Menikahi Mafia Kejam

Menikahi Mafia Kejam
#86


__ADS_3

Pagi hari Sky pergi ke rumah Ayahnya. Ia pernah datang ke rumah Herry setelah sah menjadi istri Javier. Tapi saat itu Herry tidak ada di rumah karena kerja lembur.


Sky datang di antar Athes karena Javier harus mengurus beberapa pekerjaan penting di kantor nya dan pria itu akan menyusul Sky ke rumah Herry nanti.


"Ayo Ath, masuk." Ajak Sky.


"Aku di sini saja, Sky. Aku ingin merokok," sahut Athes seraya mengeluarkan rokok dari saku nya.


"Yasudah, aku masuk dulu." Athes mengangguk dan menunggu Sky di dalam mobil.


Ketika masuk, ia melihat kondisi rumah yang sangat berantakan. Meja kotor dengan bekas makanan, beberapa baju berserakan di lantai. Entah itu baju kotor atau bersih.


Piring di wastafel juga belum di cuci. Entah kenapa ini bisa terjadi, padahal yang Sky tahu Elsa sangat suka kebersihan.


"Kakak ..." Aliandra baru saja turun dari tangga.


"Al ... ini kenapa?" tanya Sky menatap bingung keadaan rumah yang seperti kapal pecah ini.


Aliandra hanya mengangkat kedua bahu nya.


"Mama kemana? bukan nya Mama suka kebersihan, ya? kenapa kotor seperti ini." Sky mengambil baju-baju yang berserakan di lantai.


"Mama suka bersih tapi tidak suka bersih-bersih," sahut Aliandra yang ikut membantu mengambil baju.


Sky hanya berdecak seraya menggelengkan kepala dan tidak lama kemudian Herry barus aja masuk ke rumah.


Pria paruh baya itu masih tidak tahu keberadaan Sky yang sedang mencuci piring di dapur.


"Mobil siapa di depan?" tanya Herry kepada Aliandra yang sedang membersihkan meja.


"Supir Kakak mungkin," sahut Aliandra.


"Kakak?" Herry menaikkan satu alisnya. "Kakak siapa yang kau maksud?"


"Kaka ku lah, siapa lagi." Aliandra menunjuk Sky yang sedang mencuci piring di dapur dengan ekor mata nya.


Herry baru tahu kalau sekarang Aliandra berani memanggil Sky dengan panggilan Kakak. Setahu dirinya anak itu lebih sering diam bahkan ketika ada Sky sekalipun.


Herry menghampiri Sky di dapur. "Untuk apa datang ke sini?"


Sky membalik dengan tersenyum. "Papah ..."


Sky hendak mendekat untuk memeluk Herry tapi pria itu segera mendorong tubuh Sky.

__ADS_1


"Aku tidak mau berurusan lagi denganmu. Kau bukan bagian dari keluarga ku lagi."


Sky menggeleng mendengar apa yang di katakan Ayahnya.


"K-kenapa Papah bilang seperti itu ..."


"Sky pergilah, aku tidak mau berurusan lagi dengan Javier!"


"Pah ..."


"Pergi!!"


"Tapi aku datang kesini untuk menjenguk Aliandra dan Papah."


"Untuk apa menjengkuk kami? kami sehat dan bahagia di sini!!"


Herry menarik tangan Sky kasar. "Sekarang pergilah!!"


Sky terus menahan tangan nya. "Papah biarkan aku di sini sebentar. Aku merindukan kalian ..."


"Tidak ada yang merindukanmu di rumah ini!!" bentak Herry.


Herry terus menarik tangan Sky dan akhirnya Aliandra pun datang ke dapur.


Mereka menoleh ke arah Aliandra. Aliandra langsung melepas kasar tangan Herry yang mencengkram kuat tangan Sky.


"Berhenti kasar dengan Kakak ku!!"


"Jangan ikut campur, Al!!"


"Tidak bisakah Papah bersikap baik terhadap Kakak? semua hal yang Kakak lakukan selalu salah di mata, Papah!! Kenapa, Pah?!!" teriak Aliandra.


"Mulai berani kau berteriak di depan Ayahmu sendiri, Aliandra!!"


PLAK


Herry menampar Aliandra, Sky begitu terkejut sampai berteriak memeluk adiknya.


Aliandra menatap tajam Herry yang juga sedang dalam amarah besar.


"Kau tidak pantas di sebut Ayah!!"


"Kau mulai berani melawan seperti Sky sekarang hah!!"

__ADS_1


Herry hendak menarik tangan Aliandra tapi Sky menghalangi nya.


"Cukup, Pah!! Cukup!!" teriak Sky seraya terus menghalangi tangan Herry yang hendak menarik adiknya.


"Minggir kau Sky!! Minggir!!" Herry terus berusaha menarik tangan Aliandra dan karena Sky terus menghalangi akhirnya Herry mendorong tubuh Sky sampai jatuh ke lantai.


Dan bersamaan dengan itu pula Javier membuka pintu dengan kasar karena mendengar teriakan istrinya dari luar.


"Sky ..." Ia terkejut melihat istrinya lalu matanya menatap tajam ke arah Herry.


"HERRYYY!!!" Javier berteriak geram sampai suaranya serak melihat istri kesayangan nya di perlakukan seperti itu.


Bagai kerasukan iblis secara tiba-tiba ia menarik kerah baju Herry mendorongnya ke dinding dan mencekik Herry sampai tubuhnya terangkat.


Kaki pria paruh baya itu menggantung, nafasnya tersengal. Ia benar-benar kewalahan dengan cekikan dari Javier meskipun hanya menggunakan satu tangan.


Javier menatap geram Herry sampai membuat giginya menggertak marah. Sky membulatkan mata melihat kelakuan suaminya. Ia segera bangun dan berusaha melepaskan tangan Javier dari leher Ayahnya.


"By, udah cukup. Lepaskan ..."


"Lepaskan, By ..."


Javier mengacuhkan suara istrinya, tubuhnya di kuasai amarah hingga berbicara penuh penekanan kepada Herry.


"Kau bukan mertua yang harus aku hargai!!"


"Sekali lagi aku melihatmu kasar dengan istriku, akan ku pastikan kau mati, Herry!!"


Javier semakin mencekik Herry lebih kuat membuat wajah pria paruh baya itu merah seketika.


"Dengar ini, dia istriku!! dan aku mencintainya ... kau tahu apa yang akan aku lakukan jika seseorang berani melukai orang yang aku cintai, bukan?!!"


Javier pun melepaskan Herry dan langsung menarik tangan Sky keluar dari rumah itu. Herry bersimpuh di lantai dengan menepuk-nepuk dada nya dan tak berhenti batuk.


"Kakak ..."


Panggil Aliandra melihat Kakak nya di tarik oleh Javier. Mereka menghentikan langkahnya dan berbalik.


"Al ... Kakak pulang dulu, ya. Kamu baik-baik di sini."


Aliandra mengangguk, sebelum Sky keluar ia sempat melihat Herry. Tapi Sky tidak bisa melakukan apapun melihat Javier yang begitu marah dengan Ayahnya sendiri.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2