ucap Liana panik melihat sahabatnya makan seperti orang gila.


"Aku ingin makan yang pedas sekarang," ujar Sky dengan pipi gembul penuh makanan yang belum tertelan semua.


"Tidak ... melihat cara makanmu aku tidak akan memberimu makanan yang pedas. Kau ingin menyakiti lambungmu hah?"


Dan kemudian Sky terisak membuat Liana panik dan bingung.


Sementara itu meja di pojokan di isi oleh dua orang lelaki yang memakai masker dan topi hitam.


Mereka sedang pura-pura melihat daftar menu, padahal yang sebenarnya mereka sedang mengawasi Sky. Siapa lagi mereka kalau bukan Aiden dan Jonathan, dua lelaki yang di tugaskan Javier untuk mengawasi Sky.

__ADS_1


"Dia menangis lagi," bisik Jonathan.


"Sebenarnya Sky kenapa? apa mungkin Tuan Javier kembali bersama Zivania sampai Sky menangis seperti itu," sahut Aiden.


"Itu sepertinya tidak mungkin. Tuan Javier sangat mencintai Sky," pekik Jonathan.


Mereka saling berbisik satu sama lain. Dari awal kedatangan Dokter Richard sampai hari ini mereka tidak tahu apa yang membuat Sky menangis bahkan sampai tidak mau makan kemarin.


Tapi sekarang, lihat lah gadis itu makan sangat rakus seperti orang yang tidak di beri makan tiga hari saja.


"Sky ... tenanglah. Aku tidak tahu apa masalahmu tapi semua masalah tidak akan selesai jika kau menjauh dari suamimu." Liana berusaha menasehati Sky dengan mengelus lembut tangan nya.


Sky menghela nafas menenangkan dirinya sendiri dan menghapus air mata dengan punggung tangan nya.


"Aku butuh waktu sendiri," sahut Sky.


Sky hanya menghabiskan waktu di cafe X, hanya menikmati suasana cafe yang cukup ramai, melihat sahabatnya bekerja dan merenungi dirinya sendiri, apa yang harus ia lakukan sekarang. Kabur dari mansion tidak mungkin.


Sampai akhirnya sore hari ia kembali ke mansion. Javier sudah duduk di sofa menunggu kepulangan istrinya. Zivania sudah pergi dari mansion nya di bantu para penjaga untuk mengusirnya siang tadi.


"Sayang ..."


Sky acuh, ia kembali menaiki anak tangga masuk ke kamarnya.


Sampai tiga hari kemudian Sky masih enggan berbicara dengan Javier. Bahkan sapaan dari pria itu selalu di acuhkah olehnya.


Dan Javier tidak bisa melakukan apapun karena belum menemukan bukti yang kuat kalau Ataric tidak membunuh Sky dan Ibunya.

__ADS_1


...💥💥💥...


Malam hari Javier sedang duduk di sofa, ia sesekali melihat ke arah pintu yang selalu tertutup dan hanya terbuka jika Sky mau keluar dari mansion saja.


Pak Liam dan Thomas menghampiri Javier dengan membawa data para pelayan wanita yang dulu di keluarkan oleh Ataric.


"Bagaimana?" tanya Javier.


Thomas yang duduk di samping Javier membuka sebuah berkas.


"Tahun itu, ada enam orang pelayan wanita yang di keluarkan dengan alasan yang berbeda-beda. Lima orang dari menikah hidup bahagia dengan menikah, bekerja dan punya anak. Hanya satu yang tidak ada."


Thomas menunjuk salah satu foto di kertas itu. "Dia ... namanya Hanna. Tidak ada yang tahu dia dimana dan bagaimana hidupnya sekarang."


"Kau sudah menyuruh orang-orangku untuk mencari Hanna, bukan?"


Thomas mengangguk. "Sudah dan belum ada kabar."


"Apa mungkin dia sudah tidak tinggal di sini lagi?" ujar Pak Liam.


"Mungkin pindah ke luar kota atau luar negeri," lanjut Pak Liam.


"Itu bisa jadi," sahut Thomas.


Javier menghela nafas berat seraya memijat keningnya. Apa mungkin Hanna lah yang membunuh Sky, tapi kenapa. Javier masih dengan keyakinan nya kalau Ataric tidak mungkin menyuruh seseorang membunuh Hanna.


Yang harus ia lakukan sekarang hanya lah mencari mantan pelayan wanita itu sekarang.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2