Menikahi Mafia Kejam

Menikahi Mafia Kejam
#97


__ADS_3

Deruman motor kembali terdengar, mereka hampir sampai di mansion. Suasana halaman mansion tidak kalah ramai.


Lima puluh orang memasuki gerbang mansion dengan para pelayan di sekitar yang membungkukan badan ketika motor Javier masuk.


Sky berlari dari taman menyambut suaminya. Javier segera membuka helm dan menghampiri istrinya dengan memegang kantung kresek besar berisi pembal*t. Pria itu tidak mungkin membeli satu pembal*t saja untuk istrinya.


"Byy ..."


"Sayang ..."


Javier memeluk istrinya sedikit mengangkat tubuh kecil Sky dan menenggelamkan kepala nya di leher Sky lalu berbisik.


"Aku membawa sayap untuk Mommy serangga. Apa Mommy serangga ku ini tidak bisa terbang sampai membutuhkan sayap hm?" Javier pun mencium kening Sky.


Sky hanya terkekeh. "Tidak salah beli kan, By?"


"Tidak, sayang. Sayap pilihanku kuat dan anti bocor," sahut Javier yang membuat Sky semakin tertawa.


Para pelayan yang mengelilingi mereka hanya menatap iri dengan Tuan dan Nyonya nya yang selalu romantis.


Sky melepaskan pelukan dari Javier dan beralih menggenggam tangan suaminya.


"Ada Aliandra di sini."


Mereka pun berjalan ke salah satu meja yang berada di taman.


Aliandra duduk berhadapan dengan Javier sementara Sky duduk di samping suaminya.


Liana lebih memilih menikmati hidangan yang di sediakan.


Ini kali pertama Aliandra duduk bersama Kakak iparnya. Ia hanya diam dan memainkan sedotan.


"Al, ini suami kakak."


Aliandra mendongak dan mengulurkan tangan nya tapi hati nya membatin.


Kenapa seram sekali Kakak iparku ini, apa dia galak?


Javier menatap sebentar lalu meraih jabatan tangan Aliandra.


"Hari ini tahun terakhirmu sekolah?" tanya Javier.


"I-iya."


"Kau punya cita-cita?"


"Dia mau jadi dokter," sahut Sky.


"Oh iya?" Javier menaikkan satu alisnya, Aliandra hanya mengangguk.


"Bagaimana dengan nilai mu?"


"Cukup bagus, aku peringkat pertama dari kecil."

__ADS_1


Javier mengangguk-ngangguk.


"Dimana kau ingin melanjutkan sekolahmu?"


"Di universitas X tapi aku sedikit ragu."


"Kenapa?" tanya Javier.


"Karena biaya nya cukup mahal dan takut tidak lolos."


Javier mengambil minuman di meja dan meneguknya sebentar.


"Aku akan membunuh pemiliknya kalau sampai kau tidak di terima----Aaakkhh!!"


Sky langsung mencubit pinggang Javier ketika mendengar suaminya itu akan membunuh pemilik kampus.


Javier mendesis mengusap-ngusap pinggang nya. "Kau ini kenapa?"


Sky langsung menoleh ke arah Aliandra. "Jangan di dengarkan, dia hanya bercanda."


Sementara Aliandra hanya menatap bingung keduanya, apa maksud dari perkataan Kakak iparnya ini.


Sky melotot ke arah Javier meminta suaminya menjelaskan kepada Aliandra.


Javier mengangguk-ngangguk menoleh ke arah Adik iparnya itu.


"Ya, aku hanya bercanda."


Lalu Javier mengedarkan pandangan nya mencari Athes and the geng.


"Athes!!" teriak Javier.


Athes menoleh. Javier melambaikan tangan meminta pria itu mendekat.


"Ya, Tuan?"


"Ajak dia berkenalan dengan teman-teman mu," pinta Javier seraya melirik ke arah Aliandra.


"Dia?" Athes meneliti.


"Adikku," jawab Sky.


"Ohh ... Ayo," ajak Athes.


Javier memberi kode agar Aliandra ikut dengan Athes.


Aliandra mengangguk dan mengikuti Athes dari belakang.


"Jaga adikku!" teriak Sky. Athes hanya memberikan jempol nya sebagai jawaban.


"Kenapa kau menyuruh Aliandra pergi dari sini?" tanya Sky.


"Aku merindukanmu." Javier memeluk istrinya.

__ADS_1


"Olaf juga merindukanmu, sayang," bisik Javier.


Apa Javier lupa kalau Sky sedang datang bulan. Huh.


"Tapi aku tidak merindukan olaf," sahut Sky.


Javier melepaskan pelukan nya seraya menekuk wajah. "Kenapa?"


Sky menaikkan satu alisnya. "Kau lupa? aku sedang datang bulan. Kau sendiri yang membelikan pembal*t untukku."


Javier menghembuskan nafas. "Yasudah, besok saja."


"Besok masih," sahut Sky.


"Oke, lusa."


"Lusa juga masih."


Javier mulai menatap tajam. "Oke, besoknya lagi."


"Besoknya lagi juga masih."


"Sky!!"


"Apa?"


"Jangan bercanda itu tidak lucu!!" Javier kembali meneguk minuman nya.


"Aku tidak bercanda. Tujuh hari, By."


Seketika Javier menyemburkan minuman dari mulutnya.


"K-kau ... tidak aku tidak percaya." Javier melebarkan matanya.


"Aku serius memang tujuh hari. Aku menemui Liana dulu ya, By."


Sky beranjak menghampiri sahabatnya yang terlihat minum sendirian di pojokan.


Javier segera menelpon Dokter Richard dengan gelisah. Olaf hanya tidur selama tujuh hari? yang benar saja.


"Apa?" tanya Dokter Richard.


Javier berbicara penuh penekanan. "Berapa hari minimal perempuan datang bulan? Ingat, aku tanya minimal bukan maksimal!!"


"Tujuh hari," sahut Dokter Richard membuat Javier membulatkan mata seketika.


"Jangan bohong kau, Richard!! atau aku akan memotong gajihmu!!"


"Aku tidak bohong memang tujuh hari," pekik Dokter Richard.


Javier menghela nafas kasar dengan menggenggam kuat ponselnya. Ia pun mematikan panggilan nya dengan Dokter Richard.


Apa sebodoh itu kah dia sampai tidak tahu apa-apa soal perempuan.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2