Menikahi Mafia Kejam

Menikahi Mafia Kejam
#126


__ADS_3

Malam hari mereka kembali turun ke bawah untuk makan malam.


Seperti biasa formasi lengkap sudah duduk di meja makan.


"Mansion kedua ku kosong, tidak bisakah kalian tinggal di sana saja, kenapa suka sekali menumpang di mansion orang," sindir Javier seraya menuruni anak tangga bersama Sky


Pria itu sedang menyindir Athes and the geng, Thomas dan Philip.


"Aku lebih suka di sini," sahut Philip.


"Ya, aku juga," pekik Thomas.


"Bayar lah biaya makan setiap hari kalau begitu," pekik Sekretaris Han.


"Orang kaya masih perhitungan juga, cih," hardik Philip.


Javier dan Sky bergabung di meja makan.


"Kalian juga ..." Javier menatap Athes and the geng.


"Kenapa suka sekali keluar masuk mansionku padahal sebelumnya kalian makan bersama para pelayan di ruang bawah tanah."


Mereka saling menyikut, meminta salah satu dari mereka menjawab ucapan Javier. Sampai akhirnya tak ada yang bisa jawab dan mereka pun menatap Sky penuh harap.


Sky yang hendak menyuapkan makanan ke mulutnya pun tak jadi karena tatapan mereka semua.


Gadis itu menghembuskan nafas menyimpan kembali sendok nya.


"Biarkan saja, By ... mansion akan hangat dengan banyak orang."


Athes and the geng mengangguk setuju dengan ucapan Sky membuat Javier berdecak kesal.


Mereka pun makan malam bersama seperti biasa. Suara sendok saling bertautan, Javier sesekali menyuapi istrinya.


"Makan sayur sayang."


Sky menggeleng.


"Sedikit saja."

__ADS_1


"Tidak!!" Sky langsung menutup mulutnya.


"Aku sangat takut anakku tidak bisa makan sayur nanti," gumam Javier.


Sky celengak-celinguk mencari sesuatu sampai ke bawah meja makan.


Semua orang menatapnya bingung.


"Cari apa sayang?" tanya Javier.


"Momo ... dimana dia?"


Javier mengerutkan dahi nya. "Untuk apa mencari Momo?"


"Aku hanya ingin melihatnya saja ... dimana dia Philip?" tanya Sky kepada Philip.


"Di taman ..."


Sky melebarkan matanya. "Philip kenapa kau jahat sekali!!"


Philip yang tidak mengerti hanya menatap Thomas di sampingnya, ada apa dengan gadis ini.


"Kenapa memangnya?" tanya Philip.


"Dia pasti kedinginan. Kenapa kau suruh dia tidur di taman."


"Rumahnya memang di sana," sahut Philip. "Aku membuat rumah kecil untuk Momo di taman. Lagi pula ada kasur dan lampu sebagai penghangat."


"Apa kau memberikan Momo selimut juga?" tanya Sky.


"Iya. Tapi tidak pernah di pakai karena Momo kesulitan menyelimuti tubuhnya sendiri."


"Jelas saja sulit, dia babi bukan manusia yang bisa narik selimut," gumam Thomas dengan pelan di samping Philip.


"Oh ... baguslah kalau begitu." Sky kembali melanjutkan makan nya.


Sementara' Javier masih menatap istrinya dengan bingung dan juga heran. Kenapa tiba-tiba Sky bertanya soal Momo.


Ia hanya berharap jangan sampai istrinya gila gara-gara seekor babi seperti Philip.

__ADS_1


Setelah semuanya makan malam, mereka duduk di sofa untuk menonton Tv.


Sekretaris Han sedang mengotak-ngatik laptop. Banyak sekali pekerjaan menumpuk tapi lihat lah Javier, sebagai pemimpin perusahaan dia malah menyerahkan semua urusan kerjaan kepada Sekretaris Han dan malah bersenang-senang dengan istrinya.


Thomas lebih memilih membaca koran dan yang lain saling bersorak ketika tim bola favorit nya berhasil mencetak gol.


"Dimana Sky?" tanya Javier yang baru saja menuruni anak tangga karena harus berbicara dengan seseorang di telpon.


"Taman," sahut Thomas tanpa mengalihkan pandangan dari koran.


Sudah malam berada di taman, sedang apa istrinya itu. Hanya itu yang ada di pikiran Javier.


Javier pun segera menyusul istrinya di taman. Dan ia begitu terbelalak kala melihat Sky sedang menina bobo Momo.


"Astaga sayang ..." teriak Javier.


Pria itu dengan cepat menghampiri Sky.


"Ngookk ..."


Momo langsung berlari masuk ke rumah kecilnya karena kaget dengan teriakan Javier.


Sky menoleh ke arah Javier.


"Kenapa malah main bersama Momo di sini. Bangun ..." Javier langsung menarik tangan Sky yang duduk bersila di taman. Tepatnya di depan kandang Momo.


"Aku membantu Momo tidur."


Javier berdecak, bagaimana tidak kesal. Ia melihat Sky memangku Momo seraya mengelus-ngelus tubuh anak babi itu. Apalagi ini sudah malam.


Harus kah ia membawakan lilin untuk istrinya itu dan menugaskan Momo agar mengepet saja dari pada menganggu Sky seperti itu.


"Sudah, biarkan saja dia. Sekarang masuk." Javier menggenggam tangan Sky masuk ke mansion.


"Bye Momo ... Selamat malam," teriak Sky kepada Momo yang membuat Javier kembali berdecak lagi.


"Kau harus mandi lagi sekarang, Momo itu kotor, bagaimana kalau banyak bakteri di tubuhnya yang membuatmu sakit."


Javier mendumel seraya membawa Sky ke kamarnya. Yang lain hanya saling menoleh satu sama lain dengan pasangan ini.

__ADS_1


Javier terus mendumel di sepanjang jalan menuju kamarnya. Sedangkan Sky hanya menekuk wajahnya cemberut.


Bersambung


__ADS_2