Menikahi Mafia Kejam

Menikahi Mafia Kejam
#Athes and the geng (Flashback 02)


__ADS_3

Keduanya saling menatap penuh arti, Ara yang semula duduk kini berdiri menatap mantan kekasihnya beberapa tahun lalu. Mereka berpisah karena kesalahan dirinya, bukan Jonathan.


Jonathan diam-diam mengepalkan tangan, tidak tahu harus senang atau kesal melihat mantan kekasihnya di mansion Tuan nya, Jonathan bisa menebak Ara di sini karena menjadi baby sitter untuk Maxime dan yang lain karena Javier membahas soal itu kemarin malam.


"Jon ..." lirih Ara menatap nanar Jonathan seakan ada rindu yang ia sembunyikan di sepasang bola matanya.


Jonathan langsung mengerjapkan mata nya kala tersadar sedari tadi ia menatap Ara tanpa berkedip. Pria itu berjalan ke lorong kanan menghiraukan Ara di depan nya.


Sementara di kandang singa Keenan sedang lari terbirit-birit karena Glory dan Gery mengejarnya, pria itu tidak bisa keluar kandang karena dengan sengaja Philip menguncinya dari luar.


Dan dua penjaga yang seharusnya menjadi pawang dua singa itu pun tidak bisa membantu karena berada di luar kandang.


Keena menggedor-gedor pintu yang terbuat dari kaca itu seraya terus berteriak.


"BUKA SIAL*N!! KEPAR*T!! PHILIP B*BI BUKA!!"


"PHILIP KURANG AJAR KAU!! PHILIP!!"


Mereka yang berada di luar kandang hanya cekikikan tanpa berniat membuka pintu kandang singa tersebut.


Sementara Glory dan Gery sedang berjalan mengendap-ngendap dengan tatapan tajam di belakang Keenan, kini mereka menatap Keenan dengan tatapan lapar seakan Keenan adalah makanan yang lezat untuk mereka.


Keenan berbalik kala mendengar kedua singa itu mengaum, ia membulatkan mata sempurna dan hanya bisa menempelkan tubuhnya di pintu dengan panik dan tiba-tiba.


"Stop Gloly ... stop Gely!!" teriak Maxime seraya mengulurkan tangan mungilnya, di belakangnya ada adik setia nya yang selalu mengikuti Maxime kemanapun pria kecil itu pergi, yaitu Arsen.


Semua orang pun menoleh ke arah Maxime, sedikit terkejut karena perkataan Maxime di dengar oleh dua singa itu. Kini kedua singa itu hanya diam di tempat seraya mengibas-ngibaskan ekornya.


Maxime pun menatap Philip yang berdiri di sampingnya. Pria kecil itu memanyunkan bibirnya kesal.


"Uncle jangan ganggu Gloly sama Gely makan dong."

__ADS_1


"Tidak, uncle tidak ganggu. Uncle Keenan masuk karena mau kasih makan Glory dan Gery."


Maxime mendengus lalu berbisik kepada Arsen, entah apa yang di bisikan si bocil itu yang jelas semua orang langsung menatap keduanya dengan penasaran.


Terlihat Arsen mengangguk lalu mengeluarkan kunci kandang singa dan membuka nya.


Keenan bernafas lega dan segera keluar dari kandang.


"Ahhh akhirnya ..." Keenan menghembuskan nafas. "Terimakasih sudah mengeluarkan uncle ya, Maxi, Arsen."


Keduanya pun mengangguk tapi ada hal aneh, pintu itu tidak di tutup lagi dan tidak di kunci lagi.


Sergio yang berdiri sedikit jauh dari mereka pun berdehem dengan menelan saliva nya susah payah. "Perasaanku tidak enak."


"Ya, aku juga," sahut Aiden.


Dan tiba-tiba Maxime dan Arsen kompak berteriak. "GLOLY, GELY KEJAL SEMUA UNCLE!"


Dua singa itu pun mengaum dengan semangat lalu berlari keluar dari kandang. Philip dan yang lain sontak berlari seraya berteriak.


"Itu singa bukan anj*ng!!" sentak Sergio yang berlari di samping Aiden.


"AKU TAU SIAL*N!!" Sahut Aiden dan tiba-tiba Keenan mendorong tubuh pria itu dari belakang membuat Aiden hampir saja tersandung kakinya sendiri.


"CEPAT LARI KEPAR*T!!"


Mereka pun berlari mengelilingi Mansion karena mau keluar dari halaman gerbang di kunci, mau masuk ke dalam mansion pintu utama juga di kunci. Yang bisa mereka lakukan hanya berteriak memanggil Javier dan Sky.


"JAVIER ANAKMU BERULAH LAGI!!" teriak Philip tanpa menghentikan langkahnya berlari.


"SKY TOLONG JINAKKAN ANAKMU ITU!!" Teriak Athes.

__ADS_1


Dan dua singa itu pun mengaum lagi membuat mereka kompak menjerit dan menambah energi nya lagi untuk berlari lebih cepat.


"Huahahaha."


"Wuahahaha."


Maxime dan Arsen tertawa terpingkal-pingkal di dekat kandang Glory dan Gery seakan sedang melihat pertunjukan yang seru.


*


Sementara itu Jonathan yang tadi di suruh membawa daging mentah ke kandang malah bersiap-siap untuk olahraga di ruang olahraga milik Javier.


Hobby baru Jonathan sekarang ketika sedang stress atau ada hal yang menganggu pikiran nya, pria itu melampiaskan semua itu dengan berolahraga. Itu semua karena saran dari Javier, di banding banyak makan yang membuat tubuh tidak sehat lebih baik olahraga.


Alhasil tubuh pria itu pun berubah lebih sehat dan berotot. Berbeda dengan Jonathan beberapa tahun yang lalu yang kurus kerempeng.


Ara diam-diam berjalan untuk mengintip Jonathan yang sedang berolahraga. Ia penasaran apa yang di lihat tadi benar Jonathan atau bukan. Ara tidak tahu kalau Jonathan juga bekerja di sini.


Dan ketika sepasang mata nya menyipit menatap Jonathan di balik pintu, terlihat pria itu sedang melakukan pemanasan sebelum olahraga.


Jonathan terlihat memakai bawahan hitam pendek saja dan membiarkan tubuh bagian atasnya terbuka tanpa satu helai benang pun.



Ara seketika membulatkan mata melihat tubuh Jonathan sekarang lalu mengambil ponsel dan membuka galeri, ia mencari-cari foto terakhir Jonathan yang ia punya.



Berbeda bukan? Ah Ara saja sampai bolak-balik menatap bergantian Jonathan sekarang dan Jonathan yang dulu di ponselnya. Haruskah Ara menyesal karena memutuskan Jonathan beberapa tahun yang lalu.


*

__ADS_1


*


Bersambung


__ADS_2